Super Freezer

Super Freezer
3


__ADS_3

saat tengah acara, yumi berdiri berpamitan akan kekamar, tasekawa bingung karna mengapa tiba tiba saja yumi meninggalkan keramaian rumahnya padahal tengah pesta makan bersama sore itu


saat diikuti, dan betapa kagetnya tasekawa ketika tau anaknya melakukan sholat


setelah selesai, tasekawa menanyakan kepada yumi kebenarannya dan yumi membenarkan jika ia sudah masuk islam


"kamu masuk islam nak? itu melakukan sholat?" tanya tasekawa


"iya appa, yumi memilih masuk islam, bagi yumi itu membuat yumi tenang"


"apa sudah kamu pikirkan dengan matang?"


"sangat matang"


"siapa yang membantumu?"


"beih (ayah dari nenek samg ibu)"


"beih? kamu datang menemui beih?"


"iya"


tasekawa hanya bisa diam, ia pun menerima saja keputusan anaknya dan menyimpannya sendiri


hari berlalu, yumi selesai mengurus surat kelulusannya disekolah, dan itu adalah hari terakhirnya disekolah itu


"Yumi" sapa tae yan, salah satu adik kelasnya, btw dia pacarnya Lini juga


"hai taeyan" sapa balik yumi


"kamu akan lanjutkan kerja ya, kata dong hyuk" kata taeyan


"iya, aku kerja dapat dari dong hyuk"


"tapi selepas kerja, kamu akan sering main ke tempat dong hyuk kan?"


"ya pastilah, emang ada apa?"


"enggak ada, takutnya karna kerja sibuk banget jadi lupa main bareng lagi kan, apalagi kamu orang yang asik" kata taeyan


"haha kamu bisa saja, Lini jadi kemana selepas ini?" tanya yumi


"di rumah makan di itaewon"


"oh tetap ya disana"


berpacaran dengan Lini, membuat yumi cukup mengenal dan dekat dengan tae yan, meskipun dibawa usia Lini dan Yumi


yumi berjalan keluar sekolah, sambil membalikkan badannya, ia melihat ke arah sekolah, tempat yang membuatnya banyak cerita, banyak hal patut dikenang di sekolah itu


yumi pun kembali jalan dan pulang

__ADS_1


esoknya... baru yumi berangkat untuk memulai kerjanya dan setelah sampai, ia berganti pakaian, karna disana pekerjanya harus berseragam sama


awal pertama kali, dimana yumi bekerja, untuk mendapatkan uangnya sendiri, ia sudah tidak memikirkan tentang kuliah di hari berikutnya


"yumi, kerjaan di gudang, keluarin aja semua barangnya, kita cuci gudang hari ini" kata bosnya


"siap bu, oh ya, kalau cuci gudang kan murah, saya yang beli bisa?"


"bisa saja, catat saja yang kamu ambil di gudang, hitung di kasir"


"siap bu, terimakasih"


yumi kembali bekerja, saat digudang, dia membersihkan beberapa barang disana, lalu ia pun menoleh ke beberapa arah, mencari keberadaan kotak yang terbuat dari besi, yang biasa dipakai oleh butiknya untuk menyimpan barang barang yang sudah tidak modis lagi untuk di kumpulkan


tapi justru yumi tidak sengaja menjatuhkan kotak besi itu dan mengenai tangannya


tangan yumi jelas berdarah, yumi segera menutup luka goresan itu agar darah tidak menetes di lantai llau dengan santai nya ia menata beberapa baju untuk masukkan kedalam kotak besi itu


saat persiapan akan pulang, yumi yang sudah mencatat dan membayar di kasir untuk barang yang diambilnya, ia kaget karna ada potongan cukup banyak


"kak, ini kok cuma segini?" tanya yumi pada bagian kasir


"itu harganya bener kan yumi? coba lihat, iya ini bener" kata kasir


"loh, tapi potongannya banyak loh ini"


"iya kan semua karyawan yang ambil juga dapat potongan sama"


"ehh yumi" sapa kasir itu lagi


"ya kak?"


