
hari berlalu, setelah membantu Mori, adik dari ibunya, yumi pun merasa jika dirinya sudah harus berpindah pekerjaan, seolah Diang tau, ia pun memberikan pekerjaan lagi untuk yumi
yumi berpamitan di tempat kerja lamanya termasuk dengan Lini
"berarti kita gak satu kerjaan lagi ini?" tanya Lini
"iya Lini, kamu disini harus semangat, siapa tau naik pangkat" kata yumi
"siap, aku kan orangnya paling awet kalau kerja, kamu sih, sering bosen" kata Lini
"gimana lagi, begini lah aku"
"iya udah deh, hati hati ya kamu ditempat kerja barumu" kata Lini
"siap sayang"
yumi berpamitan, beberapa hari kemudian, yumi pun bekerja di tempat barunya
ia bekerja di salah satu supermarket besar, karna ia kebetulan kasir, jadi ia yang mengatur semua keuangan pemasukan disana
"yumi, kamu hari ini bisa nambah jam kerja?" tanya bos barunya
"bisa bu, ada yang mau saya bantu?"
"ada ada, saya sedikit kurang paham sama laporan yang bulan kemarin, nanti setelah ganti shift, kamu ikut 2 jam shift berikutnya nanti uang ada tambahan" kata bos
"iya bu" kata yumi
setelah ganti shift, yumi masih bekerja, menemani kasir di shift berikutnya saja tidak ikut bekerja
"ada apa yumi kok belum pulang?" tanya kasir dari shift berikutnya
"iya, kurang jelas laporanku katanya"
"ahh"
setelah dua jam berlalu, beberapa menit lagi yumi harus menghadap kepada bos nya, tapi malah teman kasirnya menitipkannya sementara pada yumi karna ia sakit perut
setelah selesai dari toilet, yumi tidak jadi mengurus pelanggan yang baru saja menurunkan barangnya untuk dihitung dan berburu buru bergantian tempat untuk yumi segera pergi
__ADS_1
tapi pelanggan tadi, yang tadinya fokus dengan belanjaan nya dan menurunkan nya dari keranjang belanja, seketika melirik kearah yumi dan mencium aroma tubuh yumi ketika berjalan pergi masih tercium
"emm" ucap pelanggan itu
setelah belanjaan dihitung, pelanggan itu membayarnya lalu ia keluar dan masih melihat ke arah dalam minimarket itu untuk menunggu keluarnya yumi karna ia terkesan dengan wewangian yang dipakai yumi
setelah urusan selesai, yumi pun keluar, menyapa pekerja lain dan ia pun bergegas pulang
hari hari berjalan lagi, yumi mulai lagi bekerja dengan tenang di minimarket itu, bahkan ia sudah berhasil mengumpulkan uangnya selama setahun disana, tapi bak seperti ujian sudah menjadi makanan sehari hari nya, kakak kedua dari suri mengalami kecelakaan
"oh, bibi Cansie kecelakaan ma?" tanya yumi kaget
"iya, ini amma di rumah sakit dansi kamu kesini ya" kata suri
"iya ma"
yumi pun meluangkan waktu menemui cansie, kakak kedua dari ibunya, ia pun melihat kondisi dimana cansie harus operasi, dan suami nya memohon agar saudara cansie yang lainnya membantu dana, dan akhirnya semua ditanggung oleh yumi
"ahh, paman, biar aku yang mengurusnya" kata yumi
"yumi, kamu serius?"
