
"tapi kami masih bisa dikatagorikan orang tua yang peduli pada anaknya kan? kami hanya takut karna egois masing masing membuat kamu menderita" kata tasekawa
"enggak lah pa, ma, yumi mendukung apa saja keputusan terbaik bagi kalian, buat kehidupan yuni sekarang, jangan kuatir, yumi akan terus berusaha untuk diri sendiri dan untuk membantu kalian" kata yumi
tak selang beberapa lama, melihat arah jam, sudah waktu nya untuk yumi tidur
"ma, pa, kalian beristirahatlah, yumi tidur duluan ya" kata yumi
"oh, iya udah, tidurlah" kata tasekawa
yumi masuk kamarnya, diikuti oleh suri yang juga masuk kamar tamu, sementara tasekawa tidur di ruang tamu itu
sekitar dua jam berlalu, kebiasaan yumi kambuh, ia terbangun tengah malam tetap dengan mata tertidur, ia berjalan menuju kamar mandi untung nya suri bangun juga tengah malam itu
membuat suri melihat jika yumi akan masuk kamar mandi, dan ia menghalanginya, lalu mengarahkan yumi ke kursi sofa yang ada di samping kamar tidurnya
"astaga ini anak, tinggal sendirian tetap tidur mengigau dan berpindah pindah tempat, bagaimana jika dia tadi masuk dan tidur dikamar mandi" gerutu suri dengan nada perlahan
"yumi terbangun lagi?" tanya tasekawa
"iya, dia hampir tidur didalam kamar mandi"
"astaga, sini aku angkat dia kekamarnya lagi" kata tasekawa
tasekawa pun menarik tangan yumi dan mengangkatnya untuk dipindahkan kembali ke kamar tidur yumi
yap, seperti itulah kebisaan yumi ketika tidur, selalu jalan dengan mata terpejam dan berpindah pindah tempat tidur
karna kebiasaan sejak kecil, membuat suri dan tasekawa sangat paham situasi dan kebiasaan buruk itu, untuk itu mereka selalu ingat saat akan tidur untuk mengunci pintu rumah dan menarik kuncinya dari pintu
suri apalagi tasekawa juga selalu sigap ketika malam karna tau kekurangan anaknya
pagi tiba..
yumi yang terbangun masih berada di kamarnya pun teriak senang karna ia merasa akhirnya ia bisa tidur dengan nyenyak tanpa berpindah pindah tempat
"yumii, ada apa?" tanya suri kaget karna teriakan itu
"amma, aku senang, karna aku tidur hari ini sudah tidak berpindah pindah" kata yumi
"emm?" ucap suri bingung
"ya lah gak pindah, kamu lupa kita dirumah menginap? appa sudah yakin kamu akan berpindah pindah, jadi appa yang mindahin kamu ke kamar lagi" kata tasekawa
"semalam pindah kamu, tapi amma lihat, kamu akan masuk kamar mandi, jadi appa mu datang mengangkatmu dan memindahkanmu di kamarmu lagi" kata suri
"ahh" ucap yumi seketika melupakan rasa senangnya
karna yumi sejak tinggal sendiri selalu berusaha agar tidurnya tetap di atas ranjangnya, bahkan sampai sampai ia mengikat tangannya dan kakinya di setiap sisi ranjangnya tapi selalu terlepas dan tetap bangun ditempat berbeda
__ADS_1
"kamu gak ada acara diluar?" tanya suri
"gak ada ma"
"oh, yaudah, amma pulang lebih dulu ya kan sudah menginap, ada urusan di laundry, butuh amma"
"oh ya ma"
"amma pulang duluan ya, nenek minta belikan makanan kesukaannya sekalian, karna bukanya hanya pagi, takut kesiangan gak kebagian" kata suri
"oh ya dah ma"
tinggal tasekawa dirumah, tasekawa pulang lebih siangan karna pekerjaannya membutuhkankan siangnya
sorenya karna merasa bosan sudah tidak ada lagi orang dirumahnya, yumi bersiap pergi kerumah dong hyuk
sesampainya..
