
Hari ini adalah hari dimana Yodi dan Devi menikah. Yodi dan rombongan sedang bersiap-siap. barang-barang yang akan di bawa sudah mulai masuk mobil. kurang lebih 7 mobil yang akan ikut mengantar Yodi. mobil paling depan adalah mobil Yodi yang akan di pakai oleh keluarga pengantin. Yodi sudah siap di luar rumah dan akan memasuki mobil. tapi Yodi masih menunggu Windi dan ibunya masih di dalam merapihkan make-upnya.
Cukup kesal Yodi menunggu di depan karena tak kunjung keluar juga. akhirnya Yodi menyalakan sebatang rokok dan meminta kopi kepada saudaranya. tangan kiri Yodi memegang kopi dan tangan kanan memegang rokok Yodi sambil bersandar ke mobil. sesekali dia di foto bersama saudaranya yang lain. pada saat Yodi santai sambil merokok, tiba-tiba Shanti datang.
"by..." kata Shanti
Yodi kaget dengan kedatangan Shanti, dan Yodi terkesima melihat dan-danan Shanti yang begitu cantik seperti putri. dia memakai sebuah gaun pesta dan wajahnya di rias dengan maksimal dengan rambut di cepol.
"sayang... ngapain kamu kesini??" kata Yodi
"aku mau ikut nganter kamu by" kata Shanti
"seriusan ini kamu??" kata Yodi
"hubby... ini blazernya yang bener dong, siapa sih yang bikin dasinya gini amat, sini aku benerin dulu" kata Shanti
Yodi terus menerus melihat wajah Shanti yang begitu cantik dan mempesona.
"yang... kamu cantik banget, ga tahan aku" kata Yodi
"berisik ah gombal" kata Shanti
"sayang... aku ga nyangka kamu secantik ini, ga aneh dalam tiga hari kamu dapet followers 25.000an hehehe" kata Yodi
"udah rezekinya ajah kali, di tambah akunya jago main game" kata Shanti
"engga... beneran, kalo ajah kita berdua. aku pingin cium bibir kamu selamanya" kata Yodi
"dah... beres, nah kan keren keliatannya. baru ini pengantin" kata Shanti
"sayang masuk ke mobil" kata Yodi
Yodi menyuruh Shanti masuk ke mobil, di mobil hanya berdua Shanti san Yodi. Yodi langsung mencium bibir Shanti, tapi tak lama Shanti langsung melepaskan ciumannya, dan kembali keluar mobil. tak lama setelah Shanti keluar dari mobil, ibunya Shanti keluar dari rumah. Shanti bertemu dengan ibunya Yodi.
__ADS_1
"ibu... ih ibu cantik banget" kata Shanti
"ya ampun... Shanti, ibu kira siapa?? pangling banget" kata ibunya Yodi
"ah ibu bisa ajah" kata Shanti
"ih.. ka Shanti, aku jadi malu. kok cantikan ka Shanti daripada aku" kata Windi
"engga ah... cantikan kamu, kaya ibunya" kata Shanti
"ayo... sayang yuk ikut mobil ibu ajah" kata ibunya Yodi
"ya udah aku di depan, biar ibu, Windi sama Yodi di belakang" kata Shanti
"engga ibu ajah yang di depan, kamu di belakang ajah" kata ibunya Yodi
mereka pun masuk ke mobil dan mulai berangkat ke Jakarta. dalam perjalanan Yodi menanyakan gaun yang di pakai Shanti "ini gaun dari mana??" kata Yodi
"ini bekas mamah aku waktu muda dulu, sengaja aku simpen. tadinya mau aku pake saat kita tunangan dulu. tapi karena telat masukin laundry jadi aku pake yang lain. dan tadinya aku mau pake ini pas mau nikah. tapi ya udahlah" kata Shanti
Tiba-tiba Shanti memegang tangan Yodi saat Windi tertidur di mobil dan Shanti berkata "by... maaf ya tadi aku lepasin, pasti kamu sakit ya"
"ssttt... aku mohon jangan ngomong gitu depan keluarga aku. aku janji aku akan bilang nanti pas waktunya tentang hubungan kita" kata Yodi
"aku ngerti... tapi bukan itu maksud aku. setelah kamu menikah sama Devi. bolehkan aku berhijab??" kata Yodi
"seriusan kamu mau berhijab??" kata Shanti
"udah lama aku pingin berhijab, tapi aku pingin memakai gaun ini di depan kamu. sekarang aku pake pemberian mamah satu-satunya. dan aku bakal janji sama diri aku sendiri kalo aku menikah nanti aku mau memakai jilbab dan memperbaiki hubungan aku sama Allah" kata Shanti
"kenapa kamu baru bilang hari ini?? kenapa kamu bilang pas dulu ajah, mungkin aku ga akan ninggalin kamu. aku ga akan pacaran sama Devi" kata Yodi
"tadinya aku mau bilang ini di pantai by... tapi ya udah lah. aku juga udah nerima segalanya" kata Shanti
__ADS_1
"sayang... maafin aku" kata Yodi sambil mengeluarkan air mata
Shanti mengusap air mata yang menetes di pipi Yodi. "kamu ga usah sedih by... biar aku ajah yang sedih. kamu kan mau nikah sekarang sama wanita yang kamu dambakan selama 7 tahun lalu" kata Shanti
"entah lah... pernikahan aku nantinya kaya gimana?? aku sayang sama kamu" kata Yodi
tangannya di lepaskan oleh Shanti, dia langsung melihat ke arah luar mobil. dan memilih diam sampai Jakarta. Shanti mencoba untuk selalu tegar. sebenarnya hatinya sangat hancur ketika Yodi akan menikahi Devi. dan sebenarnya Shanti tak tahan ikut ke pernikahan Yodi. tapi Shanti masih pandai menyembunyikan kesedihannya.
