Super Freezer

Super Freezer
46


__ADS_3

junbae yang melihat yumi bersama hoseok sebenarnya takut hanya saja rasa penasarannya lebih tinggi tapi bahkan ia tidak perlu melakukan apa apa yumi sudah terkena paku itu sendiri


karna yumi berjalan begitu mepet dengan sisi tembok untuk mengurangi penutupan jalan saat ia dan hoseok tengah jalan karna lorong disana cukup kecil tidak terlalu begitu besar


"auh" ucap yumi kaget


"astaga tanganmu" kata hoseok kaget


yumi membersihkan itu hanya dengan mencuci tangannya saja tanpa merasakan perih, hoseok merasa ada yang aneh dari yumi karna tidak merasakan sama sekali sakit


bahkan saat hoseok iseng menyentuh bagian tangan yumi yang tergores dan terluka itu tapi yumi tidak kesakitan


"yumi, jangan bilang kamu tidak sakit merasakan robekan itu?" tanya hoseok


"ahh sakit kok" kata yumi


"lalu kenapa kamu tidak kesakitan?"


"memang harus ditunjukkan kalau sakit?"


dari jawaban itu jun bae sudah tidak lagi penasaran dengan yumi, karna ia berpikir jika yumi memang cuek, ia merasakan sakit tapi memilih diam dan membersihkan lukanya saja karna itu yang jun bae tangkap dari jawaban yumi yang ia dengar baru saja


tapi hoseok masih merasa aneh, sama sekali tidak wajar meskipun yumi menahan sakitnya, setidaknya ada sedikit saja yumi merasakan rasa sakit itu


"ehh kalau tanganmu sakit, tidak usah kamu buatkan juga tidak kenapa napa kok yumi" kata hoseok


"tidak apa apa, aku buatkan saja"


"eh, kamu beresin itu lukamu, ditutupi pakai plester atau apa?"


"nanti dia sembuh sendiri kok, aku gak biasa pakai plester"


"tapi menutupi luka, biar bakteri tidak masuk" kata hoseok


"sudah ini tidak masalah" jawab yumi


semakin curiga lah hoseok apalagi saat ia menyentuh tangan yang tepat diluka tadi secara diam diam, harusnya yumi kesakitan


"yumi tidak sakit?" tanya hoseok


"ya sakit lah, ngapain sih pegang?" tanya yumi


"beneran sakit, kupikir tidak rasakan sakitnya"


"sakit lah"


"ahh maaf maaf"

__ADS_1


akhirnya hoseok memilih diam dan menyimpan perasaan nya untuk tidak mengatakan apapun kepada siapapun tentang dugaan nya jika yumi tidak bisa dikatakan baik baik saja ketika ia tau yumi tidak merasakan sakit


"ini minummu" kata yumi


"emm segar ya cuaca diluar panas ini enak minum ini" kata hoseok


"emm, sudah, ada lagi?"


"tidak"


yumi malah mau pergi tapi hoseok menahannya meminta ditemani sebentar sampai minumannya habis akhirnya yumi menemaninya


"tungguin bentar saja sampai minumanku habis ya" jata hoseok


"ya" jawab yumi


beberapa hari berlalu, saat yumi sedang membuka bungkusan makanan yang ia beli dari rumah makan tak jauh dari agenci, yumi mendapatkan telfon dari Lini


"Lini ada apa?" tanya yumi


"aku berhenti lagi yumi" kata Lini


"dari rumah sakit itu? memang kenapa?"


