Surga Palsu Mu

Surga Palsu Mu
Rebutan Ustadz


__ADS_3

Ke esok kan harinya seperti biasa Yodi bekerja dengan semangat. sesuai rencana Yodi meminta izin kepada atasannya untuk mengambil libur saat malam tahun baru. pada awalnya Yodi tidak di izinkan tapi karena dia memaksa dan beralasan ini itu akhirnya di izinkan juga dengan syarat 20% gajinya di berikan kepada tim restoran untuk operasional rekreasi bersama sesudah tahun baru. dan Yodi sedia melakukan itu demi bertahun baruan bersama Devi.


Di kamar hotel Devi bersiap turun ke bawah untuk mengambil sarapan dengan ibunya, sekalian mengantar ibunya yang akan pulang hari ini. saat di koridor menuju restoran Devi menelepon adiknya yang bernama Muthia yang biasa di sebut Tia. Tia ini sosok adik yang paling soleha dialah yang membantu proses hijrahnya Devi. ilmunya sudah tidak di ragukan lagi, di saat saudaranya sekolah di sekolah umum dia lebih memilih pesantren dan kaka, adiknya kuliah dia memilih untuk tidak kuliah tapi dia memilih berbisnis online dan mengajar anak-anak di mesjid.


Tia ini walaupun lulusan pesantren tak nanggung jika dia pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya dia menyerap ilmu yang di pelajari kaka nya dan adiknya. termasuk Devi yang pengetahuan umumnya dari mulai bermain musik hingga olahraga dia serap. banyak orang yang tidak mengira sosok santri ini. selain dia piawai berdagang dan mengajar dia juga pandai memainkan alat musik gitar, dan lagu kesukaannya bergenre rock. namun itulah hanya sekedar hobi tapi jika berbicara aqidah atau prinsip, tetap dia menomor satukan kalimat tauhid nya. dia berjalan sesuai fitrahnya sebagai wanita.


"assalamualaikum" kata Tia berbicara lewat telepon


"walaikumsalam... neng, kaka butuh bantuan nih. kamu bisa ke Bandung ga?? sekarang atau besok gitu??" kata Devi


"kebetulan ka... aku mau ke Bandung hari ini, kenapa emang ka??" kata Tia


"ini temen kaka... dia minta di jelasin tentang warisan gitu, gimana bisa ga??" kata Devi


"ini temen Tia juga sama ka... katanya minta di ajarin ilmu waris. orang Bandung juga" kata Tia


"emang siapa temen kamu??" kata Devi


"ga tau sih... tiba-tiba ajah ada yang ngirim pesan ke Instagram dia mohon-mohon bahkan dia mau bayar aku satu juta buat ngasih keterangan tentang warisan gitu" kata Tia


"wih... hebat banget adik kaka ini, hahahaha jam berapa kamu kesananya??" kata Devi


"Alhamdulillah... semuanya pertolongan Allah, bukan aku yang hebat hehehe... janjinya sih siang, paling agak sore aku beres dari sananya" kata Tia


"ya udah nanti kabarin kaka ajah kalo udah beres, nanti kaka jemput terus langsung ke rumah temen kaka. kalo kamu capek nginep di hotel ajah sama kaka. mamah hari ini pulang" kata Devi

__ADS_1


"iya ka insyaallah... kabar kabari ajah" kata Tia


"oke deh... hati-hati di jalannya" kata Devi


"iya ka... assalamualaikum" kata Tia


"walaikumsalam" kata Devi


sementara di restoran Yodi yang sedang bekerja di restoran, dia mengecek tamu yang datang. sekalian apakah Devi sudah ke restoran. setelah di cek ternyata belum turun. tiba-tiba Shanti menelepon Yodi. Yodi cepat-cepat ke belakang untuk mengangkat telepon.


"apa yang... aku lagi kerja" kata Yodi


"aku janjian sama temen aku yang Ustad itu nanti siang, abis ketemu sama dia langsung ke rumah kamu. kamu bisa kan pulang cepet??" kata Shanti


"kan aku udah suruh batalin sayang" kata Yodi


"ya udah lah terserah kamu ajah lah" kata Yodi


Yodi langsung menutup teleponnya, Yodi berfikir sejenak. agar Devi dan Shanti tidak ketemu. sementara masalah itu dia tunda dulu dan kembali fokus bekerja, Yodi kembali masuk ke dalam restoran dan ternyata di salah satu meja restoran sudah ada Devi yang sedang sarapan dengan ibunya. tidak memakai lama Yodi langsung menghampiri meja Devi.


"hai dev...!!" kata Yodi


"hai... Yod" kata Devi


"apa kabar bu??" kata Yodi

__ADS_1


"baik...!!" kata ibunya Devi


"mau kemana mah??" kata Devi


"itu ambil omelette" kata ibunya Devi


"oh... ibu biar saya yang ambilkan" kata Yodi


"oh... terimakasih ya" kata ibunya Devi


Yodi menuju stand omelette mengambilkan untuk ibunya Devi, dan setelah mengambil dia langsung ke mejanya lagi.


"ini ibu silahkan" kata Yodi


"Yod... ade aku bisa katanya, dia paling sore menuju malem kayanya" kata Devi


"oh... ya, sip deh kalo gitu. jadi aku pulang cepet lagi" kata Yodi


"ya udah tunggu nanti ajah aku kabarin lagi" kata Devi


"oke... aku tinggal dulu ya" kata Yodi


"iya ga apa-apa " kata Devi


"mari bu... yu dev aku kesana dulu" kata Yodi

__ADS_1


Yodi kembali fokus kepada kerjaannya lagi sambil menunggu jam pulang dan kabar dari Devi.


__ADS_2