
sementara diluar ruangan office, ada tiga member bangtan, taehyung jimin yoongi
taehyung dan jimin yang penasaran pada sosok yumi tapi ia takut menyapa yumi karna mendengar banyak staff lain bicara tentang bagaimana sosok yumi
dan jimin yang memiliki ide jahat untuk menumbalkan yoongi pun dibantu oleh taehyung
"hyung, pesan kan minuman ya, aku pengen minum lemon tea ala ala luar negri gitu" kata jimin
"kenapa aku?" tanya yoongi
"aku hanya pengen tau reaksinya" kata jimin
"ya kamu saja sendiri biar langsung tau" kata yoongi
"hyung kan dingin, dia dingin, aku jadi pengen tau kalau dia bersikap gimana, biar nanti keduanya aku tau harus apa" jawab taehyung
tiba tiba taehyung memaksa yoongi masuk ke ruangan office dan terpaksalah yoongi masuk menyapa yumi
"hemm ehem" ucap nya
yumi membalikkan badan dan melirik kearah yoongi disana dan menyakan nya
"ada yang mau kau pesan?" tanya yumi
"aku mau pesan lemon tea" jawab yoongi
"okeh berapa"
seketika yoongi terdiam karna ia lupa berapa ia akan memesan lemon tea tadi, melirik kearah pintu dan taehyung memberikan kode taehyung satu dan jimin satu karna ia juga haus jadi memesan 3
"satu" jawab yoongi singkat
"ya" jawab yumi
yoongi sebenarnya begitu menghirup aroma tubuh yumi disana, tapi yumi melihat kearah yoongi masih ada
"masih ada lagi selain lemon tea?" tanya yumi
"ahh, tidak"
"mau ditunggu?"
"antar saja deh, ke ruangan latihan bangtan"
"aku tidak tau dimana ruangan itu"
"ahh, serius kamu tidak tau"
"tidak"
yoongi menjelaskan letak ruang latihannya tapi yumi tidak memerhatikan membuat yoongi kesal
"kau mendengar tidak apa yang kukatakan?" tanya yoongi
"ya"
__ADS_1
"yaudah deh, aku tunggu disana"
"ya"
yoongi keluar dan menyapa jimin juga taehyung, mereka menanyai bagaimana tapi yoongi malah menggerutu
"gimana hyung?" tanya jimin
"pasti asik deh, kan cool boy dengan cool girl bertemu" kata taehyung menggodainya
"gila saja kamu bilang asik? dingin sekali. untung saja wajahnya cantik kalau tidak kucakar dia" jawab yoongi
setelah mereka menunggu, yumi mengetuk pintu latihan bangtan tapi yang membuka pintunya hoseok
"kaaa.. mu.." kata hoseok
"aku antar pesanan lemon tea" kata yumi
"siapa?"
"tidak tau"
"lah"
"ini" kata yumi
"emm masuk saja, aku juga tidak tau" kata hoseok
seketika yoongi menerima minuman itu dan memberikannya kepada jimin dan taehyung, setelah nya yumi tanpa basa basi pun langsung pergi
"wangi tapi horor" jawab yoongi
hari berlalu, dimana seiring pekerjaan yumi selama di agenci itu, sejin jelas mendengar juga tentang sikap dingin yumi, karna sejin merasa itu bukan sikap asli yumi yang kepadanya yaa layaknya teman. masih cukup ceria dan sopan jauh dari kata dingin
tapi sejin juga pernah mengetahui tentang bagaimana tersinggungnya yumi ketika membahas soal Jonghyun, dan sejin berpikir, jika ada hubungannya dengan itu
saat yumi akan pulang, seperti biasa setiap week end selalu dijemput oleh yama moto, sejin tidak sengaja melihat mereka dan terbesit untuk mengajak mengobrol yama moto tanpa yumi
hari berlalu, dimana saat yumi berangkat kerja diantarkan oleh yama moto setiap selesai week end
yumi masuk kantor nya dan sejin diam diam keluar menemui yama moto lalu menyapa nya
"yama" sapa sejin
"pak" sapa yama
"panggil saja sejin, biar sama dengan yumi"
"oh iya sejin, ada apa ya? yumi bsru ini masuk sudah"
"iya. saya tidak ada urusan dengan yumi, ada perlu sama kamu" kata sejin
"oh iya, ada apa ini?"
