
"yumi, astaga tanganmu" kata jungkook
"jungkook, kamu ya, gila ya kamu" tanya yumi
"ini sakit tidak?" tanya seokjin
"jelaslah, mau kamu coba di robek tanganmu?" tanya yumi
"ya gak gitu" jawab seokjin
"yumi, kamu bohong kan" kata jungkook
"bohong apa, sakit ini, tidak lihat itu robek?" bentak yumi
"lihatlah itu taehyung memegang di pas robeknya, kenapa tidak sakit" tanya jungkook
seketika yumi melepaskan tangan taehyung dan pergi ke toilet membersihkan lengannya yang berdarah dan member bangtan semua melihat dengan jelas jika yumi sama sekali tidak merasakan kesakitan sedikitpun
dan kini semua member bangtan yakin jika ada yang tidak beres dengan yumi..
"kita perlu mengintrogasi dia" kata namjoon
"iya bener hyung" jawab jimin
"dimana? di ruang latihan?" tanya hoseok
"bukan, jangan disitu, kurang privat" kata seokjin
"iya bener, kurang privat" jawab namjoon
"di ruangan gudang belakang hyung, disana kan ada tulisan kita tentang siapa yumi" kata jimin
"iya bener juga, sekalian nanti kita tunjukkan buat bukti bukti yang sudah kita kumpulkan" kata taehyung
setelah menyusun rencana, mempersiapkan semuanya, sorenya mereka pulang seperti biasa tapi besoknya untuk misi mereka benar benar lakukan..
yaa hari berlalu, ketika yumi sedang berada di kantor agenci keesokan harinya, bangtan pun diam diam mengerjai yumi agar masuk kedalam gudang belakang di agenci mereka untuk mempertanyakan siapa yumi sebenarnya, mengapa tidak memiliki rasa sakit dan tidak ada indra perasa
mengerjai yumi dengan menyuruh sejin untuk menyuruh yumi pergi membersihkan gudang
"hyung" sapa jungkook
"ya?" jawab sejin
"tadi pak ceo mencarimu" kata jungkook
"ahh oh ya, okeh" kata sejin
"ehh dia titip salam saja katanya suruh yumi untuk membersihkan gudang belakang, ada beberapa barang lama yang bisa dipakai" kata namjoon
__ADS_1
"oh ya? aku mau tanya pak ceo dulu barang apa, disana kan banyak" kata sejin
"kata kwan hyung butuh telfon, di lemari sana ada telfon lama, rusak kan, cuma dipakai sekali tag kok" jawab namjoon
"ohh itu, yaudah okeh deh aku nyari dulu yumi"
"okeh"
semua member bangtan pun mengikuti sejin diam diam, lalu saat yumi akan bersiap siap pergi ke mall karna untuk membeli beberapa list yang sudah disiapkan untuk wardrobe bangtan
sejin menyuruhnya ke gudang
"yumi" sapa sejin
"sejin?" sapa yumi balik
"tadi pak ceo bilang kamu suruh pergi ke gudang belakang, ada barang yang harus diambil" kata sejin
"barang? barang apa?"
"itu, seperti alat telfon, di lemari dalam ruangan sana"
"bukannya rusak?"