"yumi, masuk" sapa dong hyuk
"lagi apa kamu? sibuk?"
"gak, lagi santai, kalau off day kan enak dirumah saja gak ada kerjaan"
"oh iya juga"
tak lama ayah dong hyuk datang menyapa yumi
"paman?"
mereka pun mengobrol bersama disana bertiga membahas kerjaan baru yumi di resort
"kamu sekarang mau kumpulin uang lagi buat usah apa lagi?" tanya diang
"buat yumi saja lah paman, mau manjain diri sendiri saja" kata yumi
"lah kemaren kan kerja juga dapat bayaran memang gak manjain diri sendiri?" tanya dong hyuk
yumi menjelaskan kepada dong hyuk sekalian didepan diang tentang kemaren ia mengumpulkan uang untuk membantu ekonomi ayah dan ibunya yang menjadi alasan mereka berpisah
yumi mengatakan ia pikir jika membantu keuangan, semua akan balik tapi yumi salah, itu bukan alasan membuat mereka bisa kembali karna ekonomi membaik tetap membuat mereka masih dengan keputusan mereka berpisah
esok harinya, yumi yang menemui bos dari resort itu pun menyapa yumi karna mengenali yumi dari Diang
"yumi ya?" tanya nya
"iya pak, saya" jawab yumi
"selamat datang, untuk pekerjaan mu dimulai besok ya, karna hari ini kamu hanya perlu melihat dulu staff lainnya baru kamu besok bekerja apa yang harus kamu kerjakan" kata bos
__ADS_1
"iya pak"
"gimana sudah jelas dengan jam kerja, gaji dan libur nya setiap minggu?" tanya bos
"sudah pak"
"dari Diang?"
"iya pak"
"oh, kamu siapa nya Diang?" tanya bos resort
"saya teman dari anaknya paman Diang pak"
"Dong hyuk?"
"iya pak"
"ahh, kerja dimana dong hyuk nya sendiri?"
"katanya sih buka toko material kan sama paman diang" kata yumi
"oh, iya saya sempat dengar"
yumi mulai memerhatikan beberapa staff disana terutama bagian pelayanan yang mencatat pesanan pelanggan untuk diberikan kepada koki dan yang mengantarkan ke meja pelanggan akan beda bagian staff lagi
"gimana yumi, sudah paham apa saja yang kamu harus kerjakan?" tanya bos
"sudah pak, saya sudah paham" jawab yumi
"okeh baiklah, selamat bekerja"
beberapa hari kembali bekerja, yumi mulai lagi mengumpulkan uangnya, kini tidak ada tanggungan lagi dipikiran yumi untuk orang lain, karna ia merasa sudah cukup membantu ayah ibunya untuk memiliki usaha lebih baik lagi
ketika sedang bekerja, salah satu pelanggan memanggil nya, lalu meminta untuk di catatkan apa saja yang akan mereka pesan, disana hanya ada seorang ibu seusia ibu yumi, seorang bapak seusia bapak yumi, seorang pria muda tapi masih diatas yumi
"adek jadi dateng gak?" tanya ibu itu
"iya ma, tapi dijalan" kata pria muda itu
"itu didepan, ini pesan chat nya pas appa tanya sampai mana" kata bapak itu
"sudah bu? apa ada yang mau ditambah dari pesanan ini?" tanya yumi
"sudah"
"baik, silahkan ditunggu" kata yumi
tak lama yang orang tiga itu tunggu akhirnya datang, sesaat itu pula yumi yang sudah selesai menulis pesanan mereka mengulang membaca pesanan mereka dan mereka mengatakan benar, yumi pun pergi kearah dapur dan bersalipan dengan anak kedua dari ibu yang baru saja memesan makanan kepadanya
__ADS_1
anak lelaki ibu itu pun melirik kearah yumi karna ia terkesan dengan wewangian yang dipakai oleh yumi, aroma segar yang sebelumnya tidak dia temui