
"emmm.. yumi" panggil eunsoo melirik kearah yumi yang menunduk
"ya" kata yumi
"aku buatkan kopi ya" kata eunsoo
"ahh ini kan sudah"
"aku ada menu baru, tapi belum aku keluarkan, rencananya sih bulan depan"
"kenapa bulan depan?"
"ya kan masih mengurus stok nya"
"apa memang?"
"vanilla coffe late"
"ahh namanya biasa ada sih di coffe shop"
"ehh jangan salah, aku akan membuat ini berstandard rasa mewah harga murah" kata eunsoo
"emm boleh boleh"
saat eunsoo akan berdiri tiba tiba yumi menyentuh tangan eunsoo sambil berkata terimakasih
"eunsoo.. terimakasih" kata yumi
"ahh untuk apa?" tanya eunsoo
"masih mau jadi teman aku dan menemani aku selama ini walaupun aku tidak baik" kata yumi
"tidak baik? ya enggak lah" kata eunsoo
"makasih sudah bersedia menghiburku" kata yumi
"tentu"
yumi pun duduk lalu diam disana menunggu eunsoo membuatkan kopi barunya
"emm yumi, aku tinggal kamu tidak apa apa kan? aku banyak costumer" kata eunsoo
"ya"
"okeh, duduklah, nanti aku akan kemari jika selesai"
yumi duduk sendirian disana dan hanya terus diam tanpa tau apa apa disana. tidak tau harus melakukan apa lagi
sementara eunsoo yang mengerjakan pekerjaannya dengan situasi hati yang tidak baik baik saja melihat yumi seperti itu..
setelah eunsoo selesai, ia pun duduk bersama yumi dan menyodorkan tawarannya tadi yang ia buat sendiri
"untukmu" kata eunsoo
"emm" jawab yumi
malam tiba, sampai dirumah eunsoo hanya mengantarkan saja lalu pamit dan berjanji besok akan datang kerumahnya lebih sering
"emm yumi" sapa eunsoo
__ADS_1
"ya?"
"soal kopi tadi belum dikasih nilai"
"ahh, iya, enak kok" jawab yumi tentu berbohong
"ah benarkah?"
"emm, semoga sukses ya"
"thanks"
sementara eunsoo pun berpamitan dan pergi, yumi disana sendirian lagi, ayah ibunya kembali ke kesibukan mereka sementara yumi sendirian, ia terlalu takut jika sendirian, karna akan banyak memikirkan masalah dalam hidupnya yang sebenernya ia tidak bisa selesaikan
ia akan teringat banyak hal mulai dari perceraian oramg tuanya, dimana ia harus hidup mandiri sejak sekolah, dan ia teringat jonghyun, itu pasti terngiang ngiang karna disaat bertemu jasad jonghyun terakhir itulah yumi menangis sekeras mungkin hingga pita suaranya hampir putus
akhirnya yumi memutuskan untuk sholat agar lebih tenang dan baru lah ia bisa tidur dengan tenang juga
esok paginya, seperti biasa, yumi sudah berada di ruang tamu tepatnya di lantai samping pintu rumah nya, tertidur disana setelah jalan dengan tidurnya kambuh
"hah, untung saja rumah ini bisa ku kunci" gerutu yumi
ia bangun dan bersiap siap pergi karna akan pergi ke dorm, ia mencari kesibukan di dorm lagi sampainya disana tidak bertemu siapapun ia pun hanya duduk di kursi latar depan dorm itu berharap ada yang datang
tapi tak lama song yung datang melihat yumi disana ia kaget karna mendadak ada disana
"yumi" sapa song yung
seketika yumi berdiri dan menoleh kearah song yung dan menyapanya
"yumi, ada apa?" tanya song yung
"ayo masuk, aku tidak tau kamu datang, sejak kapan disini?"