"pengurangan pekerja lama" kata Lini


Lini mengobrol dan bercerita tentang keadaannya sekarang selepas berhenti dari kontrak kerjanya meminta bantuan yumi mencarikan pekerjaan


"aku mau bantuin tapi aku tidak janji ya, soalnya kerjaan sekarang susah Lini" kata yumi


"aku mencari juga disini tapi bantuin aku nyari juga ya"


"iya iyaaa"


"kamu kapan libur kerjanya? aku pengen main kerumah kamu, mau jalan gitu cari udara segar, refresing" kata Lini


"aku libur nya antara sabtu sore sampai malam atau minggu pagi sampai siang"


"ambil minggu pagi nya saja yumi, aku mau jalan jalan, temani aku ya"


"oh gitu? iya sudah, masih dua hari lagi kan" kata yumi


"iya"


"iya sudah"


jungkook berjalan kearah jauhan memerhatikan yumi selesai menelfon, salah satu staff menyapa jungkook

__ADS_1


"kalau dia kesakitan bagaimana?" tanya staff itu


"biarin dia rasa, dia cuek kan, pedas kan mulutnya kalau bicara biar sekalian rasain itu cabai" kata jungkook dengan wajah isengnya


selesai bertelfonan dengan Lini, yumi kembali makan lagi, sementara staff lain memerhatikan yumi karna mereka melihat jika jungkook menjahili yumi bagaimana ekspresinya


tapi yang ada malah yumi tetap memakan sup itu dengan santainya tanpa merasakan pedas tentu membuat staff lain merasa bergidik karna bagaimana mungkin yumi memakan makanan pedas itu padahal bubuk yang diberikan jungkook adalah paling pedas levelnya


yumi meletakkan piringnya untuk disana bekasnya makan, yumi kembali bekerja, ia sibuk dengan urusan bangtan untuk show mereka di salah satu gedung di seoul


sementara jungkook penasaran mencoba sup bekas makan yumi tadi dan ia seketika meludahkannya di wastafel di ruang istirahat staff itu karna pedasnya seperti membakar lidahnya


"jekey, kamu tidak kenapa napa?" tanya salah satu staff


"coba sup ini, ini bekas yang ku kasih bubuk cabe level tinggi kan, yumi memakannya dengan santai tanpa kepedasan, kamu coba dulu"


staff itu mencoba dan malah ikut meludahkan kuah itu karna terlalu pedas


"aaah ini memang sangat pedas" kata staff


"nah, bagaimana yumi bisa memakannya hingga habis" kata jungkook


"waah ini sih memang mulutnya pedas makanya tidak terasa pedas makanan ini masuk mulutnya" kata staff


"gila berapa level makanannya" kata jungkook


sementara yumi yang sedang sibuk urusannya, yumi bisa mempersiapkan semuanya tapi ia tidak bisa ambil lembur untuk terus masuk karna sudah janjian dengan Lini


setelah semua dipersiapkan yumi, yumi pulang di sabtu malam nya dari dorm bangtan karna selesai mengurus apa saja yang dibutuhkan oleh bangtan pada hari senin nanti mereka show


saat pulang, si dua jahil jungkook dan seokjin menahan tangan yumi


"astaga seokjin... jungkook.. apaa?" jawab yumi


"kamu kenapa pulang, kita sudah dekat ini akan show, kamu itu harus mengerjakan pekerjaan didorm dan di agenci lebih banyak" kata jungkook


"tugas ku selesai, jam kerjaanku juga berakhir" jawab yumi


"ya tapi pekerjaanmu masih banyak, kamu harus menyiapkan" kata seokjin


"senin kan kalian show, aku datang kok" jawab yumi


"enggak, jangan pulang tunggu kita kalau mau pulang, harus ke dorm" kata jungkook


"apasih, lepasin enggak" kata yumi


yumi pun tidak memperdulikan dua jahil itu, ia pergi dengan motornya..

__ADS_1


sesampainya dirumahnya, yumi menghubungi yama moto menanyakan mau dibelikan apa untuk malam itu makan tapi yama moto menolak dan meminta jalan saja


malamnya setelah siap, yumi berangkat ke YM House dan menuju langsung keruangan yama moto, beberapa orang disana sudah mulai menyapa yumi karna memang yumi kekasih dari bos mereka meskipun tanggapan yumi membalas sapaan dengan dingin tapi mereka tetap menyapa yumi


__ADS_2