
seketika, yumi menunduk dan merasa jika usaha nya dua tahun dan masuk tahun ke tiga itu serada sia sia, bukan sia sia gimana sih, lebih tepat nya tidak menghasilkan keputusan baik untuknya
"harusnya bisa kan ma, pa, dulu kalian bilang karna faktor ekonomi, faktor keuangan, aku berpikir bisa, tapi tidak bisa, kalian kekeh memutuskan menjadi teman saja, partner baik untuk aku, tapi aku tidak baik baik saja" kata yumi menunduk
"yumi" kata suri menyentuh lengan anaknya
"gak papa ma, kalau itu keputusan terbaik untuk kalian, semoga kalian bahagia" kata yumi
"kami bahagia, melihat kamu tumbuh menjadi anak yang membantu kami" katreea tasekawa
"apa kalian sudah memiliki pasangan masing masing? kenalkan padaku" kata yumi
"amma tidak ada pasangan, amma dekat dengan lelaki semua nya teman biasa" kata suri
"appa tidak berpikiran mencari orang baru, itu terlalu sulit" kata tasekawa
"tidak ada, ayah ibuku sama sama tidak menikah tapi memang mereka tidak bisa lanjutkan kebersamaan saja" jawab yumi
mendengar itu, seketika yumi mencoba kembali rasa iklasnya lebih besar, ia menghirup napas nya dan mengeluarkan perlahan..
seolah allah mendengar apa yang membuatnya bersedih, suara adzan terdengar dari salah satu radio yang sengaja ia set untuk mengeluarkan panggilan tuhan untuknya sholat
Suri kaget, karna mendengar suara adzan dari rumah anaknya
"ma, pa, yumi pamit ke belakang dulu" kata yumi
"yumi, itu suara apa?" tanya suri
"adzan ma, panggilan sholat" jawab yumi
"kamu sejak kapan sholat? sholat bukankah agama untuk orang muslim?" tanya suri
"iya, yumi memutuskan masuk jadi muslim sebagai agama yumi, karna yumi tidak mau ikut dengan siapapun dalam agama" kata yumi
seperti yang diketahui, keluarga yumi menganut banyak sekali agama, bahkan terbilang semua agama dianut oleh keluarganya
kakek nenek dari Suri menganut agama khatolik
kakek nenek dari tasekawa menganut agama atheis
sementara suri dan tasekawa sejak mereka menikah memutuskan menganut atheis, ketidak percayaan kepada semua kitab meskipun ia percaya ada nya tuhan
yumi pun beranjak dari ruang keluarganya dan bersiap untuk sholat, tasekawa dan suri mengikuti anaknya dan memerhatikan apa yang dilakukan oleh yumi, dan mereka terharu ketika yumi benar benar melakukan kegiatan sholat orang muslim
"apa kamu sudah tau?" tanya Suri pada tasekawa
"sudah" jawab tasekawa
"kenapa tidak memberitahuku?"
"kupikir yumi memberi tahumu" kata tasekawa
"tidak, siapa yang membantunya?"
__ADS_1
"beih"
"beih? serius? tapi gak ada beih bilang padaku"
"yumi yang bilang kalau beih yang bantu"
setelah selesai, yumi kembali kepada ayah ibunya dengan wajah sedikit lebih fresh, dan ia sudah bisa menerima keputusan ayah ibunya untuk tetap dalam situasi perceraian itu..
"yumi, mama kepikiran semalam ini menginap" kata suri
"oh ya ma? menginap disini ma?"
