Super Freezer

Super Freezer
45


__ADS_3

"bener banget, gue aja awalnya kaga mau tuh kerja disana, malu, tapi mau gak mau, sadar aku bukan orang yang mudah dekat dengan orang lain seperti kamu" jawab dong hyuk


"hemm, aku juga sama aja, sekarang beda sama aku yang dulu, aku juga susah dekat dengan orang lain" kata yumi


"oh ya? karna apa?"


tak lama mereka sampai dirumah yumi, dong hyuk turun dan melihat motor lama yumi.. yumi tidak sempat menjawab pertanyaan dari dong hyuk, dan dong hyuk juga seketika lupa saat melihat motor lama yumi masih ada


"loh ini masih ada" kata dong hyuk


"iya memang masih ada, kemaren aku balikin pada amma appa tapi karna mereka memberikan untukku, jadi aku bawa lagi"


"ahh, dijual tidak? ini cukup enak kok dipakai" tanya dong hyuk


"gak dijual sih, tadinya ia mau kujual, tapi kalau kamu mau pakai, itu ambil saja" jawab yumi


"ahh ambil gimana?"


"ambil, pakai sudah semau nya kamu, selamanya juga tidak apa kamu ambil" kata yumi


"apa sih serius kamu ini"


"iya serius aku"


"aku ada kok uangnya, aku bayar saja, berapa kamu minta"


"aku dah bilang kan aku gak minta, bawa saja, pakai sesukamu"


"lah, kok jadi gitu?"


"iya bawa, aku beneran dong hyuk, aku berikan ini yang pertama disini juga gak dipakai, yang ada malah kelamaan rusak kan, kedua, aku anggap aku memberimu sebagai tanda terima kasih karna kamu sudah banyak membantuku selama ini aku bekerja ayahmu carikan" kata yumi


"yumi, ini kamu serius beneran?" tanya dong hyuk


"ya lah, serius aku"


"bagaimana orang tuamu tanya?"


"aku bilang saja kuberikan kepadamu, mereka tidak akan keberatan sama sekali tau aku kasih kamu" kata yumi


"ah yumi, beneran kah?"


"serius, bawa, aku ambilkan kunci sama surat suratnya"


"yumiiii" ucap dong hyuk tersenyum malu


"aku kasih juga karna banyak sekali aku dibantu kamu dan paman diang, harga motor itu tidak ada apa apanya" kata yumi


yumi memberikan motornya gratis, tanpa meminta imbalan uang apapun, ia memberikannya benar benar iklas karna memang dong hyuk dan ayahnya sangat banyak membantu urusan pekerjaannya


"ini" kata yumi


"yumi, kalau kamu butuh sewaktu waktu, ambil langsung gakpapa kok ya" kata dong hyuk


"gampang"

__ADS_1


"makasih banget ya yumi ya, maafin aku jadi merepotkanmu"


"ya tidak lah, aku yang merasa merepotkan kamu dan paman diang dulu sebelum aku bisa nyari kerjaan sendiri


"enggak lah, sama sama kita saling bantu saja"


"iya iya"


malamnya yama moto datang, melihat sudah tidak ada motor ia pun bingung lalu menanyakan pada yumi


"loh yumi" sapa yama moto


"iya yama kenapa?"


"itu motor kamu kok gak ada, aku pikir kamu pergi"


"oh motor itu dibawa sama dong hyuk" kata yumi


yumi menjelaskan jika motornya ia berikan kepada dong hyuk karna ia memang tulus memberikannya sebagai tanda terimakasih selama ini sudah membantunya urusan pekerjaan


"oh jadi diberikan dong hyuk? ya sudah" jawab yama moto


"lagian disini buat apa, rusak kan kalau gak sering dipakai, aku juga tidak mau menjualnya dan donghyuk sedang butuh itu, jadi ku kasih, dia juga janji gak akan menjualnya" kata yumi


"iya sudah, bagus deh, biar dipakai sekalian dijagain kan sama dia, lagian tanpa dia dan ayahnya yang membantuku pekerjaan, aku tidak akan menjadi seperti sekarang ini" kata yama moto


"iya, kamu benar, aku juga merasa begitu"


"kabari appa amma, biar mereka gak bingun kan, kamu juga lega karna sudah bilang"


"gimana?" tanya yama moto


"mereka mau saja kok"


"ahh bagus lah kan"


"emm kalau mereka memang akan menerima saja apalagi mereka sangat dekat dengan dong hyuk"


paginya, yumi akan pergi bekerja, yama moto datang lebih awal sebelum yumi berangkat untuk membawakan makan pagi buatannya


mereka pun makan berdua diruang tamu, yumi merasa masakan yama moto terasa enak, meskipun ia berbohong


"enak?" tanya yama moto


"emm enak banget lah, kamu kan pintar masak aku hapal" kata yumi


dalam hati yumi, ia tidak sama sekali merasakan apapun disana, karna ia memang tidak pernah bisa merasakan makanan yang begitu menyengat rasanya, dimulutnya benar benar hambar


tapi anehnya itu bukan sejak lama ia rasakan, jika tidur berjalan ia memang sejak kecil, jika mati rasa itu juga sejak ia kecil, tapi hilang perasa itu entah tepatnya sejak kapan tapi yumi tidak pernah memikirkan itu, dianggapnya ya sama saja dengan kekurangan dirinya


"okeh semangat buat kerjaannya ya" kata yama moto


"lamu juga ya" kata yumi


"okay"

__ADS_1


setelah selesai makan, yumi berangkat kerja, sesampainya ia masuk ruangan wardbrobe bangtan dan disidak oleh jimin dan taehyung


"yumi" sapa jimin


"ya"


"kemaren kenapa kamu pergi dengan lelaki lain bukan pacarmu yang katamu?" tanya jimin


"kenapa kamu mengintaiku?"


"aku tidak mengintaimu, aku tidak sengaja melihatmu kok" jawab jimin


"atau jangan jangan kamu memiliki dua pacar?" sambar taehyung


"aku bukan kamu" jawab yumi


"ya siapa tau, eh tapi aku tidak pernah memiliki dua pacar" jawab taehyung


yumi kembali bekerja, tapi tak lama jungkook tiba tiba datang ikut mengganggu yumi, ia memeluk yumi dari belakang sambil menciumi aroma tubuh yumi


"jungkook, ada apa?" tanya yumi


"tidak, biarkan aku menikmati aroma kamu, au sedang lelah" kata Jungkook


yumi pun membiarkan jungkook terus menepel memeluknya sambil ia bekerja, menulis, mendata, mengetik laporan, terus diikuti oleh jungkook


"jungkook, apa yang kamu lakukan?" tanya namjoon


"ahh hyung, tunggu, aku mau merefresh dulu otakku"


"cepat balik ke ruang latihan, kita masih ada dance praktik"


"ya hyung"


tak lama namjoon datang meminta untuk semua member bangtan berlatih lagi karna bangtan memang akan ada konser


selesai memeluk yumi, jungkook pun mencium kepala yumi dan berpamitan pergi..


hari berlalu, saat yumi bekerja seperti biasanya, jun bae yang merasa penasaran tentang yumi mencoba sekali lagi dengan cara jitunya yaitu memasang paku di salah satu tembok dan saat yumi jalan melewatinya junbae seketika akan mendorong yumi


"yumi" sapa hoseok


"ahh"


"aku pengen dibuatkan lagi lemon tea seperti kamu buatkan jimin dan taehyung dulu" kata hoseok


"okeh"


"buatin?"


"iya lah"


"emm aku boleh ikut?"


"boleh"

__ADS_1


__ADS_2