Super Freezer

Super Freezer
78


__ADS_3

yumi menolak untuk dipanggilkan yama moto karna semua sudah jelas


"tidak perlu" jawab yumi menatap ryu san


"loh kenapa?" tanya ryu san


"tidak kenapa, nanti mengganggu"


"ahh tidak kok"


"kamu hamil?" tanya yumi


"ahh tau? kelihatan ya?" tanya ryu san


"emm"


"iya, anak dari hubungan baru aku dengan pacarku sejak liburan tahun lalu, kita balik lagi bersama" kata ryu san


"ahh, selamat" kata yumi


"iya, apa kamu mau masuk? tunggu didalam?" tanya ryu san


"tidak, salam saja kepada pak yama moto bahwa saya klien nya datang" kata yumi


"oh baiklah"


setelah yumi pergi, dengan rasa hancur tapi itu sudah jadi konsekuensinya menerima semua fakta itu


yaap, ryu san memang sudah saling kabar dengan yama moto sejak seringnya yumi banyak waktu dalam pekerjaan dibanding urusan pacaran dengan yama moto


semua karna iseng, menghubungi, yama moto akhirnya terpincut benar oleh ryu san yang notabene nya adalah mantan pacarnya masa kuliah di jepang


ryu san memang sedang hamil, dan anak itu adalah darah daging yama moto, meskipun kehamilannya masih 2 bulan tapi sudah cukup terlihat hawa kehamilannya


sementara ryu san masuk lagi dan menunggu yama moto sedang perawatan


"siapa?" tanya yama moto


"costumer" kata ryu san


"kok bisa kesini ada urusan apa, ini kan ruangan kita" kata yama moto


"tidak tau, seperti nya dia mencurigakan"


"kok bisa?" tanya yama moto


"iya, aku lihatnya dia seperti bingung lihat aku"


"siapa sih dia" tanya yama moto


"tidak tau, aku lupa siapa"


"perempuan?"


"iya"

__ADS_1


"teman kamu kali"


"aku gak ada teman disini, aku lama di jepang kan, lagian kalau dia teman aku, aku sudah kenali"


"namanya siapa?"


"emmm... Na.. Na Ra.. Mi.." ucap ryu san sambil mengingatnya


"miyumi nara?" tanya yama moto seketika membelalak


"nah" jawab ryu san


seketika itulah yama moto berdiri dan melepaskan pijatan dari staffnya yang sedang melakukan pijatan refleksi dan yama moto memakai baju nya meninggalkan ruangan itu


"yama" teriak ryu san


seketika ryu san bingung lalu bertanya pada staff yang tadi memijat yama moto


"memang siapa perempuan itu?" tanya ryu san


"pacarnya pak yama moto" kata staff itu


"pacar?" tanya ryu san seketika membelalak


"saya permisi" kata staff itu pergi


disanalah ryu san merasa dihianati oleh yama moto sementara yama moto mengejar yumi, mencari sudah tidak ada siapa siapa dan tidak ia temui


yama moto berjalan kembali keruangan tadi dan menanyakan apa saja yang dikatakan ryu san kepada yumi, ryu san menjelaskan dan seketika yama moto membentaknya dengan kesal


"yama, apa yang kamu lakukan ini sadar tidak, aku sakit hati" kata ryu san


"yama, jangan tinggalin aku, aku hamil 2 bulan" ucap ryu san seketika


begitu mendengar itu seketika pula yama moto terdiam, ia pun berbalik arah dan menatap kearah ryu san


"apa yang kamu katakan?" tanya yama moto


"aku hamil, 2 bulan" kata ryu san


ryu san memang belum sempat mengatakan kepada yama moto tentang kehamilannya, karna ia ingin memberikan kabar ini saat waktu yang tepat tapi sekarang waktu itu tepat


"jangan bercanda" kata yama moto


"aku tidak bercanda, aku benar hamil" kata ryu san


"periksa, aku tidak bisa kamu bohongi" kata yama moto


mereka pergi periksa kehamilan ryu san, kebetulan juga ryu san belum periksa sama sekali hanya test pack saja


selama ini memang hubungan ryu san dan yama moto begitu jauh karna memang yama moto melampiaskan segala nafsu nya karna untuk tidak menyentuh yumi, ia tau dirinya dan yumi berbeda agama sementara tidak mungkin ia menyakiti yumi dengan menghamilinya dulu karna ia tau sedikit tentang ajaran agama yumi yang tidak bolehkan hamil sebelum menikah


setelah semua selesai pemeriksaan dan hasil keluar, yama moto tidak bisa menahan rasa kagetnya karna ryu san benar benar hamil


"sudah percaya?" tanya ryu san

__ADS_1


yama moto hanya diam dan menatap kearah hasil itu tanpa henti, ia harus bertanggung jawab atas ini dan harus memilih ryu san melupakan yumi


tapi ia tidak bisa berbohong jika ia masih mencintai yumi dan tanpa ragu juga ia katakan kepada ryu san


"aku tidak pernah bohong kamu tau itu kan yama, aku tidak menjebakmu atas ini, ini juga kamu yang memaksa melakukannya berkali kali" kata ryu san


"iya, tapi aku masih mencintai yumi" kata yama moto


"apa? lalu apa yang kamu lakukan selama ini kepadaku?" tanya ryu san


"aku.. aku hanya melampiaskan saja kepadamu karna akut tidak mau membuat yumi terjerumus dan kotor"


"apa kamu bilang, lalu kamu mengorbankan orang lain?"


"tidak, kau tenang saja, aku akan tanggung jawab tapi aku belum siap ditinggalkan yumi" kata yama moto


ryu san hanya menangis tidak tau lagi berbuat apa begitupun yama moto yang bingung harus apa dan kemana mencari yumi


sementara yumi yang pergi dari sana langsung lari ke menemui eunsoo, eunsoo yang sedang sibuk mengerjakan beberapa pekerjaannya langsung melihat yumi datang dan mendekatinya


"yumi, kok gak kabari dulu, aku jemput kan" kata eunsoo


dalam hati yumi hanya bisa diam, karna ia tidak mau menangis, sama sekali tidak mau menangis, karna itu membuatnya lemah, akhirnya ia hanya diam dan berdiri tanpa kata apapun saat eunsoo menyapanya mengajak berbicara


"yumi, kamu baik baik saja kan?" tanya eunsoo


"perempuan itu disana" kata yumi


eunsoo tidak mengakui jika ia tau tentang itu


"oh ya? kamu bertemu?" tanya eunsoo


"ya"


"lalu?"


"dia sedang hamil" kata yumi


"hamil? oh ya?" tanya eunsoo


"aku rasa kamu tau" kata yumi


"aku benar soal itu tidak tau, aku memang tau mereka dekat lagi tapi tidak tau kalau hamilnya, benar" kata eunsoo


kabar itu membuat eunsoo benar kaget karna ia tidak tau apapun soal kehamilan ryu san, ia hanya tau yama moto kembali dekat dengan ryu san sejak yumi sibuk dengan pekerjaannya dan selalu menolak pergi berlibur


"yasudah lah, semua jelas" kata yumi


"berarti sudah bertemu yama juga ryu san?" tanya eunsoo


"yang temui aku perempuan itu" kata yumi


"terus yama?"


"aku tidak mau dipanggilkan yama, karna semua jelas kok buat apa dipanggil" kata yumi

__ADS_1


"ahh"


eunsoo menatap wajah yumi, ia tau jika yumi pasti sedih tapi menutupi nya dan ia pun mengatakan akan menghibur yumi


__ADS_2