
"ada tulisan tinggal kamu kasih orang di toko perlengkapan langganan saya, belikan ini di dekat jalan samping bangunan lama sekolah itu ya"
"oh siap siap bu"
"uangnya gak usah, tinggal pakai transferan nanti, aku sudah kirim pesan chat ke orangnya, yang punya kan adik dari mama ku"
"baiklah bu"
yumi pun pergi, sesampainya di toko perlengkapan, setelah sampai yumi masuk dan menyapa pemilik toko
tapi pemilik toko menyuruhnya menunggu dulu
ibu pemilik toko kembali memanggil seseorang yang baru saja mengantarkan makanan nya
"kamu sekalian kamu juga bawakan makanan lagi, diantar untuk sore nya gak papa, saya butuh buat dibawa lagi pulang untuk anak saya" kata pemilik toko kepada pengantar makanan itu
"iya bu" jawab pengantar makanan
"saya tunggu sore ini"
pemilik toko itu, kembali menyapa yumi dan menanyakan urusan apa dia datang, yumi menjelaskan jika ia dapat perintah dari bosnya dan memberikan tulisan barang yang akan dibawa oleh yumi
"ini banyak, saya sudah siapkan untuk pengiriman barangnya, sekalian kamu tungguin ya, di cek juga barangnya, takut ada yang salah apa kurang" kata pemilik toko itu
"iya bu"
setelah semua selesai, yumi pun berpamitan kepada pemilik toko dan menjelaskan jika ia tidak dibawai uang apapun jadi untuk keperluan uang bisa hubungi bos nya sendiri
"bu, bos saya bilang untuk uang sudah urusan sendiri, saya tidak dibawai apapun uang" kata yumi
"oh, iya iya, tenang soal uang urusan saya sama kamu punya bos itu"
"haha siap bu"
yumi pun kembali ketempat kerjanya sambil dengan mobil pengiriman, ia mengecek ulang sambil barang diturunkan dari mobilnya
sementara ditoko tadi, pengantar makanan tadi datang lagi setelah sorenya, saat ia masuk, ia melihat sekeliling toko, tapi tidak ada orang yang ia cari yaitu gadis tadi yang bertemu dengannya saat siangnya ia mengantarkan makanan tadi
ya, pengirim makanan tadi mencari yumi, yang tadi datang bersamaan dengannya akan pulang adalah yumi, pengantar itu terkesan dengan wewangian yang dipakai oleh yumi
__ADS_1
"ini ya, kembaliannya ambil kamu, kamu dua kali kesini jadi saya kasih uang pengiriman khusus kamu" kata pemilik toko
"terimakasih bu" jawab pengantar makanan
pengantar makanan pun pamit dan pergi, sejak itu, ia selalu mencari keberadaan yumi setiap ia datang ke tempat toko itu tapi ia tidak berani menanyakan kepada si pemilik toko
hari berlalu, berpindah situasi kepada yumi, dimana sudah setahun lagi tak terasa ia bekerja dan bisa membuatkan toko untuk laundry ibunya
"yumi, sudah gini nih?" tanya Diang
"iya, paman, ini sudah lah kayanya" kata yumi
"ya sudah, nanti buat peralatan, lanjut besok saja kalau butuh barang barangnya" kata Diang
"siap paman"
waktu yang tepat, sama dengan ayahnya, yumi mengajak ibunya untuk ikut dengannya dan menuju ke tempat usaha itu
"kita kemana sih, pakai tutup mata gini yumi?" tanya suri
"amma nanti tau lah, tungguin aja, aku ada hadiah untukmu" kata yumi
setelah sampai, yumi membantu ibunya membuka mata dan melihat didepan mata nya sudah ada tempat bernama "Suri Laundry"
"ini untuk amma, aku bangun untuk usaha amma, jadi amma gak perlu keliling rumah rumah orang buat bawa baju kotor untuk dicuci, biarkan orang itu yang mengantarkan" kata yumi
