
"Nah itu dia Shanti udah kembali" kata Ajeng
Ajeng langsung menemui Shanti
"Shan... gimana kata dokternya??" kata Ajeng
"cuman sakit biasa kok...!! tapi guys... sorry ya gw ga bisa jadi panitia reuni deh" kata Shanti
"loh kenapa Shan?? loe sakit apa sih Shan??" kata Ria
"gw kayanya butuh istirahat beberapa minggu ke depan deh" kata Shanti
"ya udah Shan... loe istirahat ajah" kata Ajeng
"jadi siapa yang menggantikan Shanti??" kata Ria
"istri gw ajah jeng... " kata Yodi
"ya udah, bukannya ajak kesini" kata Ajeng
"istri gw lagi sakit, sama kaya Shanti gitu mual-mual" kata Yodi
"istri loe hamil kali Yod" kata Ria
"wah... Shanti juga hamil juga hahahaha" kata Rangga
dek... hati Shanti berasa di tusuk mendengar ucapan Rangga, mata Shanti mulai memerah. sudah seharusnya Shanti menjauh dari temannya. sudah tak tahan lagi menahan kesedihan.
"ya udah gw balik dulu, sukses ya kalian" kata Shanti
"iya Shan... hati-hati di jalan" kata Ajeng
"Shan loe kuat kan?? gw temenin loe ya" kata Ria
"udah ga apa-apa" kata Shanti sambil menunjukan rasa mualnya
"tuh kan... guys gw balik sama Shanti ya, rapatnya udah beres kan. sampai ketemu lagi ya" kata Ria
Ria pulang bareng Shanti, Ria menyetir mobil. saat perjalanan Shanti menangis dengan histeris. Ria kaget dia kembali menangis seperti saat dia curhat di rumahnya.
"Shan... loe kenapa lagi?? boleh kalo gw tau" kata Ria
Shanti pura-pura tak mendengar apa yang di katakan Shanti, Shanti masih menutup kesedihan dirinya dari orang lain. tapi Ria terus mencoba Shanti untuk bercerita.
"Shan... mending loe cerita deh dari pada tersiksa kaya gitu" kata Ria
__ADS_1
"sebenarnya gw mau cerita tapi bukan sama loe, loe tuh ga bisa jaga rahasia" kata Shanti
"yah... sorry ya Shan, kalo loe tau gw di ancam sama keluarga loe. di sangka menculik loe, jadi gw bilang sama keluarga loe, kalo loe lagi sama gw" kata Ria
"gw hamil" kata Shanti
"apa?? loe hamil sama siapa Shan?? kenapa bisa sih Shan??" kata Ria
"sama siapa lagi, ceritanya panjang sebelum Yodi menikah gw hubungan sama dia buat yang terakhir kali" kata Shanti
"ya ampun Shan... kamu kenapa sih, ga usaha buat move on ajah" kata Ria
"gw lagi berusaha, malah kaya gini kan. gw bingung" kata Shanti
"yang kuat ya Shan... semoga ada jalan keluarnya, kalo loe butuh bantuan gw. panggil ajah gw" kata Ria
Karena rumah Shanti lebih jauh dari Ria, jadi Shanti mampir dulu ke rumah Ria.
"ayo Shan... masuk dulu" kata Ria
pada saat Shanti akan masuk ke rumah Ria, tiba-tiba ibunya Ria datang. sebelum masuk ke rumah ibunya Ria menampar Shanti sangat keras sambil berkata "ini nih yang bikin anak saya jadi hancur... pergi kamu, awas jangan sekali-kali kamu temuin anak saya lagi"
"mamah... Shanti ga salah mah" kata Ria
Shanti yang tidak tau menahu, tiba-tiba dia mendapatkan tamparan dari ibunya Ria. walaupun seperti itu Shanti memang merasa dirinya sangat kotor. tidak banyak perdebatan Shanti langsung pergi dari rumah Ria dan pulang ke rumah.
"Yod... aku tunggu kamu di rumah, ada yang aku bicarakan begitulah chat Shanti kepada Yodi.
Di dalam hatinya Shanti berbicara sendiri, sambil menunggu Yodi datang.