Sampailah di Jakarta, seluruh rombongan turun di mobil dan semua masuk ke ballroom untuk melaksanakan akad nikah. Shanti ikut mendampingi Yodi di pinggirnya sebelah kanan dan sebelah kirinya ibunya Yodi, sedangkan Windi ada di belakang Yodi bersama keluarga Yodi yang lain.
Di pintu gerbang ballroom, ibunya Devi mengalungkan sebuah bunga. dan Yodi bersama rombongan di antar oleh keluarga Devi masuk ke ballroom. dan mereka duduk di area meja untuk akad nikah. Shanti dan ibunya Yodi berada di belakang Yodi. lalu di panggil lah Devi, dan saat Devi akan duduk di samping Yodi. Devi sangat terkejut ternyata ada Shanti. hatinya sangat ga karuan Devi berfikir dan berbuat di hatinya "ngapain dia ada di akad ku?? ga tau malu tamu yang ga di undang datang" karena memang janji mereka berdua tidak akan mengundang Shanti.
Setelah akad, dan saksi bilang "syah" perasaan Devi sangat tenang. Devi dan Yodi naik ke pelaminan. Devi begitu bahagia saat menikah dengan Yodi. begitupun Yodi bahagia juga. mereka berdua di atas pelaminan tersenyum bahagia. sesekali mata Devi melirik kepada Shanti. semenjak Shanti sudah tidak tahan lagi melihat pernikahan mereka berdua. matanya sudah ingin menangis. tapi Shanti mencoba tegar di hadapan semua orang. dan Shanti pun naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada mereka berdua.
"ka Shanti bisa pegang kamera?? boleh fotoin kita ya" kata Windi
Windi terlalu polos menyuruh Shanti untuk menjadi juru foto. Shanti tak keberatan, Shanti mengambil alih fotonya. dia membidik moment-moment pernikahan terutama ke dua pengantin.
"Shanti... kamu datang kesini" kata salah satu teman Shanti saat sekolah dulu. Shanti tak berkata hanya tersenyum. "yang kuat ya Shan" terusan dari temannya Shanti. lama kelamaan Shanti sudah tak kuat dengan kondisi ini. dia mengembalikan kameranya ke Windi lalu Shanti berlari keluar ballroom. Shanti menangis di luar ballroom. dan dia pergi ke terminal untuk pulang duluan ke Bandung. Shanti tak bisa lagi menahan kesedihannya. keluarga dan Yodi mencari Shanti. saat ganti baju di ruang ganti Yodi menelepon Shanti.
"sayang kamu di mana??" kata Yodi
"aku pulang duluan by..." kata Shanti
"maaf ya sayang" kata Yodi
"iya, kamu jangan khawatir sama aku" kata Shanti
lalu Devi ada di belakang Yodi dan berkata "kenapa, kamu peduli banget sama dia??"
"eh... mi. engga tadi dia berangkat sama keluarga aku. keluarga aku nanyain, jadi aku telepon ternyata udah pulang duluan" kata Yodi
"nyusahin ajah sok tegar... kenapa di undang sih??" kata Devi
__ADS_1
"engga tau, tadi tiba-tiba pingin ikut ajah" kata Yodi
"ya udah kita kesana yuk" kata Devi