Super Freezer

Super Freezer
27


__ADS_3

alhasil agenci tidak bisa menahan yumi agar tidak berhenti bekerja


"yumi, saya bingung kenapa tiba tiba kamu memilih berhenti, apa kamu mau bekerja untuk shinee saja?" tanya pak ceo


"pak, saya dengan keputusan ini memang sudah disiapkan, kontrak kembali dengan shinee pun saya akan tetap berhenti, ini sudah saya pikirkan pak" kata yumi


"padahal saya sudah percaya kamu masuk 10 staff terbaik saya, tapi saya tidak bisa membuat hal apapun menahanmu, saya sudah mengakhiri kontrak kerja dengan shinee karna saya pikir kamu akan saya jadikan manager untuk EXO, idol baru yang akan saya keluarkan ini"


"semoga ada pengganti lain lebih baik dari saya pak"


"semoga saja, terimakasih atas waktumu disini ya, semoga kamu diluar juga dapat kebahagiaan seperti disini atau lebih dari sini" kata pak ceo


yumi berpamitan, dan itu terakhir yumi datang sebagai staff di agenci SM itu, meninggalkan ceo disana menolak untuk mengurus idol baru yaitu EXO


baru keluar dari ruangan ceo, yumi merasa seperti sangat sakit tepat dibagian dadanya, entah apa yang membuat yumi tiba tiba merasa seharian ini sangat merasa banyak hal aneh


"sudah?" sapa yama moto


"iya" jawab yumi


"aku ambil motor dulu ya, kamu tunggu sini"


"iya"


saat keluar, yama moto mengambil motornya dan yumi memandangi gedung dengan sangat tajam dan lekat


saat akan naik ke motor nya, seketika yumi merasa seperti ada yang menghujam dadanya, ia bingung kenapa tapi seperti ada yang memukul tepat didadanya


"yumi, kamu baik baik saja?" tanya yama moto


"iya aku baik baik saja, cuma tadi dadaku seperti ada yang memukulnya" kata yumi


"kamu butuh istirahat, kita pulang saja dulu ya"


"iya"


harusnya yumi merasa lega sudah menyelesaikan kontrak kerjanya disana


"kita langsung pulang ya" kata yama moto


"kan mau makan"


"kamu bener bisa?"


"iya bisa, ayo"


saat akan keluar, yumi dan yama moto kembali mencari makan, lalu mereka duduk bersama di salah satu tempat makan, mereka memesan makanan


tapi saat pesanan makanan datang, yumi malah merasa sudah kenyang, ia tidak mau makan, padahal makanan sudah dipesan dan datang

__ADS_1


akhirnya yama moto yang menghabiskan dua porsi makanan itu, yumi tersenyum ketika tau akhirnya yama moto makan makanannya


setelah makan, mereka pun pulang


sesampainya dirumah....


yumi kepikiran akan menghubungi jonghyun atau tidak tapi ia tidak yakin jadi menahan saja dulu memberitahu jonghyun


"istirahatlah dulu" kata yama moto


"iya"


yumi hanya tiduran di atas ranjang nya


malam tiba, dimana yumi sendirian, sementara yama moto keluar membelikannya makan sekalian juga akan membelikan ibunya makan juga karna sejak yama moto kerja, soal makan ibunya urusan yama moto


setelah yama moto datang, yama moto menyiapkan untuk makan malam yumi karna ia sudah makan dengan ibunya tadi, jadi yama moto hanya menemani yumi makan saja


tapi saat makan beberapa sendok, makanan itu dimuntahkan lagi oleh yumi, ia merasakan jika dadanya tiba tiba sakit tepat di bagian tadi yang ia merasakan ada yang memukulnya


yama moto panik ia hanya menggenggam telapak tangan yumi seerat mungkin, setelah yumi selesai muntah yama moto segera mengambilkan air minum agar yumi sedikit lebih lega


"aku mau tidur saja, istirahat" kata yumi


"ayo aku antar" kata yama moto


"makanannya bagaimana?"


karna merasa badannya kurang baik, yumi pun tidur diantarkan oleh yama moto kekamar


setelah yumi tidur, yama moto keluar kamarnya untuk menelfon ibunya untuk menginap dirumah yumi sementara karna yumi sedang sakit


"halo bu, aku mau bilang aku malam ini dirumah yumi" kata yama moto


"oh kamu tidak pulang jadi?" tanya jungsi


"tidak bu, ini yumi sedang sakit" kata yama moto


"sakit? sakit apa?"