"baru kok"
"ahh ayo"
mereka masuk dan yumi menceritakan jika ia hanya bosan dirumahnya saja, ingin ke dorm meskipun tidak tau apa yang harus dikerjakan disana
akhirnya hanya menemani song yung yang mengerjakan editing diruangan staff produksi
hanya diam disana sambil memerhatikan song yung bekerja sendirian masih dengan edit video video untuk update bangtan karna song yung tidak dapat jatah libur karna dia orang kantor bukan orang lapangan yang turun mengurus bangtan saat show atau konser dam lainnya
"kamu sendirian bekerja begini?" tanya yumi
"iya sejak kalian libur, anak anak lapangan libur, sepi, cuma ada staff masih bertugas kok" kata song yung
"emm"
"yumi, mana katanya mau kabari akan ada kan makan makan" kata song yung
"astaga iya ya, bisa lupa aku" kata yumi
"terus gimana? kapan jadinya?"
"masalah nya, aku tidak bisa memasak enak" kata yumi
"ya beli saja pesan gitu"
__ADS_1
"ya kurang enak lah masak berkumpul kasih makan nasi beli diluar"
"hemm, sediakan minuman kaleng kaleng, bir, makanan ringan saja lah" kata song yung
"beneran gitu aja?"
"iya lah, aku dah terlanjur bilang ke yang lain kamu akan mengajak bertemu dan berkumpul untuk perayaan staff terbaik kamu dapat"
"ahh ya sudah nanti aku akan kabari kalau semua siap"
"beneran"
"iyaaa"
"okeh"
yumi kembali duduk sendirian di ruang tamu bangtan tak lama song yung mendekatinya dan menyodorkan mie cup buatannya dan makan bersama yumi disana
"emm oh iya, banyak kabar kamu punya pacar ya?" tanya song yung
"pacar? dulu, sekarang gak ada"
"oh kupikir sekarang yang ada, kenapa putus?"
"orang ketiga"
"ahh sudah sering terjadi tapi jangan bahas itu deh, aku takut kamu kesinggung dan keinget, aku mau tanya kriteria pria idaman" kata song yung
"pria idaman? kriteriaku?" tanya yumi
"iya"
"gak ada, aku tidak begitu spesifikasikan detail yang harus apa lah, harus gimana, ini itu lah, gak mesti kok" kata yumi
"lalu"
"yaa yang ada saja, kalau niat nya baik ya boleh"
"kalau ada?"
"kalau dekat ini tidak, akan banyak waktu sibukku setelah libur ini, tau kan bangtan bagaimana jadwal nya sudah diatur oleh pak kwan"
"haha iya juga" kata song yung
malam nya, yumi pun berpamitan pada song yung dan pergi, yumi menolak song yung mengantarkannya dengan alasan akan pergi mencari barang yang dibutuhkannya
yumi pun pergi, ia memang pergi ke beberapa tempat untuk mencari keberadaan kubutuhannya
malam itu ia benar membeli banyak kebutuhannya untuk dirumah nya sampai ia harus menyewa dua taksi penuh untuk semua barangnya
mulai dari semua perlengkapan mandi, perlengkapan bahan masak, dan banyak kado untuk semua orang yang ia kenal mulai dari keluarga, teman, sahabat, teman kerja, atasan di tempat kerja dan semua orang terdekatnya
ia sengaja membeli banyak barang dan banyak bungkusan kado untuk satu satu ia bungkus dan beri nama untuk siapa ia akan memberikan hadiah itu
bertujuan untuk berbagi dan bersedekah seperti ajaran di dalam agama islam
semalaman tidak tidur sama sekali untuk membungkus kan semua kado untuk semua teman temannya dan menata rapi di ruangan tamu, jadi ada teman nya yang datang bisa ia langsung berikan
pagi tiba, yumi mandi, sholat dan bersiap tidur karna semalaman tidak tidur dan ia pun tidur hanya dua jam, sekali pindah tempat tidur saja dan kembali bangun
__ADS_1