Surga Palsu Mu

Surga Palsu Mu
Numpang Istirahat


__ADS_3

Karena pintu kostan terbuka Shanti melihat Yodi berdiri di depan pintu. di susul Tia yang melihat Yodi. sementara mereka terdiam dan berhenti makan.


"aku boleh masuk??" kata Yodi


Tia menoleh kepada Shanti dan Shanti menggeser badannya, memberikan sebuah isyarat kalo Yodi di persilahkan masuk. Yodi melepas sepatunya dan masuk lalu duduk di sebelah Shanti.


Shanti dan Tia melanjutkan makan baksonya, sementara Yodi hanya diam. dia mau ngomong entah dari mana mulai pembicaraannya.


"apa maksud kaka datang kesini??" kata Tia


"aku mau ikut beristirahat saja" kata Yodi


"kenapa harus beristirahat di sini??" kata Tia


"sambil mempertanyakan cintanya Shanti" kata Yodi


"oke... ka aku pulang dulu " kata Tia


Tia pulang dan di kostan tersisa Shanti dan Yodi. lalu Yodi memulai pembicaraan dengan Shanti.


"Shan... kamu inget ga, waktu kita sama-sama ngekost bareng pas gerimis gini. kaya sekarang ini" kata Yodi


"semuanya aku inget" kata Shanti


"maksud kamu??" kata Yodi

__ADS_1


"bukannya kamu nanya?? ya semuanya aku inget" kata Shanti


"kenapa bisa gitu??" kata Yodi


"karena waktu itu, aku bersama orang yang sepesial buat hidup aku" kata Shanti


"terus??" kata Yodi


"terus apa??" kata Shanti


"terus sekarang, aku masih spesial buat kamu??" kata Yodi


"apa yang jadi alasan kalo kamu menjadi spesial hidup dalam hidup aku sekarang ini??" kata Shanti


"oh..." kata Shanti


sejenak Yodi terdiam, tidak ada kata-kata. hanya bisa memandang Shanti. Shanti juga cuman diam hanya berbaring seperlunya.


"kamu bilang, kamu masih cinta sama aku. tapi buktinya aku ga menemukan cinta dari kamu" kata Yodi


"apa yang kamu inginkan ketika ada orang yang mencintaimu" kata Shanti


"oh... banyak, aku ajak main, jalan-jalan..." kata Yodi


pembicaraan Yodi di stop oleh perkataan Shanti "aku masih di sini ajah tuh" kata Shanti

__ADS_1


Pertanyaan Yodi selalu salah, Shanti selalu membalikan pertanyaan yang Yodi utarakan. Yodi menjadi bingung harus berbicara apa sama dia.


Yodi menghirup nafas dan membuangnya.


"mungkin dulu kamu yang selalu membuat aku berubah. tapi hari ini entah lah aku tidak bisa berbuat apa-apa. mungkin saat bersama kamu juga aku selalu menunggu wanita yang aku suka. dan aku yakin bahwa dia yang terbaik untuk aku. tapi kali ini aku menyadari satu hal. ternyata kamu lebih baik" kata Yodi


"makasih" kata Shanti


Yodi tidak perduli dengan kondisi hari ini, dia hanya mengutarakan yang dia rasakan.


"aku bingung dengan jalan hidup aku sekarang, aku lebih nyaman pacaran sama kamu. tapi aku mencintai Devi" kata Yodi


Shanti hanya diam saja, dia pikir tak ada yang harus dia lakukan. walaupun hatinya dia sayang sama Yodi, dia cinta sama Yodi. tapi hari ini bukan kapasitas dia, Perasaan Shanti ini unik, andaikan Yodi meminta kembali Shanti untuk menjadi pacarnya Shanti pasti mau. walaupun mungkin Shanti menjadi yang ke dua. Tapi Shanti tidak mau memulai duluan karena mungkin tindakan itu beresiko tinggi buat Shanti. Yodi hanya mengutarakan perasaan hatinya saat ini.


"kenapa kamu lebih nyaman sama aku?? apa pas ketika kamu bersama aku, kamu bisa tidur sama aku. sementara sama Devi dia lebih menjaga kehormatannya??" kata Shanti


"bukan masalah itu, kamu lebih mengerti aku. aku sadar aku lebih memanfaatkan kamu ketimbang aku memahami sikap kamu. benar kata kamu, dia tidak lebih baik dari aku" kata Yodi


"munafik... kenapa kamu masih mempertahankan dia?? kalo memang dia ga cocok buat kamu. malahan kalian mau menikah kan??" kata Shanti


"itu masalahnya, aku mau menikah. aku ga mau hidup dalam kekangan dia seumur hidup aku" kata Yodi


"dan cerita mu itu mungkin aku yang alami seperti saat aku bersama kamu, asal kamu tau Yod... betapa lelahnya aku mempertahankan kamu. betapa sakitnya aku, tersiksanya aku buat penuhin egonya kamu. kamu belum seberapa di banding aku. aku mencoba segala hal buat bikin kamu seneng, tapi kamu tetep ninggalin aku" kata Shanti mulai emosi sampai menangis


Yodi hanya terdiam dan termenung memikirkan penyesalannya.

__ADS_1


__ADS_2