
hari berlalu, saat yumi lebih sering digodai oleh bangtan terutama sang trio maknae dimana mereka sama sama saling mencari alasan untuk setiap hari membuat yumi masuk keruangan latihan
"yumi" sapa taehyung
"ya?"
"aku mau lagi lemon tea tapi buatkan 7, di ruangan latihan ada 7 orang" kata taehyung
"ya"
"oh, sama ini belikan aku makanan diluar, aku lupa beli pas datang"
"okeh"
yumi menerima uang taehyung, lalu pergi membeli makanan yang diminta lalu membuatkan lemon tea dan mengantarkannya
"terimakasih yumi" kata jimin
"ya" jawab yumi
"uuh" ucap jungkook mendengar nada yumi yang menjawab singkat dan dingin
"ada lagi?" tanya yumi
"rahangmu tidak capek, diem aja, cuek terus" sindir jungkook
"kurasa tidak ada lagi, saya permisi" kata yumi
beberapa dari mereka memang lebih dekat dengan yumi, meskipun yumi adalah orang yang sangaat cuek tapi tidak untuk dua member yaitu Yoongi dan Hoseok dimana mereka terbilang member paling susah menyapa yumi
yoongi adalah member yang sangat dingin, di satukan dengan yumi tidak akan bisa menjadi hangat sementara hoseok adalah member yang penakut, ia terlalu takut dengan sikap cuek yumi akan membuatnya tersinggung
hari berbeda tapi dengan pekerjaan yang sama, kwan dan ceo agenci mengobrol tentang perpanjangan yumi yang sudah tiga bulan awal bekerja dan akan melanjutkan tiga bulan kontrak lagi untuk memastikan apakah yumi pantas menjadi staff tetap di bighit
hari itu kwan memanggil sejin dan menanyakan tentang sikap yumi karna yang membawa yumi adalah sejin
"ada apa hyung?" sapa sejin
"ini sejin, kamu kan yang bawa yumi untuk kerja kan"
"iya hyung, kenapa ya?"
"gak apa kok, tenang, gak ada masalah kok, saya cuma mau tanya memang sikap yuni itu dingin?"
"iya memang" kata sejin
sejin bingung antara jawab bohong atau jujur. tapi jika jujur akan panjang masalah nya jadi ia jawab saja berbohong
"oh memang watak ya?" kata ceo
"tapi pekerjaan nya halus pak" kata kwan
__ADS_1
"oh iya. saya tau" jawab ceo
"jadi urusannya apa nih hyung?" tanya sejin
"oh astaga iya, maaf lupa saya, jadi atas kesepakatan dengan pak ceo untuk lanjutkan lagi kontrak 3 bulan bekerja sebelum ditetapkan yumi jadi staff disini" kata kwan
"waah ini berita bagus pak" kata sejin
"iya bener, kamu beritahu dia, dua hari lagi untuk menemui saya" kata ceo
"baik pak" kata sejin
sejin memberitahu langsung kepada yumi, dan yumi senang karna memang itulah pekerjaannya yang mau tidak mau ia harus jalani
"yumi" sapa sejin masuk ruanga office
"hai, sejin" sapa yumi
"aku ada kabar baru, kamu perpanjangan setelah tiga bulan bekerja, aku harap kamu masih betah bekerja disini"
"oh ya? waah masih kok, makasih loh berkat kamu juga kan"
"iya sama sama"
"ada yang aku mau ceritakan, bisa kan makan siang sama aku?" tanya sejin
"bisa bisaa"
sejin mengajak yumi makan siang bareng siang itu, untuk bercerita tentang bangtan hampir bubar, karna beberapa masalah, sejin cerita kepada yumi karna ia baru ini merasakan memiliki teman dekat atau sahabat yang dalam satu perusahaan
"memang karna bully.an apa?" tanya yumi
"namjoon dikatakan tidak pantas jadi leader, hoseok juga dikatakan member terjelek" kata sejin
"hanya itu?" tanya yumi
"semua member dihina dengan kelemahan masing masing" jawab sejin
"namjoon dengan hoseok, lalu seokjin?"