"sejak tadi siang, ia mengeluh badannya sakit, bari saja muntah muntah, jadi sekarang istirahat tidur"


merasa kuatir kondisi yumi, jungsi memutuskan datang kerumah yumi dan menginap juga untuk menemani yumi di rumah


sesampainya..


"ibu kok kemari?" tanya yama moto


"ibu kuatir, biar ibu yang jagain yumi"

__ADS_1


"kan ada aku bu"


"iya gakpapa, ibu gak bisa tidur juga kasihan tuh anak" kata jungsi


melihat kekamar yumi, jungsi mendekati yumi dan badan yumi panas tinggi, jungsi menyuruh yama moto menyiapkan kompresan dan memakaikan di kening yumi


tak beberapa lama dikompres badan yumi kembali normal, dan jungsi melepaskan kompresannya lagi lalu menunggu yumi di sana saat tidur


tapi setelah turun panasnya, kebiasaan yumi kembali muncul, dimana ia mulai duduk, berdiri dan berjalan, jungsi kebingungan yumi bangun tidak menyapanya


ia pun berjalan mengikuti yumi berjalan dan yumi malah pindah tidur di sofa dekat pintu rumah itu


"dia terbangun" kata jungsi pada yama moto


"masih tidur tapi bu" kata yama moto


"oh, iya ya kok dia bangun dan bisa pindah tempat?" tanya jungsi bingung


tak lama yumi kembali bangun dan berpindah tempat malah tidur di dapur, jungsi kaget karna pindah didapur


paginya tiba, yumi terbangun sudah di tempat tidurnya lagi, ia melihat sudah ada Jungsi


"bu?" sapa yumi


"yumi kamu bangun?"


"iya, baru bangun, ibu sejak kapan disini?"


"semalam, ibu dapat kabar dari yama moto, kamu tidak enak badan, yumi, semalam kamu panas tapi turun panas kamu tidur sambil jalan" kata jungsi


"iya memang kebiasaan mu ya?" tanya yama moto


"iya, aku memang selalu tidur jalan, selalu pindah ketempat tidak terduga, makanya aku senang kalau bangun masih di kamar" kata yumi


"ahh yama moto mindahkan tidurmu, tadinya didapur" kata jungsi


"hehe bu, jangan takut ya, aku memang begitu kalau sudah tidur" kata yumi


"iya santai lah saya yumi, kamu sejak kapan tidur begitu?"


"sejak dari kecil bu, sudah lama banget, kebiasaan itu"


"ahh pantas ya"


jungsi pun berpamitan pulang karna semalaman ia tidak tidur, yama moto juga merasa capek juga semalaman tidak tidur


yumi pun meletakkan kepala yama moto di pahanya dan menemani juga menjaga yama moto yang tidur pagi itu


yumi pun diam, ia hanya menatap jauh diluar pintu rumahnya, pikirannya terlalu jauh, ia memikirkan semalam saat badannya panas itu, awal awal tidurnya, ia bertemu jonghyun

__ADS_1


wajah, baju, dan suasananya seperti berbeda, ada yang ganjal dalam mimpinya, ia bingung ucapan apa yang dikatakan oleh jonghyun dalam mimpinya dan ia mengambil hapenya untuk menelfon keberadaan jonghyun seperti ikatan batin, ia merasa harus mengecek hape memang, ia mengambil hapenya


__ADS_2