
padahal disisi lain, baik dong hyuk juga Diang sama sama tidak tega jika yumi harus bekerja ditempat mereka itu, tidak tega dalam segala hal, tapi mereka lebih tidak tega ketika melihat anak gadis yang mereka sudah anggap masuk dalam keluarga sedang mengalami kesusahan pekerjaan
"kan sudah saya bilang yumi, kerjaan sekarang saangaat sulit, ya kalau kamu mau, kerjaan disini ya paman terima" kata Diang
"mau kok paman, aku mau, gak apa pekerjaan berat"
"iya tapi tetap yang gak terlalu berat berat banget lah, kasihan kalau berat sekali" jawab dong hyuk
yumi mulai bekerja di tempat usaha itu, setelah sebulan berlalu, ia akhirnya mendapatkan gaji sebulannya, dan hari pertama di bulan kedua pun dimulai
beberapa hari kemudian, yumi masih bekerja ditempat yang sama, dengan kegiatan sama juga disana, membantu mengangkat yang tidak teelalu berat, dan tugas utamanya mencatat saja stok barang yang ada di toko mebel dong hyuk dan mencatat untuk barang yang keluar dibeli pelanggan
ketika sudah berjalan 1 bulan 2 minggu, satu bulan setengah tepat, ia bekerja dengan dong hyuk. saat sedang santai dan duduk bersama dengan dong hyuk berdua, tiba tiba ada tiga orang yang datang ke toko mebel itu
disambut staff staff lainnya yang masih bekerja disana tapi yumi bukan tipe staff yang malas jika ada staff lain bekerja meskipun itu jatah jam istirahat, yumi tetap akan membantu
yumi berjalan mendekati ketiga orang itu lalu menyapa teman kerjanya
"loh, yumi?" sapa sejin
"sejin?" jawab yumi
"kamu?" tanya sejin bingung
"kok disini? ada keperluan apa?" tanya yumi
"aku lagi pergi mencari beberapa barang mebel, untuk mencari rekomendasi untuk renovasi rumahku, kamu kenapa disini?" tanya sejin
"ah, aku bekerja disini, ayo aku bantu mau butuh apa saja?" tanya yumi
mereka pun mencatat beberapa yang dibutuhkan sejin lalu mengangkut ke mobil pengiriman setelah semua selesai barulah pembayaran
selesai urusan pembayaran dengan dong hyuk, sejin yang merasa kerjaan yumi terlihat jelas berat disana, lalu diam diam menawarkan pekerjaan di agencinya
"kamu kerja disitu gak disuruh angkat angkat?" tanya sejin berbisik
"iya disuruh lah, namanya kerja" kata yumi
"aku gak tega kalau dengar ada kerjaan cewek yang berat berat, berapa sebulan dapat?" tanya sejin
"yaaa sama lah ama kerjaan ku di toko toko"
"ya kalau kamu mau, agenci ku ada butuh staff tapi untuk office, kerjaannya cuma buatkan minuman tiap pagi buat staff utama di agenci sama pergi belikan makan kalau ada yang minta makanan nanti dari situ dapat tips sendiri dari yang suruh" kata sejin
__ADS_1
"mau sih, enak juga gak berat, yaudah aku selesaikan buat kerjaan disini, kan gak enak langsung berhenti" kata yumi
"iya udah berarti dua minggu lagi aja sekalian kamu datang ke kantor, jangan lupa surat lamaran pekerjaannya" kata sejin
"siap"
yumi kembali bekerja dan seminggu berlalu, yumi mengatakan dulu pada yama moto soal tawaran sejin itu
"oh, iya, ada yang mau ku bilang ke kamu soal kemaren, seminggu lalu, aku kerja kan pas jam aku santai karna jam istirahat, aku sama dong hyuk ketemu sejin" kata yumi
"sejin? oh yang ketemu di gyeongnam?" tanya yama moto
"iya dia, nawarin pekerjaan, gimana katamu?"
"kerjaannya apa?"
"office"
"office bukannya yang buatin minum, belikan apa yang disuruh suruh gitu kan?"
"iya, gitu"
"emmm, kalau kataku sih ambil itu, itu gak sama sekali berat kerjaannya, aku jujur saja kamu kerja di tempat dong hyuk, aku kuatir" kata yama moto
"kenapa?"
"iya kan gak masalah, kerja namanya juga"
"iya kalau ada yang ringan kan ambil ringan"
"iya jadi menurutmu aku ambil saja dari sejin?"
"ambillah"
setelah banyak obrolan dengan yama moto, esoknya yumi mengatakan pada dong hyuk tentang rencananya itu dan dibg hyuk mendukung apa saja keputusan dari sang sahabatnya jika ada pekerjaan lebih baik lagi dari itu setidaknya yang tidak harus angkat beban terlalu berat
"terimakasih dong hyuk, paman, buat semuanya selama yumi disini" kata yumi
"iya lah, eh kemaren jangan anggap kerja, kan sementara aja, sampai akhirnya dapat kerjaan kan, anggap saja bantu bantu kita" kata dong hyuk
"iya bener, jadi kalau kamu main kesini pas kerja mu libur bisa lah" jawab Diang
"okeh siap paman"
__ADS_1
setelahnya yumi berpamitan lalu dua hari kemudian dihari janjian dengan sejin ia pun datang ke alamat kantor agenci tempat kerja sejin
setelah sampai, disana sangat ramai orang, yumi tanya pada salah satu anak disana yang ikut mengantri yang ternyata itu antrian untuk pelamar kerjaan
yumi menggerutu itu bisa saja ia mengantri sehari semalam kalau antriannya sebanyak itu, ia bingung juga mencari nomor telfon sejin ternyata tidak tersimpan di hape barunya
tapi beruntung
dari sekian banyak pelamar kerjaan, dan yumi juga salah satu dari mereka yang mengantri, salah satu staff di agenci itu mengenali yumi
"hei nuna, kamu teman pak sejin bukan?" tanya nya
"ahh iya pak, saya yumi" jawab yumi
lelaki itu membantu yumi menghubungi sejin, tak lama sejin datang dengan pakaian tertutup lengkap dengan topi dan masker penutup wajah
"heei, kenapa kamu mendului" teriak beberapa orang disana melihat yumi berjalan duluan
"dia tamu saya" jawab sejin dengan nada kerasnya
sejin menyelamatkan yumi dari segerombolan orang disana dan membawa nya ke ruangan kerjanya
"astaga, kenapa kamu ikut antrian?" tanya sejin
"aku tidak tau, datang sudah ramai" jawab yumi
"terus gimana bisa kamu menyapa staff ini?"
"saya kenali dia pak, dia kan yang ketemu kamu di acara award sudah lama itu, waktu itu menyapa mu jadi aku ingat" kata staff itu
"ahh terimakasih ya, kamu boleh balik kerja dah" kata sejin
"baik pak"
dan yumi adalah pelamar pertama yang diterima sejin lalu dibantu oleh sejin bertemu dengan kwan, manager utama agenci lalu bertemu dengan ceo agenci
disini sang ceo mengingat betul aroma yang membuatnya juga terkesan beberapa hari lalu ketika di coffe toffe, ceo menyadari itu gadis yang sama
"kamu pakai pewangi berlebihan ya?" tanya ceo
"ahh. tidak pak, ada apa ya pak?" tanya yumi bingung
"tidak, saya tidak terlalu suka wangi berlebihan, tapi aroma ini segar, jadi saya suka, segar natural gitu"
__ADS_1
"ahh pak ceo bisa saja" jawab yumi
yumi pun diterima bekerja disana hari itu, seharian dulu masa belajar atau training besok baru bekerja pertama