Super Freezer

Super Freezer
40


__ADS_3

"terus kalau ambil liburnya minggu?" tanya yama moto


"tapi kalau liburnya minggu pagi sampai siang, ya sorenya kerja lagi kan, sama saja" kata yumi


"ya sama aja sih ya" jawab yama moto


"begitulah kan kalau kerjaan sama agenci harus total waktu, tapi gaji kecil, gimana lagi, aku daripada diam terus, uang gak akan nambah malah ngurang"


"iya betul, semangat ya kamu"


"oh ya pasti, kamu juga"


malamnya, sekalian waktunya yumi pulang, yama moto pergi mengantarkan yumi pulang baru pulang bersama sang ibu


"makasih ya sudah diantarkan bu" kata yumi


"iya, kamu istirahat ya" kata yama moto


"emm, besok mulai aktif kerjanya kan?"


"iya"


"maaf ya aku gak bisa temani dulu"


"iya aku tau kok, kan sama sama ada kerjaan"


tapi tiba tiba jungsi membuat yumi dan yama moto kaget karna ia memanggil keduanya untuk mengatakan rasa penasarannya


"kalian ini benar pacaran apa tidak sih?" tanya jungsi


"ibu, kenapa tanya itu? iya lah, memang kenapa?" tanya yama moto berbisik


"kenapa tidak ada yang panggil panggilan sayang? panggil apa gitu, malah panggil nama dengan santainya" kata jungsi


"ahh soal itu, karna memang itu anak kecil ma, kita dah dewasa, gak perlu ditunjukkin juga kalau pacaran" kata yama moto


"ya gak nunjukkin tapi simbol" jawab jungsi


"simbol gimana ya sama saja nunjukkin bu, kan panggil sayang, jadi buat orang jadi tau" kata yama moto


"ya biar semua orang tau memang kan kalau pacaran?" jawab jungsi


"ah gak perlu bu, kalau ada yang tanya baru dijawab, yang penting aku sam yumi nyaman dengan ini" jawab yama moto lagi


"memang kamu juga setuju gitu?" tanya Jungsi kepada yumi


"hemm iya setuju saja bu, nyaman begini" kata yumi tersenyum lebar


"dasar anak sekarang ya, gak ngerti cara pemahamannya" gerutu jungsi

__ADS_1


"dah lah, kita pamit ya yumi, byebye" kata yama moto


"iya"


esoknya, yumi kembali bekerja, sesampainya di tempat kerja, yumi menaruh tasnya di ruangan ganti bangtan lalu kembali menulis untuk apa saja yang butuh dibeli diluar


setelah mencatat, yumi menemui kwan menunjukkan yang akan dibeli, kwan memberikan atm yang berisi uang khusus untuk pengeluaran kebutuhan bangtan


"pak, ini aku yang bawa?" tanya yumi


"iya lah, semua yang jadi penanggung jawab untuk wardbrobe bangtan kan pakai uang bangtan, ini kamu yang pegang" kata kwan


"okeh pak, saya tulis setiap laporan keluarnya"


"bagus, sudah bisa kamu pergi deh, nanti jangan lupa pesanan saya, sudah ditambah kan?"


"tiga topi? sudah pak"


"iya, oh ya, yumi butuh teman?" tanya kwan


"oh tidak pak, saya bisa sendiri" kata yumi


"nanti barang kamu beli ini banyak" kata kwan lagi


"iya saya bisa pak" jawab yumi


yap, yumi dengan mudah dapat kepercayaan sebesar itu mengoprasikan sendiri atm yang sangat privat itu


tapi kali ini yumi tidak mau tergantung, ia bisa mengerjakan pekerjaannya sendiri


setelah urusan nya selesai, yumi bersiap akan pergi, tapi salah satu cleaning tidak sengaja meletakkan pisau kearah atas


yumi yang akan mengembalikan gelas untuk di cuci oleh cleaning, ia berlari mengambil gelas kotornya dan memberikan pada cleaning tapi saat akan taruh gelas seketika pergelangan tangan yumi terkena pisau itu membuat pergelangannya tersobek yang teriak justru cleaning nya


"nuna, astaga maaf" kata Jun bae


"tidak kenapa kok, sudah bawa itu gelasnya" kata yumi


Jun bae bingung karna melihat keadaan yumi seperti tidak merasakan sakit, buktinya yumi tetap jalan dengan santainya


Jun bae pun membawa gelas itu dengan menceritakan kepada anak buah nya tentang yang terjadi kepada yumi baru saja


"itu terlalu dingin dia mungkin" kata staff disana


"iya kalau terlalu dingin sih gak masalah, kalau dia bukan manusia? tidak merasakan sama sekali sakit loh" kata jun bae


"tapi tangannya berdarah?"


"iya sih"

__ADS_1


"manusia lah pak"


"ya siapa tau kan"


oh ya jun bae adalah kepala cleaning di agenci itu


semua staff cleaning itu juga kaget dengan apa yang dikatakan oleh jun bae dimana mereka semua tau bagaimana yumi sangat dingin


sementara yumi pun pergi sendirian untuk membeli beberapa keperluan bangtan di salah satu pusat perbelanjaan, ia membeli mulai dari kaos santai, topi, kacamata, gesper, dan masih banyak lainnya sampai ia harus menyewa satu mobil taksi penuh


saat sampai, yumi turun dan meminta agar satpam jaga di agenci membantunya, lalu memasukkan barang ke ruangan bangtan dan menatanya


untung saja satpam gerak cepat membantu yumi, jika tidak yumi jelas akan mengomel dan melempari satpam dengan banyak ucapan halus tapi sangat menyindir, yap terkenal dengan ucapan pedasnya dan gaya savage nya, tidak ada staff lain yang mau dekat dengan yumi


tapi tidak mau juga berurusan dengan yumi, lebih memilih diam dan membantu yumi jika dirasa butuh bantuan


sudah tidak asing dengan yumi "super freezer" yang memiliki sifat keras, wataknya dingin tapi mulutnya pedas, tentu membuat sebagian orang harus memilih mengalah jalan baiknya daripada urusan panjang dengan omelan omelan pedas yumi


setelah didalam ruangan, yumi baru membersihkan luka yang tadi terkena pisau, dengan santainya ia membersihkan tak lama pak ceo pun masuk ruangan wardbrobe bangtan dan menyapa yumi disana


"yumi" sapa ceo


"ya pak?"


"coba saya lihat kerjaanmu"


"silahkan pak"


"jadi segar ya ruangan bangtan setiap hari, biasanya kalau gak ada kamu, ruangan ini pengap, bau bekas keringat member bangtan pas latihan" kata ceo


"oh ya kah pak?"


"iya"


"hubungannya sama saya apa ya pak?" tanya yumi


"ya kamu kan yang bikin ruangan ini wangi dengan aroma segar khas mu" kata ceo


"iyaaa pak"


ruangan bangtan hanya hari tertentu saja tercium wangi jika bangtan sedang tidak sibuk latihan dance karna staff akan membersihkannya


tapi sejak yumi bekerja disana, ya setiap yumi datang dan masuk keruangan itu, ruangan itu akan sangat wangi


sepulang bekerja, yumi bersiap siap akan pulang, ia mendapat sapaan dari satpam jaga pintu utama disana


"yumi, ada yang mencarimu tadi" kata satpam


"siapa?" tanya yumi dengan wajah datar

__ADS_1


"tidak, tau, dia bilang apa, tapi sepertinya dia menunggu"


yumi pun pergi mencari orang yang dimaksud oleh satpam dari pintu bagian luar


__ADS_2