"berapa hasil semua, kenapa kamu bisa membuat usaha ini? ini gak cukup uang sedikit loh yumi"
"iya yumi tau amma, udah lah, penting usaha sudah jadi, yumi benar benar berniat untuk ini"
"yumi, makasih nak" ucap Suri memeluk anaknya karna terharu
"maa, usaha ini sudah kutulis atas nama kamu, jadi untuk semua kegiatan, bisa kamu mulai dari awal, dan kumohon, jaga usaha ini, karna ini aku mengusahakan penuh agar bisa membuatkan mu usaha ini" kata yumi
"iya nak"
"appa aku buatkan butik ma, aku ingat appa pintar menjahit jadi aku biarkan dia membuka usaha itu" kata yumi
"iya, amma tau, amma pikir, kamu hanya akan membuatkan usaha buat appa mu, amma sebenernya gak papa kok nak, kerja seadanya saja"
__ADS_1
"dah lah ma, semoga kamu sukses dengan awal yang baik" kata yumi
"pasti"
urusan selesai, yumi pun bisa membuatkan usaha untuk ayah ibunya sekaligus berturut turut selama dua tahun masa bekerjanya
kini baik tasekawa dan suri sama sama sibuk dengan pekerjaan baru mereka yang sudah diberikan oleh anak mereka
yaa, semua yumi lakukan untuk kembalinya keutuhan keluarganya dari perceraian itu, yumi memutuskan kerja dua tahun ikut orang untuk kumpulkan uang untuk membukakan usaha ayah ibunya dan setelah itu ia baru bisa fokus dengan menghidupi dirinya sendiri
membukakan usaha butik untuk ayahnya yang pintar menjahit, juga usaha laundry untuk ibunya, ia berpikir jika sudah masuk keuangan yang mapan untuk kedua orang tuanya
ketika jadwal setiap dua bulan sekali orang tuanya wajib datangi kerumah yumi
"ma, pa, gimana kerjaan kalian?" tanya yumi
"yaa begitulah nak, tapi berkat kamu, amma lebih banyak lagi pelanggan, amma tidak mau mengecewakan pelanggan, jadi amma kasih servis terbaik" kata suri
"iya ma, amma bener, appa?"
"appa sedikit sepi, tapi beberapa pelanggan mulai mengenal kan, jadi mulai bisa ramai kok" kaRSSa tasekawa
"iya pa, gak papa, oh ya, itu usaha tidak ada maksud apa apa dari yumi, yumi hanya ingin membalas semua hal yang sudah kalian berikan pada yumi meskipun kalian bercerai tapi masih perhatian, makasih buat kalian" kata yumi
"iya nak, kamu sekarang fokus apa?"
"akhir bulan ini aku mau berkumpul di rumah dong hyuk pa, sambil ketemu paman Diang untuk menanyakan pekerjaan baru"
"oh ya sudah"
dihari itu juga, karna melihat sudah berjalan usaha usaha mereka, yumi mengutarakan keinginan nya untuk mengembalikan hubungan ayah ibunya sedia kala
"terus berarti bisa dong kalian balik dengan hubungan lama?" tanya yumi
suri dan tasekawa saling melirik, yumi menjelaskan hal utama mendasarinya sangat ingin membuatkan usaha dan memperbaiki keuangan ayah dan ibunya agar bisa mereka kembali menjadi pasangan lagi
mendengar itu, tentu tasekawa dan suri tidak bisa menerimanya karna keputusan mereka berpisah sudah sangat matang mereka pertimbangkan
"maksudnya apa?" tanya suri
__ADS_1
"aku berharap, tidak ada lagi alasan kalian bercerai dan berpisah karna ekonomi ma, pa" kata yumi
"yumi, maafkan appa sama amma kalau kamu berusaha sejauh ini untuk menyatuhkan kami, tapi appa berpikir jika tidak akan ada kata kembali dalam hubungan lama, karna kami sudah pantas menjadi teman bukan pasangan" kata tasekawa