"bisa bicara di tempat lain saja?"
__ADS_1
"bisa bisaa"
mereka pergi ke salah satu caffe yang tak jauh dari sana yaitu doggies, disana mereka mengobrol tentang yumi
sejin mengatakan jika ada yang berbeda antara yumi kepadanya (sejin) dan yumi kepada staff staff di agenci baru tempat kerja
disini baru yama moto menjelaskan tentang yumi mulai dari awal ia bekerja di SM untuk shinee, lalu tentang kedekatan nya dengan member shinee, dan kedekatannya dengan jonghyun, sampai dimana yumi berada disituasi sangat sakit ketika ia tau tentang kematian jonghyun itu
semua dijelaskan secara rinci oleh yama moto membuat sejin pun tau kini apa alasan yumi tidak mau dekat dengan orang asing lagi terutama didalam hubungan pekerjaan
"jadi itu tentang yumi, soal kemaren dia kenapa begitu marah tentang kamu yang tanya kematian jonghyun" kata yama moto
"ahh. iya aku baru sekarang paham" kata sejin
"jadi jangan bahas jonghyun kalau bisa"
"beruntung aku kenal dia sebelum kejadian itu, jadi aku masih bisa berteman dengan sosok yumi yang aku tau sebenarnya bukan gadis dingin" kata sejin
"iya, sejak itu memang yumi sama sekali tidak mau kenal dan tambah teman orang asing, apalagi dalam pekerjaan, ia takut kenangan itu terbuka lagi, karna aku tau bagaimana ia menyimpan semua tentang jonghyun" kata yama moto
"iya aku sekarang tau" kata sejin
dihari yang sama ternyata kwan, sang manager utama di agenci tempat yumi bekerja, yaitu bighit, dimana ia penasaran dengan sikap yumi bagaimana dinginnya
ia mencoba memesan minuman melalui telfon di ruangan office dan kepala office yang menerima
mendengar kwan meminta agar yumi membuatkan capucinno panas dan diantar keruangannya, yumi segera melakukannya dan mengirim minuman itu
setelah sampai, ternyata ia sedang sakit perut lalu meminta untuk yumi sekalian membersihkan ruangan nya
"pagi pak" sapa yumi
"iya pagi" sapa kwan
"pesanan capucinno panasnya" kata yumi
saat menyentuh gelas, gelasnya terlalu panas membuat kwan kaget
"astaga ini panas" kata kwan
"iya pak, tadi pesannya capucinno panas bukan?"
"oh iya bener, eh, sekalian saya minta kamu bersihkan lemari berkas saya itu ya" kata kwan
"saya office pak bukan cleaning" jawab yumi
"iya, nanti setelah bersih semua saya kasih tips" kata kwan
kwan pergi dan yumi mengerjakan apa yang diminta oleh kwan, ia membersihkan lemari berkas sekaligus ruangan itu seluruhnya, saat kwan balik, ia kaget dengan hasil kerja yang bagus
"kamu bersihkan semua?" tanya kwan
"kan tadi pak kwan bilang sendiri akan di kasih tips jika semua bersih, saya bersihkan semuanya sekalian" kata yumi
"iya bener juga" jawab kwan
__ADS_1
yumi pun selesai dengan urusannya seperti permintaan kwan tadi, ia meminta uang yang dijanjikan lalu ia pun pergi, kwan merasa pekerjaan yumi memang sangat rapi, semua apa yang jadi jawaban nya juga benar, jadi kwan bukan merasa rugi akan sikap dingin itu melainkan bangga, karna masih ada pekerja yang hebat