
"lihat tuh, itu calon menantu kebanggaan, meskipun dekat dengan keluarga yumi dan dekat dengan yumi sendiri tapi sadar diri buat pamitan" kata suri
"ya gak usah lah berlebihan, kita juga butuh privasi bicara" kata tasekawa
"ya kan sudah, dia pergi, pamit baik baik, gak kaya pilihan kamu itu" jawab suri
"siapa? yama? yama baik, dia sopan kok sama kita" kata tasekawa
"iya tapi apa dia pamit ketika kita bicara penting dengan yumi, yaa setidak nya dia sadar diri, menghindar dulu meskipun tidak pergi, bukannya ikut nimbrung duduk kita mengobrol" kata suri
"jangan beda kan orang lain, setiap orang ada lebih ada kurangnya" jawab tasekawa
"nah itu, memang berbeda lah, kan eunsoo sopan, kamu lihat sendiri" sambar yumi
"kalian datang cuma mau bicara itu?" tanya yumi
"dia sih" jawab suri
"lah, yang duluan itu kamu, kenapa aku disalahin?" jawab tasekawa
"terus saja" jawab yumi
mereka pun balik ke topik yang akan mereka bahas bersama tentang yumi akan merenovasi rumah ini
dengan uang hasil ia kumpulkan selama bekerja dari agenci bangtan
"oh ya sudah, gakpapa, suratnya besok mama bawain" kata suri
"jadi kamu mau tempatin rumah ini lagi?" tanya tasekawa
"iya pa, karna kan lumayan buat ditinggal kan jadi gak keurus" jawab yumi
"iya udah kalau begitu, jadi papa kalau mau pulang bisa kesini" kata tasekawa
setelah membahas soal rumah itu masuk pembahasan kepada yang akan diberikan untuk yumi dari suri dan tasekawa yaitu kabar baik untuk yumi tentang usaha yang dikelolah mereka berdua berjalan pesat
seketika mendengar kabar itu, yumi kaget, tentu karna ia merasa semua hasil keringat nya benar benar dimanfaatkan baik baik orang tua nya
yang dimana dulu ia berniat untuk menyatuhkan keluarga utuh tapi tetap tidak bisa ia pun mencoba dengan rasa iklas membantu mereka lagi tanpa imbalan apapun
"lalu apa yang kalian akan lakukan?" tanya yumi
"mama sih sudah pastikan tidak akan buka cabang apapun, mau fokus pekerjaan satu di tempat itu, tapi mama sudah sudah membeli toko sebelah laundry mama untuk meluaskan lahan mama" kata suri
"oh ya ma?" tanya yumi kaget
"emm. dalam pembangunan masih, ini semua karna papa" kata suri
"papa? kenapa memang?" tanya yumi
__ADS_1
"ya papa selalu rekomendasi pelanggan butiknya kalau mau laundry tepat untuk bahan mudah rusak atau sulit ya kepada laundry mama" kata suri
"ahh, oh ya? waah" ucap yumi
"papa juga gak mau kalah yumi, papa sudah menambah butik dengan toko kain sendiri, produksi atau made tasekawa in japang - seoul dan membayar untuk designer muda talented" kata tasekawa
"benarkah?" tanya yumi
yumi senang bukan main, ia memeluk kedua orang tuanya dengan rasa bangganya
malamnya, mereka makan bersama, tasekawa dan suri memutuskan untuk menginap saja dan mereka tidur dikama berbeda
esok paginya, seperti biasa, yumi terbangun masih di atas ranjang tidurnya, bukan tanpa sebab, karna baik tasekawa maupun suri sama sama paham kekurangan anaknya dan selalu berjaga yumi sesekali melihat yumi yang sedang tidur memaskikan baik baik saja
paginya...