"hanya untuk keperluan bangtan syuting saja, gak dipakai"
"oh okeh, tapi aku mau pergi kan"
"okeh deh"
"tau kan barangnya?" tanya sejin
"iya tau, pas ditaruh sana aku sama Jun bae"
"oh iya, aku yang suruh jun bae temani kamu kan, bagus deh kalau tau" kata sejin
yumi berjalan kearah ruang gudang paling belakang ujung kiri agenci yang ia tau disana sangat sepi dan terpencil, tapi ia terus jalan tanpa tau itu adalah kerjaan bangtan
saat masuk, ruangan gelap, ia melihat sekeliling dan mencari tempat saklar lampunya dan bangtan diam di masuk ruangan yang sama, saat yumi menemukan saklar lampu, dan melihat didepannya ada papan besar dengan tulisan yang ia baca semua adalah kekurangannya selama ini
seketika itu pula bangtan berjalan dan meringkus yumi agar duduk di kursi yang sudah mereka sediakan untuk tawanan mereka
"bangtan" ucap yumi
"yumi, disini kamu tidak akan bisa menghindar" kata jungkook
"apa lagi ini?" tanya yumi
"yumi, mengaku saja, kamu itu siapa?" tanya seokjin
__ADS_1
"loh kalian belum kenal aku? aku yumi lah, kalian gila ya?" tanya yumi
"yumi jangan bercanda" jawab seokjin
"kalian ini yang ngajak bercanda terus, sudah lah jangan bikin kesal, kerjaan ku banyak" kata yumi
saat yumi berjalan mendekati pintu tadinya jimin menahan tangan yumi agar tidak keluar
"yumi" kata jimin
tapi namjoon meminta jimin melepaskannya saja dan memberikan kode jika pintu nya sudah terkunci, saat yumi jalan dan membuka pintu benar saja ia tidak bisa membukanya
jungkook yang gemas pun menarik lagi tangan yumi dan membawa nya kembali duduk tapi yumi berdiri lagi dan menanyakan kunci nya
"mana kunci" kata yumi pada jungkook
"aku tidak tau" jawab jungkoook
"aku berikan kalau kamu mengakui siapa kamu" kata seokjin
satu persatu member yang menjadi saksi tentang kekurangan yumi pun mulai menjelaskan tentang keanehan yang mereka rasakan tentang yumi
dan semua satu persatu menjelaskan tulisan tulisan mereka di papan besar tadi yang terbilang adalah kekurangam yumi, bangtan menulisnya dengan sangat teliti secara satu persatu setiap peristiwa
"sudah jelas semua yumi, itu semua adalah kamu, bukti semua jelas" jawab seokjin
"yumi, mengakulah sudah, semua bukti ini jelas" kata taehyung
"yumi, kita hanya ingin dekat denganmu seperti bagaimana kamu dekat dan manja kepada shinee sunbaenim" kata jimin
yumi menatap kearah member bangtan dengan tajam. mereka kaget juga ketakutan karna tatapan yumi sangat tajam disana, sampai membuat bangtan mundur dua langkah kecil..
yumi pun berjalan ke arah papan besar itu lalu menghapus semua tulisan yang bangtan tulis disana dan menulis kembali untuk penjelasannya kenapa ia bisa memiliki kekurangan itu
"kalau memang itu mau kalian, aku akan menjelaskan nya" kata yumi
"baiklah, kami akan mendengarkan" kata seokjin
yumi menulis dibagian papan paling atas dengan tulisan "jangan takut soal aku siapa, karna aku masih manusia"
lalu yumi menyuruh mereka membaca baru yumi menulis silsilah keluarga besar nya mulai dari orang pertama dalam keluarganya yaitu kakek nenek buyut hingga turun ke beih dan istrinya
turun lagi ke beberapa anak dan cucu beih dan sampai kepada waipo (ibunya ibu) dan boodha (ayahnya ibu) lalu juga menjelaskan oji (ayahnya ayah) dan omee (ibunya ayah)
lalu tentang inggrid, cansie, mori dan nura, dan semua keluarga yang keturunan lainnya beserta negara dan keturunan darah yang mereka masing masing miliki
selesai menulis, yumi membuang alat tulisnya dan menarik salah satu bambu berukurang cukup panjang sekitar 60 cm, 2x lipat ukuran penggaris anak sekolah
"siapa mereka? itu pertanyaan kalian, bukan?" tanya yumi
__ADS_1
yumi mulai menjelaskan semua golongan darah didalam keluarganya yang semua berbeda, tidak ada yang sama satu pun membuat semua darah bercampur padanya dan itu alasan kenapa ia bisa merasakan kehilangan rasa sakit meskipun darahnya keluar dan tidak perasakan apapun saat makanan menyentuh lidahnya, semua seketika hilang pada dirinya