"itu kenapa tanganmu berdarah?"


"oh, ini tadi pas ambil kotak besi digudang itu, ternyata di atas lemari rusak, ya aku ambil eh terjatuh kena tangan"


"astaga, pasti sakit itu, udah kamu kasih obat merah kan?"


"sudah kok"


yumi berjalan sambil berusaha bersikap biasa saja, seolah ia juga merasakan sakit di tangan yang terluka, agar tidak ada yang tau jika sebenarnya ia mati rasa


hari pun dilalui oleh yumi, bekerja setahun tahun ikut orang, ia mengumpulkan uang, tidak jajan banyak banyak, ia masih memiliki banyak pemikirian dan harapan tentang kembalinya ayah dan ibunya menjadi sepasang suami istri


hasil nya bekerja setahun, ia pakai untuk membeli tanah, membangun tempat untuk usaha nya sendiri


ia menemui Diang, ayah dong hyuk, yang menjadi orang yang selalu membantu yumi mencari pekerjaan


"yumi, duduklah" sapa Diang


"paman, ini aku mau bicara soal kerjaan" kata yumi

__ADS_1


"oh ya? apa itu?"


yumi menjelaskan ia akan membukakan butik sendiri untuk ayahnya, dan Diang pun berjanji akan membantunya


"tapi bagaimana di butik itu?" tanya yumi


"ah, butik itu biar aku yang bilang sama bos mu kalau lamu akan membuka usaha sendiri, tidak masalah kok itu"


Diang lah yang membantu untuk yumi membuka usaha butik dan usaha jahit sendiri, yang ia khusus kan untuk ayahnya


ketika waktu tiba, setelah semua urusan selesai, yumi mengajak ayahnya dan memberikan sureprize tempat itu


"mau kemana yumi?" tanya tasekawa


"ayo pa, nanti appa akan tau" kata yumi


dan sampai ditempat itu, yumi membantu membuka penutup mata ayahnya perlahan dan ayah nya kaget ketika sudah berada didepan tempat usaha bernama "Tase Kawa" atau tempat butik sekaligus tempat jahit untuk ayahnya


"Yumi, kamu buka usaha ini?" tanya tasekawa


"iya tapi ini buat appa, buat appa bisa dapat kerjaan lebih baik" kata yumi


"bener ini usaha buat appa?" tanya tasekawa terharu


"iya lah appa, semoga appa bisa mengurusnya dengan baik ya, yumi akan bekerja lagi untuk selanjutnya membantu amma"


"iya"


hari berlalu, berpindah pekerjaan, Diang memberikan tawaran kerjaan dengan bayaran lebih mahal, yaitu pabrik penbuatan kemeja, dan disana lah yumi mulai bekerja


"yumi, bisa kan besok pagi datang langsung bekerja?" tanya Diang


"bisa paman"


"beneran bisa? kan baru selesai kerjaan, kamu musti istirahat dulu"


"gak lah paman, kalau bisa cepat, gak masalah yumi" kata yumi


"memang apa yang kamu kejar? bukannya kemaren sudah ayahmu kamu bukakan taylor?" tanya Diang


"iya paman, tapi yumi masih ada ibu, mau bantu ibu dulu, baru yumi mikirin yumi sendiri" kata yumi


"ahh, baiklah, kalau gitu besok bisa ya? jam 7, sudah disana loh"


"siap paman" kata yumi


bekerja ditempat baru, kembali mengumpulkan uang, yumi menabungkan kembali ke bank untuk bisa terkumpul dan dari hasil itu pula lah perlahan juga yumi menyiapkan untuk membeli tanah, membangun tempat, untuk usaha ibunya seperti yang ia lakukan sebelumnya untuk ayahnya


karna sang ibu, suri, melakukan pekerjaan yaitu mencuci baju tetangga dirumah, dengan rumah seadanya, dan hasil kerjaan maksimal membuat yumi akhirnya berusaha sebisanya untuk membuatkan usaha laudry untuk ibunya


"yumi, saya ada perlu" sapa bos kerja

__ADS_1


"ya bu" jawab yumi


__ADS_2