yumi terbangun dan melihat ke kamar orang tuanya, ayahnya masih tidur sangat lelap, ibunya sudah bangun tapi sedang menelfon seseorang soal pekerjaan
yumi kembali ke dapur, memanaskan beberapa makanan sisa semalam untuk makan paginya lalu suri keluar menyapanya dan disusul tasekawa
"yumi, papa hari ini pulang siang ya, karna pekerjaan di tempat kerjaan lagi menumpuk" kata tasekawa
"oh iya pa"
"mama bisa lebih lama tapi gak bisa menginap lagi, soalnya sorenya masih mau pergi kenutuhan sabun cuci dan pewangi" kara suri
"iya ma"
seperti biasa, suri selalu memuji dan membanggakan eunsoo apalagi ketika didepan tasekawa
akhirnya tasekawa pun pergi karna sudah pamitan sejak pagi untuk urusan pekerjaan disusul oleh suri juga sejam setelah tasekawa pergi, suri juga ikut pergi
"mereka menginap ya?" tanya tasekawa
"emm, oh ya, ada apa?" tanya yumi
"tidak ada, ingin main saja, aku jadi betah kalau kerumah kamu, gak kepikiran mobil"
"ahh, kok bisa?"
"iya, jalan depan kan bisa buat mobil"
"oh, iya didepan jalan raya"
"sama bisa parkir dalam"
"iya juga"
mereka mengobrol disana berdua sampai akhirnya yumi mengatakan jika ia akan menemui yama moto hari itu juga
__ADS_1
sebenarnya eunsoo tau hari itu adalah hari berkunjungnya Ryu san ke perawatan kecantikan usaha yama moto
tapi eunsoo tidak mengatakan apapun hanya mendukung apapun yang dilakukan yumi kedepannya
"aku akan menyelesaikan urusan ku dengan dia, kamu benar, harus di klarifikasi dulu" kata yumi
"emm memang gitu harusnya kan, kapan memang mau kesana?" tanya eunsoo
"sebentar lagi"
"sore ini?"
"emm"
"emm yumi, aku tidak bisa mengantarkan kamu" kata eunsoo
"oh ya tidak apa apa eunsoo"
"bukan apa, itu kan privasi kalian, aku takut ada nya aku malah salah, nanti kalau selesai, kabari aku ya kalau misalkan mau aku jemput" kata eunsoo
"iya"
yumi pun pergi dan juga eunsoo yang juga pergi menuju truck coffe nya
saat sampai di YM House, yumi memarkirkan motornya dan tidak melihat disana ada motor milik yama moto, ia kuatir jika yama moto tidak ada disana
"selamat sore kak, ada yang bisa dibantu?" tanya admin
"saya cari yama" kata yumi dengan nada dingin tanpa ekspresi
"ehh kak yumi, silahkan kak ada di ruangan perawatan biasanya" kata admin lama
admin menyapa yumi pertama kali adalah admin baru, jadi tidak tau siapa yumi dan kesal saat melihat wajah datar yumi tapi admin lama menjelaskan tentang yumi
yaa setelah menyapa admin, lalu menanyakan yama moto, dan diberitahu jika sedang perawatan, yumi berjalan ke arah ruang perawatan khusus untuk yama moto pribadi
saat ia mengetuk pintu ruangan, seseorang membukanya, saat yumi melihat kearah gadis itu, dengan perut sedikit buncit "hamil" dan menyapa yumi
"emm anda cari siapa ya ini ruangan pribadi saya dengan pacar saya perawatan" kata gadis itu
seketika yumi hanya diam tanpa menjawab apapun yang dikatakan oleh gadis didepannya itu karna gadis itu adalah ryu san
"kamu pacarnya?" tanya yumi
"pacarnya? iya saya pacar yang milik YM House ini, aku Ryu san" kata ryu san
"salam kenal, Miyumi Na Ra" kata yumi
"ahh, ada perlu apa dengan pacar saya?"
__ADS_1
"klien langganan" jawab yumi
"ah, tunggu saya panggil kan"