"Yod... 5 tahun yang lalu kamu seperti angin surga yang bisa membahagiakan kehidupan aku selamanya. saat hubungan itu kamu perlakukan aku seperti layaknya bidadari surga. perhatian kamu, kasih sayang kamu terasa begitu tulus dan murni. seakan-akan kamu memegang kebahagiaan aku. kebahagiaan itu kamu berikan tanpa ada rasa yang lain. tapi kenapa?? apa salah aku?? beberapa bulan saat kamu memutuskan aku, kamu begitu jahat, kamu seperti iblis yang merasuki dan membayangi aku setiap hari. apa selama 5 tahun yang lalu itu hanya sebuah surga palsu?? mungkin jika kamu membuat surga palsu. aku akan membuat air mata surga. dan jika anak ini perempuan aku akan beri nama salsa. makasih Yod kamu bikin aku kotor dan aku berharap air mata ini bisa mengembalikan lagi kepada fitroh ku, kembali suci"
"Shan... ada apa??" kata Yodi yang baru saja datang
Tak banyak bicara "maaf kalo aku ga buatin kopi, hanya aku mau ngasih ini buat kamu" kata Shanti sambil pergi masuk dan mengunci pintu rumahnya.
"tunggu Shan... ini apa aku ga ngerti?? Shan kamu hamil, Shan buka Shan... kamu jelasin ke aku dulu. aku janji mau tanggung jawab. Shan buka dulu" kata Yodi
Shanti enggan untuk membuka pintunya, dia bersandar di pintu sambil menangis. perlahan dia menjauh dari pintu sambil mendengar teriakan Yodi yang berada di luar rumah. semakin menjauh Shanti dari pintu, dia masuk ke kamar dan mengunci kembali pintu kamar. Shanti lebih memilih sendirian di kamar dengan suasana yang sangat hening. dia berharap, sosok malaikat datang mengambil nyawanya dan meninggal dengan kondisi tidak ada orang yang mau peduli.
Tak banyak yang bisa di lakukan oleh Yodi, badannya sungguh lemas. Yodi pulang ke Jakarta dengan membawa hasil test kehamilan dari dokter.
"udah bere bi rapatnya??" kata Devi
"mi... kamu udah sembuh?? kenapa belum tidur, udah jam 9 loh" kata Devi
__ADS_1
"aku lagi nunggu kamu, lagian aku cuman masuk angin ajah. udah agak enakan tadi abis minum jahe. tuh bintik di tangan akunya udah berkurang" kata Devi
"syukurlah... yuk di kamar yuk, aku pingin tiduran" kata Yodi
Devi dan Yodi berbicara hasil rapat tadi di kamar
"bi... ngapain ajah tadi??" kata Devi
"tadi bikin acara, sama ngisi undangan. kebetulan Shanti ga bisa jadi panitia jadi ya udah aku suruh kamu jadi panitia" kata Yodi.
"emang aku bagian apa bi??" kata Devi
"bagian yang bikin undangan mi, terus di bagi sama murid dan guru" kata Yodi
"emang konsep undangannya udah ada??" kata Devi
"udah ada di flashdisk aku" kata Yodi
"mana flashdisk nya??" kata Devi
"oh... iya ada di tas pinggang aku, ketinggalan di mobil" kata Yodi
Devi pergi ke mobil untuk mengambil tas pinggang Yodi. dan ternyata ada sebuah kertas tergeletak di dashboard mobil. Devi mengambilnya dan membacanya dan itu hasil test kehamilan Shanti. Devi kaget dan marah.
"bi... ini apa bi, apa maksudnya??" kata Devi
"aku juga ga ngerti mi... itu di kasih Shanti tadi" kata Yodi
"ini test kehamilan bi... apa Shanti hamil??" kata Devi
"ga tau mi... aku ga ngerti, tiba-tiba dia ngasih itu ajah dan dia langsung pergi gitu ajah" kata Yodi
"ga tau bi sama hubungan kamu itu. terserah kamu ajah, kenapa sih kamu ga bisa bikin hubungan kita tenang sebentar??" kata Devi
"mi... maafin aku" kata Yodi
"udah aku maafin... aku mau tidur, terserah kamu ajah" kata Devi sambil ngumpet di kasur, matanya berlinang air mata
"mi... aku janji ga akan ninggalin kamu, ga akan menduakan kamu. aku mau setia sama kamu" kata Yodi
"ga bertanggung jawab, itu anak kamu" kata Devi
"jadi aku harus gimana mi??" kata Yodi
"terserah..." kata Devi
__ADS_1
Yodi menjadi kebingungan, dia harus melakukan apa?? apa ini tanda boleh poligami atau dia harus setia?? sementara ini Yodi hanya bisa merokok di balkon sambil merenung dan berfikir mencari solusi. sesekali Yodi menghubungi Shanti. tapi tidak tersambung.