Super Freezer

Super Freezer
42


__ADS_3

yumi dan yama moto turun lalu membersihkan ruang tamu bersama


yumi memghubungi ayah ibunya jika ia sudah sampai dirumah dan tak lama keduanya datang


"pa, ma, masuk apa diluar?" tanya yumi


"didalam lah, ayo" ajak suri


ternyata didalam sudah ada yama moto, suri sedikit tidak nyaman dengan ada nya yama moto, tapi tasekawa cukup dekat dengan yama moto


"bibi, paman" sapa yama moto


"hai" sapa tasekawa


"kamu disini?" tanya suri


"iya ma, yumi yang ajak yama moto, gak apa kan dia disini?" tanya yumi


"ya tidak kenapa kenapa lah" jawab tasekawa


"pa, ma, aku mau bilang kalau mau mengembalikan motor yang kalian kasih itu" kata yumi


yumi membahas point utama tentang ia akan mengembalikan sepeda motornya itu


"loh, kenapa kamu kembalikan?" tanya tasekawa


"yumi, kita belikan untukmu memang pakai saja" kata suri


yumi pun mengatakan perihal motor itu, membuat suri dan tasekawa kaget karna yumi mengembalikan motornya padahal mereka membelikan motor memang untuk anak mereka


"yumi sudah membeli motor hasil keringat sendiri sekarang" kata yumi


"iya meskipun bisa beli sendiri tapi papa buat apa juga kan belikan buat kamu itu" kata tasekawa


"jadi itu penuh milik kamu, kamu mau apakan milik kamu nak, jangan kembalikan pada kita" kata suri


"benar untukku? tapi dirumah gak dipakai" kata yumi


"sudah lah, taruh rumahmu, kamu mau apakan itu sudah jadi milikmu"


"bagaimana kalau begitu aku akan menjualnya" kata yumi


"yumi, dari orang tua kok dijual, itu kan pemberian orang tua" bisik yama moto


"kan mereka bilang terserah" jawab yumi


"iya tapi jangan dijual, di hargai orang tuanya, simpan saja dirumah, dipakai sekali kali" kata yama moto


"kalau memang kamu kamu jual, jual saja kalau butuh uang" sambar suri


"memang yumi butuh uang?" tanya tasekawa kearah suri


"ya siapa tau dia tidak pernah bilang tapi hati orang siapa yang tau?" jawab suri


"aku belajar dari kalian kalau semuanya butuh uang kan, itu yang kalian katakan dan aku kini merasakan, kalau uang memang segalanya di jaman seperti sekarang, jadi butuh tidak butuh lebih baik menyimpan uang daripada barang kan" kata yumi

__ADS_1


"ya kalau memang itu kemauan kamu menjualnya jual saja" kata suri


"yasudah, itu keputusan kamu" kata tasekawa


"aku akan jual saja, kalian bilang untukku kan?"


"iya"


"uang dikasih kita buat makan kan ada yumi" kata tasekawa


"masih, aku selalu kumpulkan semua uangnya kok pa, aku gak pakai itu, aku bisa membeli makan pakai uangku sendiri" kata yumi


"lalu kamu mau pakai apa uang dari kita?" tanya suri


"aku kumpulkan saja, untuk membantu keluarga kita jika masih ada yang butuh bantuan" jawab yumi


"memang siapa yang masih meminta bantuanmu?" tanya tasekawa


"masih ada yang menghubungimu buat meminta bantuan kamu?" tanya suri


"masih, tapi aku kecewa sama kalian, kenapa melarang semua keluargaku menghubungi ku jika mereka butuh bantuanku?" tanya yumi


"siapa yang mengatakan itu kepadamu?" tanya tasekawa


"semua juga bilang padaku, aku bisa kok pa, ma, bantu mereka dengan uang ku jadi gak perlu kuatir" kata yumi


"kami cuma tidak mau mereka merepotkanmu" kata suri


"tidak ma, aku tidak direpotkan, aku ada buat bantu mereka jika tidak ada ya aku berusaha untuk ada, kalian tenang saja" jawab yumi


sementara yumi pulang, suri masih duduk di sana


"ayo, mau kuantarkan lagi tidak?" tanya tasekawa


"aku mau bicara"


"soal?"