"iya, aku bantu, semua tanggungan perawatannya"
setelah membayar, yumi membalikkan badan dan bersamaan dengan salah satu orang menanyakan salah satu dokter disana
"ada dokternya?" tanya orang itu
"ada pak, diruangannya"
"terimakasih"
lelaki itu pun pergi, dan staff di administrasi tadi membicarakan tentang lelaki itu yang tadi memiliki pacar salah satu dokter disini dan yumi mendengar jelas itu tapi karna itu merasa bukan urusannya jadi yumi tidak begitu memerhatikannya
seketika yumi pergi, lelaki yang mencari dokter tadi menghirup aroma yang sebelumnya tidak pernah ia cium, aroma segar, seperti parfum tapi fresh
dan saat lelaki itu mencari sumber bau itu, tidak ia temukan karna terlalu banyak orang dan ia lupa yang mana pemilik aroma itu, dan lelaki itu baru sadar jika ia dirumah sakit, meskipun segar dan wangi yang enak tapi ia takut jika itu wangi bukan dari salah satu manusia disana
hari berlalu, urusan cansie selesai, ibunya mengabari jika cansie sudah pulih dan kembali pulang, tapi suri mengatakan jika cansie tidak bisa membayar uang milik yumi
__ADS_1
"oh balik ke paris sama suaminya ma? iya udah biarin ma" kata yumi
"lalu bagaimana mereka mengembalikan uangmu, aku yakin mereka tidak akan membayarnya" kata suri
"iya gak masalah ma, kemaren biaya juga aku memang niat membayarkan tanpa minta digantikan" kata yumi
tapi suami cansie menelfon yumi dan berjanji akan kembali dari paris nanti setelah mendapatkan uang untuk menggantikan uang yumi
"paman, jangan, uang kemaren aku memang sengaja untuk membayarkan biaya rumah sakit, aku tidak ada sama sekali niat minta kembalikan" kata yumi
"apa kamu benar melakukan nya?"
"iya. jika ada uang, kumpulkan saja untuk urusan kalian" kata yumi
dan setelah sejak itu, suri memutuskan untuk tidak lagi memberitahu kepada yumi apapun masalah dari keluarganya, suri akan mengatasinya sendiri karna laundry yang ia buka sudah sangat berkembang dan uang balik modal sudah terkumpul
tasekawa, mendapatkan kabar itu langsung dari suri, suri meminta maaf dan ia mengatakan pada tasekawa akan mengurus keperluan keluarganya diam diam tanpa diurusi oleh yumi karna ia merasa memang sangat membuat yumi susah
"dah lah, aku juga gak tau bilang apa lagi suri, tapi gak masalah kok, yumi yang tidak masalah kan memberikan banyak bantuan" kata tasekawa
"aku tidak enak padanya" kata suri
"iya aku paham, mau gimana lagi, aku sudah paham semuanya kok, lagipula aku juga punya adik perempuan meskipun tidak disini tapi dia akan tetap menjadi tanggung jawab aku" kata tasekawa
setelah mengobrol panjang dengan tasekawa dan sepakat agar tidak mengatakan apapun kepada yumi karna itu akan membuat fokus yumi terbelah
yumi sendiri memutuskan pindah lagi tempat kerja, kali ini ia yakin akan bisa mengumpulkan uang dengan tenang, karna ia berpikir tidak akan ada masalah lagi
ia bekerja di salah satu counter laptop, ia hanya bagian jaga stand, dan kerjaannya hanya menyambut pelanggan, menjelaskan beberapa kegunaan produknya
saat bekerja, ia menemukan pelanggan yang csangat cerewet, membuat banyak staff di counter menyerah, yumi lah yang turun tangan menyapa pelanggannya
"selamat siang kakak" sapa yumi
"ya" jawabnya
"ada masalah?"
"saya pelanggan loh, saya gak sedikit keluarin uang, masak gak ada pelayanan bagus, ah merk doang terkenal" kata orang itu
__ADS_1
"kakak mau yang kaya gimana bisa saya bantu"
pelanggan itu menjelaskan ia minta barang yang seperti apa, lalu yumi memberikan beberapa pilihan meskipun tidak dapatkan semua permintaan nya tapi setidaknya dari salah satu merk itu bisa membuat pelanggan merasa suka entah model, warna atau apapun lainnya