
"pakai baju apa?" tanya yumi kepada satpam
"tadi jaz sepertinya tapi dia tadi membawa motor biru muda dengan putih" kata satpam
yumi mencari dan hanya ada satu pemilik motor yang dimaksud yang terdapat orang berdiri disana, ia mendekatinya yang ternyata itu adalah yama moto
"yama?" sapa yumi kaget
"yumi, hai, sudah pulang?"
"iya, sudah"
"kok kamu kesini, bawa motor siapa?"
"ini motor aku, aku sengaja beli, biar kamu gak jalan atau naik bus untuk kerja"
"wooh, terus motorku dimana?"
"ada dirumah kamu, gimana ini menurutmu?"
"emm kamu beli sepeda ini kenapa lucu? gak beli yang buat cowok saja kan ada model nya beda beda"
"ini karna aku beli ada dua warna yumi, satunya warna pink muda dan putih jadi masuk buat kamu, aku mau belikan tapi takut kamu gak cocok jadi beli sendiri aja dulu"
"ngapain belikan, dimana kamu beli, aku akan beli tapi aku pakai uangku" kata yumi
"kamu beneran mau beli?" tanya yama moto
"iya, yaudah, ayo sekarang, aku selesai kerjaan juga"
"ayo"
yumi menolak dibayari oleh yama moto, karna ia berpikir jika ia bisa membelinya sendiri tanpa merepotkan orang
yumi pun membeli motor untuknya sendiri, hasil uangnya sendiri karna motor yang ia pakai selama ini hasil dibelikan patungan uang tasekawa dan suri jadi yumi bisa mengembalikan motornya
"hai, yama, balik lagi" sapa eun soo teman lama yama moto yang ternyata manager utama di sana
"iya, ini aku mau beliin dia motor yang pink kemaren, masih ada?"
"masih kok, kamu bilang simpan, ya ku simpan, eh tunggu, ini yang kamu katakan?" tanya eun soo
"iya, dia pacarku" kata yama moto
"ahh salam kenal ya, aku eun soo" kata eun soo
"miyumi" jawab yumi dengan wajah datarnya
"ahh, yumi, salam kenal yaa"
"iya"
mereka pun mengobrol, eun soo dan yama moto membahas masa sekolah nya didepan yumi
__ADS_1
dimana yama moto dulu adalah pria paling "nakal" disekolah dan akan jadi pendiam ketika bersama seorang gadis apalagi disukainya
eun soo juga teman lama yang tidak terlalu dekat dengan yama moto tapi mereka selalu dapat satu kelas yang sama saat teman yang lainnya dapat kelas berbeda karna diacak setiap semesternya
dimana yama moto juga terbilang palin cerdas dalam soal kecantikan, masak, dan lainnya yang notabenenya semua harusnya kerjaan perempuan
semua saling mereka ceritakan, bermaksud lebih dekat dengan yumi, tapi justru eun soo melihat ekspresi ditunjukkan oleh yumi malah datar dan biasa saja sama sekali tanpa ekspresi sedikitpun
setelah pengurusan pembelian motor selesai dan membeli motor untuk couple dengan yama moto, yumi pun membawa pulang motor itu, berencana minggu ini akan mengembalikannya kerumah lama tasekawa dan suri
"yumi, mau ibu bawakan makanan takut kamu belum datang" kata jungsi yang juga baru datang
"kenapa bu?" tanya yumi
"saya mau bawakan makanan, soalnya kan usaha yama moto sudah beroperasi normal dan yama moto baru beli motor" kata jungsi
"yumi juga beli bu" jawab yama moto
"oh ya kah?"
"itu" ucap yama moto menunjuk sepeda baru yumi
"waaah, iya, kok mirip, ahh kalian sengaja couple?"
"iya bu" jawab yumi
"waduh bagus deh, ayo makan malam dirumah malam ini ya, ibu tunggu, ibu sudah buat makan buat kamu" kata jungsi
"iya bu"
"sudah?" sapa yama moto
"iya, ayo, mau bawa motor siapa?"
"motor kamu biar aku masukin saja, kita pergi kerumah ibuku pakai motorku" kata yama moto
"iya sudah"
sesampainya mereka disambut oleh jungsi dan mereka pun makan bersama disana bertiga
memang yumi sangat dekat dengan jungsi bahkan sebelum yumi kenal dan dekat dengan yama moto nya karna jungsi merasa cocok dengan yumi yang menurutnya baik, bisa menjaga rumah dengan baik dan membersihkannya merawat semua urusan rumah yang disewa oleh yumi dan itu semua merasa jungsi sangat merasa aman
"terus motor kamu yang lama, yang sering dibawa sama yama mau kamu kemanakan?" tanya jungsi
"mau yumi kembalikan bu, ke appa amma, kan itu hasil appa amma belikan yumi" kata yumi
"iya juga, tapi kan mereka belikan kamu, kata suri" kata jungsi
"iya, amma bilang belikan, tapi kan bagaimana juga dari mereka, jadi kelanjutannya mau tanya dulu"
"iya bener juga"
mereka selesai makan, yumi ditawarkan menginap oleh jungsi tapi yumi menolak, bukan karna masalah kekurangannya yang tidur bisa berpindah pindah tempat tapi karna ia memang tidak diperbolehkan tinggal dalam satu rumah dengan lelaki yang bukan muhrim karna itu larangan dalam agama islam
__ADS_1
"yumi, tidur dirumah ya, ini sudah malam sekali" kata jungsi
"dirumah saja bu, mau pulang saja"
"loh, kenapa? jangan malu, disini kan kita sudah pada tau soal kamu tidur bagaimana, juga aman, ada ibu"
"iya bu, tapi agama saya melarang tinggal satu atap dengan lelaki lain"
"ahh iya juga"
karna paham dan menghargai yumi, yama moto pun memutuskan untuk mengantarkannya saja, lalu yama moto pulang
"besok aku antar ya" kata yama moto
"iya, kerumah lama ku, belum sampai kesana kamu kan?"
"iya belum"
"besok dah ya"
"oke bos"
"haha"
"bye" kata yama moto melambaikan tangannya
esoknya, yumi memutuskan untuk kerja sabtu pagi hingga siang agar sorenya ia bisa pergi menemui ayah ibunya mengembalikan motornya
saat sampai ditempat kerja, yumi merapikan kembali seluruh ruangan latihan bangtan juga ruangan wardrobe bangtan sebelum ia pulang..
"yumi, malam ini bangtan datang, kamu akan lanjut kerjaan atau tidak?" tanya kwan
"tidak pak, saya ada janjian, memang pak ceo suruh saya datang"
"ya kalau kamu datang, pak ceo tidak masalah lah tapi kamu tidak bisa gimana lagi" kata kwan
"iya pak, saya sudah janjian dengan teman saya sekarang" kata yumi
"iya tidak apa"
sorenya, ia sudah selesai pekerjaan langsung cepat pulang, lalu membawa motor lamanya dan menjemput yama moto di YM HOUSE, usaha yama moto
yumi masuk dulu untuk perawatan seperti biasa, perawatan bersama yama moto disana, setelahnya mereka pergi kerumah yang dituju
"siapa yang didepan?" tanya yama moto
"siapa? aku saja kah?"
"iya, kamu yang tau jalannya, nanti aku tau jadi aku yang didepan"
"iya sudah ayo"
sesampainya di YM House, yumi yang menyetir, lalu membawakan motornya menuju ke rumah lama tasekawa dan suri
__ADS_1
"disini?" tanya yama moto
"iya, ayo" ajak yumi