"lelaki bersama yumi itu" kata suri


"memang kenapa dia?" tanya tasekawa


"dia kenapa ikut pembicaraan kita tadi, harusnya dia keluar kan tau ini obrolan privat" kata suri


"tapi yumi kan bilang kalau dia yang mengajaknya"


"iya tapi harusnya inisiatif dia lah buat pergi"


"kamu ini kenapa sih, dia juga diam dari tadi, tidak ikut obrolan, dia juga sopan menyapamu" kata tasekawa


"iya tapi aku tidak suka yumi dekat dengan lelaki itu" kata suri


"memang apa alasanmu?" tanya tasekawa


"tidak suka saja, aku mau nya yumi dekat dengan lelaki lain, kalau bisa dari china, karna lelaki dari china itu semua setia pada perempuannya" kata suri

__ADS_1


"oh karna negara? memang kamu berpikir apa orang jepang itu tidak ada yang setia?" tanya tasekawa


"aku tidak bilang begitu, tentu tidak semua nya tapi aku tidak percaya pada pria jepang" kata suri


"jangan bicara itu, yumi ada pilihan sendiri, aku tau yama moto anak yang baik, kalau mau pulang ayo berdirilah" kata tasekawa


mereka pun pulang...


sesampainya dirumah, yumi pun menyimpan motor itu diluar rumahnya di teras yang kecil cukup untuk satu motor saja, diletakkan disana meskipun malam juga tetap aman, sementara motor barunya ia parkir di pinggiran jalan gang rumahnya saja atau sekalian masuk kedalam rumah


malamnya tiba, yumi bersiap siap untuk jalan ke tempat usaha milik yama moto


"YM makin ramai ya" kata yumi


"begitu lah yumi, ramai sekali memang"


"emm, bagus deh, semoga terus berjalan lancar"


"terimakasih ya yumi doanya"


"pasti"


yumi dan yama moto masuk untuk yumi perawatan rutin di tempat usaha yama moto seperti biasa, yama moto memaksa setidaknya seminggu sekali untuk yumi perawatan


bukan karna ingin yumi terlihat jauh lebih cantik tapi karna yama moto ingin yumi jauh lebih bersih dan terawat


yumi memang setiap ia libur akan melakukan perawatan gratis di YM House, perawatan bareng yama moto juga


tapi di tempat berbeda, bangtan baru sampai, mereka kembali setelah 4 hari syuting di luar kota, sesampainya di agenci, mereka menanyakan yumi karna mereka datang disana tidak mencium sama sekali aroma itu


"hyung, yumi kemana?" tanya jimin


"yumi pulang sejak siang tadi, kan lepas siang kerjaannya" kata kwan


"oh, dia pulang? gak kamu suruh beresin dulu" kata taehyung


"dia sudah beresin semua, semua rapi, ini kan kalian yang bikin berantakan lagi" kata kwan


"di dorm kan juga berantakan masih" jawab jimin


"yaa tapi kan gak ada perintah dari pak ceo" kata kwan


"ahh iya juga" jawab jimin


"kemaren sebenernya dah ku tanyain juga kok, tapi dia ada urusan lain" kata kwan


"aaahh"


mereka kembali ke dorm, tidak menemukan yumi disana mereka pun tidur..


pagi nya, yumi yang baru juga sampai di agenci, ia meletakkan tasnya tiba tiba kwan memanggil yumi agar pergi ke dorm bangtan membersihkan yang disana, mengurus kepulangan bangtan semalam


"yumi" sapa kwan


"ya pak"

__ADS_1


__ADS_2