"iya, kebetulan amma gak ada kerjaan, besok juga staff amma di laundry saja yang masuk" kata suri
"oh iya udah ma, terus appa?" tanya yumi melirik
"emm.. appa, iya udah deh, sekalian bareng, kan appa juga belum pernah menginap dirumah ini sama sekali" kata tasekawa
yumi cukup senang meskipun hanya semalam setidaknya menginap bersama dirumah yumi
malam tiba, waktu makan malam, yumi menyiapkan makan, pesanan datang, yumi membeli nya melalui order online di salah satu rumah makan yang ada pengantaran makanan
saat pengantarnya datang, yumi membuka pintu dan menerima makanan nya, sambil menunggu pengantar makanannya mengambil buku tanda terima
"loh, kok namanya beda di aplikasi?" tanya yumi
"oh, iya nuna, teman saya yang pengantarnya tiba tiba saja ada urusan, dia kan juga part time kerjanya" kata pengantar makanan
"oh"
"iya"
"terimakasih nuna"
"ya"
yumi kembali masuk rumah, dan yumi menyiapkan makanan nya dimeja makan
"yumi, kamu masak ini?" tanya suri
"amma, enggak ma, yumi pesan" kata yumi
"oh, berapa harga?"
"sudah kubayar ma, kan ada uang kemaren dari appa masih ada buat makan mingguan" kata yumi
"oh ada ya?"
"iya"
"udah sana kamu panggil appa"
"iya"
__ADS_1
mereka pun makan bertiga bersama malamnya, sambil mengobrol kecil, suri dan tasekawa konsisten dengan kondisi pertemanan mereka dan menjaga hati sang anak untuk tetap terlihat baik baik saja
"iya, kamu akan kerja kapan?" tanya suri
"yumi nyari kerjaan baru ma, ditempat lama sudah bosan" kata yumi
"berapa kali ganti yumi? kenapa gak menetap saja?" tanya tasekawa
"pengen pa, tapi yumi bosan, kalau bosan malah takutnya gak penuh kerjaannya malah setengah setengah" jawab yumi
"oh, rencana kerjaan apa emang?" tanya suri
"kata paman Diang ada kerjaan baru di resort bagian rumah makannya" kata yumi
"memang bagian yang gimana?" tanya suri lagi
"entahlah yang penting gak akan bagian masaknya, kan sudah ada koki tetap nya disana"
"oh"
setelah selesai makan, yumi duduk sambil membaca komik, yumi sangat suka dengan komik tapi ia mudah bosan, jadi belum setengah buku komik, ia sudah membaca baru
"itu buku komik yang dimeja kan belum tuntas? ini baru lagi baca?" tanya tasekawa
"iya pa, bosen udah sama jalan ceritanya, ini baru beli, soalnya best seller" kata yumi
"dasar ya anak appa satu ini kebiasaan baca gak tuntas baca komik baru"
"haha"
yumi lanjutkan bacanya, tasekawa melihat disana tidak ada televisi
"yumi, memang disini gak ada televisi?" tanya tasekawa
"iya pa, gak ada, kalau appa mau menonton, youtube aja pa, dihape yumi ada, ada juga aplikasi drama korea" kata yumi
"emm, appa kan nyari berita berita gitu, atau pertandingan olah raga" kata tasekawa
"oh, ya yang live streaming pa"
"gak usah deh"
tak lama suri datang, duduk bersama yumi dan tasekawa
"kamu dirumah ini gak mau pindah yumi?" tanya tasekawa
"emang kenapa sama rumah ini pa? meskipun kecil tapi enak kok ditempati, masih sangat layak kan" kata yumi
"iya, gimana kalau appa belikan rumah kamu, nyicil tapi kan bisa lah beli rumah, gak harus kontrak, kalau kontrak tambah mahalan" kata tasekawa
"pa, kalau mau beli, yumi bisa kok, yumi ini juga berusaha mau kumpulin uang buat yumi sendiri, mungkin yumi akan membeli kendaraan dulu, biar kemana mana gak jalan atau naik angkutan umum"
"yumi, maafin kita ya, sudah membuatmu sudah payah bekerja buat satukan kita dengan membantu ekonomi kita" kata suri
__ADS_1
"amma, yumi memang sengaja kok bekerja keras, karna memang usia yumi juga harus bisa hidup sendiri, apa yang yumi kasih pada kalian, itu atas balasan dari apa yang kalian berikan padaku" kata yumi