Surga Palsu Mu

Surga Palsu Mu
Tak Sengaja


__ADS_3

Di pagi ini Yodi sepertinya lebih terlihat semangat untuk mengawali tahun baru. dia bangun lebih awal dan membangunkan Devi untuk sholat subuh. cuaca yang sangat dingin di tambah di luar hujan turun membuat Devi sulit untuk bangun. tapi Yodi terus membujuk Devi untuk bangun.


"sayang... udah adzan subuh nih, bangun yuk" kata Yodi


"ah... iya, aku kesiangan ya??" kata Devi


"engga... masih ada waktu kok, masih jam 5. yuk sholat berjamaah" kata Yodi


"duh maaf... aku ngantuk banget sayang, aku pingin tidur lagi" kata Devi sambil menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya. dan di dalam selimut Devi tersenyum


"sayang... yuk bisa yuk, ngelawan rasa ngantuk nya" kata Yodi


"duh... sayang aku ga bisa, kamu duluan ajah" kata Devi sambil tersenyum kembali


"sayang... aku yakin kamu bisa, ayo bangun" kata Yodi


"sayang tetep aku ga bisa, aku kan lagi haid hahahaha" kata Devi sambil tertawa terbahak-bahak

__ADS_1


"astaghfirullah... ya ampun aku lupa, tau gitu aku langsung sholat" kata Yodi


"sayang... kamu pelupa banget sih" kata Devi


"iya... ga inget loh, kalo kamu lagi datang bulan. ya udah aku sholat dulu ya" kata Yodi


"ya udah keburu kesiangan sholatnya" kata Devi


Yodi sholat dulu, Devi hanya menunggu sambil main handphone. dan handphone Yodi berdering, karena Yodi masih sholat Devi mengeceknya, ternyata yang muncul di kontaknya Ajay SMA. dan Devi yakin itu Ajay yang Devi kenal. lalu Devi mengangkatnya


"assalamualaikum..." kata Devi


"Yodi lagi sholat Jay... ini Devi kenapa??" kaya Devi


"oh engga, nanti di telepon lagi ajah" kata Ajay


tiba-tiba Yodi merebut langsung handphone miliknya dari tangan Devi, handphone yang sedang nempel di pipi tak sengaja kuku Yodi mencakar pipi Devi. pipinya Devi terlihat robek sedikit, dan mengeluarkan darah sedikit seperti jerawat pecah.

__ADS_1


"auw..." kata Devi teriak kesakitan


"halo jay kenapa??" kata Yodi


"eh... bro, loe ngapain sama Devi se kamar" kata Ajay


lalu Devi menepuk tangan Yodi yang sedang memegang handphone dengan keras, handphone Yodi pun terhempas jatuh ke lantai dan rusak. Yodi kaget dia membalik badannya, dan dia melihat wajah Devi sangat marah. namun Devi sadar dia harus menahan amarahnya, mukanya memerah matanya menatap tajam kearah Yodi.


Yodi sadar bahwa hal itu sangat berlebihan, dan melihat pipi Devi ada sebuah percikan darah. Yodi tak bisa berkata-kata. Devi mulai merasakan perih di pipinya, lalu dia memegang pipinya dan melihat tangannya ternyata ada darahnya. percikan air mata mulai keluar dari mata Devi. Devi terus menahan amarahnya. tak sanggup menahan amarahnya Devi hanya bisa teriak "kamu..." dan langsung pergi keluar kamar dan berlari menjauh dari hotel.


Yodi memang merasa sangat bersalah, Yodi tadi panik takutnya Devi tau kalo Yodi masih berhubungan dengan Shanti, sehingga langsung merebut handphonenya. Yodi langsung mengejar Devi ke arah luar sambil memanggil-manggil Devi. tapi Devi terus berlari ke arah pantai. Yodi terus mengejar Devi. saat di lobby.


"sudah cukup... mending kamu balik ke kamar, aku lagi pingin sendiri dulu" kata Devi


"tapi sayang... maafkan aku, aku mohon aku minta maaf" kata Yodi


ucapan ini tidak biasa, karena Yodi ini sangat anti dengan mengucapkan kalimat maaf, kali ini dia harus bilang maaf dan memohon.

__ADS_1


"kalo kamu mau maafin aku, mending kamu balik ke kamar, dan biarkan saya pergi sejenak.


Yodi hanya bisa menuruti maunya Devi, lalu dia kembali ke kamar dan Devi pergi hujan-hujanan ke arah pantai


__ADS_2