"Seokjin tidak memiliki wibawa sebagai member tertua" kata sejin
"Yoongi?"
"yoongi terlalu keras, jimin terlalu lemah, taehyung terlalu baik, dan jungkook terlalu nakal"
"ahh alasan bodoh semua, yang artinya mereka memang tidak pantas jadi bangtan" jawab yumi
"yumi, kamu bicara apa?" tanya sejin
"ya kalau mereka sendiri saja tidak percaya dengan prestasi mereka, tapi malah minder dengan kekurangan, dah lah percuma" kata yumi
__ADS_1
yumi merasa jika bangtan memang tidak pantas menjadi idol, dan apa yang dikatakan yumi memang benar, jika melihat sisi kekurangan, semua manusia juga pasti ada kekurangan
tapi semua manusia juga diciptakan begitu banyak kelebihan, hanya bagaimana mereka mengatasi keduanya bersamaan
hari berlalu, saat rapat antara bangtan, sejin, Ming, kwan dan ceo di salah satu ruangan, yumi mengantarkan berkas yang baru saja ia sudah fotocopy
yumi mendengar keributan didalam ruangan, karna tidak enak, ia mengetuk pintu ruangan lalu masuk
"pak, buat berkas yang tadi sudah minta saya fotocopy" kata yumi kepada ming
"iya taruh sini, terimakasih"
yumi melirik ke arah member bangtan dimana semua terlihat habis menangis dengan wajah sembab mereka, mata bengkak dan merah
"lemah" ucap yumi kearah bangtan
"apa yang kamu katakan yumi?" bisik sejin
"mereka kenapa menangis?" tanya yumi
sejin menjelaskan tentang beberapa masalah karna hoseok akan keluar dari bangtan hanya karna banyak yang membully tidak suka dengan hoseok
yaaa singkat dari cerita yang kemaren diceritakan oleh sejin kepadanya
seketika yumi menjawab jika memang harusnya bangtan bubar saja
"memang harusnya bangtan bubar" jawab yumi dengan santainya
"apa yang kamu katakan yumi?" bentak sejin pelan
"karna percuma kalau ada 7 member berjuang tapi 1 dari mereka menyerah, tandanya lemah, sekalian saja kalian bubar" jawab yumi dengan santai
"tapi kamu tidak tau bagaimana rasanya jadi hoseok hyung yang selalu di hina dan dikatakan tidak pantas hanya karna wajah dan fisik" bentak jungkook
"ya karna kamu tidak memberikan kelebihan mu menutupi kekurangan itu" jawab yumi menunjuk hoseok
"apa yang harus aku lakukan? jelas mereka bilang, aku tidak pantas disini" kata hoseok
"memang mereka yang membayar bangtan jadi grup, pikir, jangan pakai otak orang lain, pakai otakmu, kamu dibayar oleh ceo mu, harusnya yang kamu pikirin ya ceo mu, bukan orang lain" jawan yumi
semua seketika hening, membenarkan perkataan yumi
"kalian ada disini, bukan untuk memikirkan apa yang dikatakan diluar, kalau kamu berhenti karna hinaan itu, bodoh kamu" bentak yumi menunjuk hoseok
"yumi" ucap sejin
"kamu kerja kurang keras mendidik mereka, jangan terlalu lembek, biar mereka bekerja tidak lemah" jawab yumi kepada sejin
"sudah, kalian bubar saja sekalian, percuma juga jadi idol, untuk apa memikirkan diri sendiri" ucap yumi
"tidak ada yang memikirkan diri sendiri disini" kata namjoon
__ADS_1
"munafik, hanya karna hinaan itu jadi lemah dan mengorbankan perjuangan kemaren, itu tidak dikatakan memikir diri sendiri?" kata yumi
"okeh, bicara lah baik baik, duduklah disini dengan tenang, lalu menurutmu apa yang harus dilakukan disituasi ini?" tanya kwan