Surga Palsu Mu

Surga Palsu Mu
Bayi Salsa


__ADS_3

Sudah 9 bulan lebih Yodi kehilangan kontak dengan Shanti, ada pun di Instagram tapi chat nya tak pernah di balas. memang Shanti sesekali tampil di beberapa channel YouTube. tapi Shanti tidak terlihat sedang hamil. entah memang di sembunyikan, entah memang Shanti tidak hamil atau Shanti menggugurkan kandungannya.


Di samping itu, Devi yang awalnya bersi keras tidak mau berbagi cinta suaminya. dia ikhlas ketika tau Shanti hamil. tapi kembali lagi baik Devi dan Yodi tidak bisa menghubungi Shanti. sempat mencoba menghubungi anggota keluarganya, mereka bilang tidak tau.


"gimana bi udah beres??" kata Devi


"Alhamdulillah udah... ya udah kita mulai lagi dari awal ya mi" kata Yodi


"iya... yuk kita berangkat sekarang ajah" kata Devi


Krisis ekonomi global yang membuat cafe Devi akhirnya terhenti. baru saja Yodi transaksi jual beli bangunan. mereka memutuskan untuk tinggal kembali di Bandung, karena di rasa biaya hidupnya lebih murah dan juga mereka tidak canggung lagi hidup di sana.


"bi... kok aku masih belum hamil juga ya??" kata Devi


"ga tau kenapa ya mi... apa perlu kita berobat??" kata Yodi


"kayanya jangan dulu ya bi... aku khawatir keuangan kita ga cukup" kata Devi


Yodi sambil menyetir mobil dia memegang tangan Devi. "mi... kamu ga apa-apa hidup susah kaya gini??" kata Yodi


"emang kenapa?? aku udah siap dengan kondisi apapun" kata Devi


"makasih ya mi... kamu istri yang baik, aku malu sama diri aku sendiri" kata Yodi


"malu kenapa??" kata Devi


"mungkin aku ga sebaik kamu" kata Yodi


"bi... kamu ga usah takut, buat aku kamu selalu terbaik. maaf ya bi aku belum bisa support kamu" kata Devi


Tibalah mereka di Bandung, dan mereka memutuskan untuk tinggal di rumah Yodi. bersama ibunya Yodi dan adiknya Yodi. sebuah ruangan yang tidak besar. hanya ada 1 kamar, itupun di atas, di lantai dua. dan ada space kosong mungkin cukup untuk membuat dapur dan kamar mandi. sementara mereka ingin merombak sedikit ruangan lantai dua.


Keuangan mereka memang cukup untuk membeli rumah. tapi mereka butuh waktu untuk mencari rumah yang cocok dan enak di tempati.


"bi... aku kesini tuh jadi inget dulu ya, pertama kali aku kesini. terus berangkat bareng sama kamu" kata Devi


"iya, menurut kamu enak ga buat kita tinggal sementara di sini??" kata Yodi


"bi... apa Shanti sudah pernah tidur di tempat ini??" kata Devi


"kenapa kamu ngomongin dia lagi sih??" kata Yodi


"engga aku pingin tau ajah, kalo sering emang kamu ga terkenang gitu??" kata Devi


"sebenarnya sering... Shanti itu karena orangnya seru, jadi bisa nemenin ibu, bantu beresin sampai ibu lebih sayang kepada Shanti dari pada anaknya" kata Yodi


"entahlah... semenjak aku pindah ke Jakarta, aku selalu rindu sama Shanti. walaupun mungkin kurang lebih setahun aku menjadi sahabat dia, aku berasa udah lama banget sahabatan dengan dia. entah kenapa kok bisa Shanti suka sama kamu bi..." kata Devi


"sebenarnya aku juga kaget dulu, aku merasa orang yang tidak sekeren mantannya dia. tapi dia nembak dan perjuangannya harus banget gitu aku jadi cowoknya dia. setelah aku tolak dia masih banget berharap aku bakalan mencintai dia" kata Yodi


"kamu seneng banget ya pacaran sama Shanti??" kata Devi


"engga mi... aku rasa selama 5 tahun itu, cuman gengsi ajah aku punya cewek cantik, dan juga bisa menikmati seluruh tubuhnya. kalo di bilang cinta kayanya ga ada. justru selama sama Shanti aku berharap bisa ketemu lagi sama kamu" kata Yodi


"ga ada informasi lagi bi tentang Shanti??" kata Devi


"ga ada, tiap hari aku chat dia ga pernah di bales. no WhatsApp nya di ganti, tapi aku nonton di YouTube 2 bulan kemarin masih siaran di esport" kata Yodi


"saat reuni juga dia benar-benar menghindar dari aku banget, justru dia banyak menghabiskan waktu di kamar, bantu masak dan saat ngumpul sama anak-anak cewek lebih banyak diamnya" kata Devi

__ADS_1


"eh... tuh ada baso, kita beli baso. kamu mau ga mi??" kata Yodi


"mau... mau... mau... pedes ya" kata Devi


"oke...!!" kata Yodi


Yodi pergi ke bawah membeli baso yang, dan saat Yodi menunggu pesanan baso, Devi berlari di lantai dua menemui Yodi


"bi... ini bi... ada telepon, no nya ga di kenal. siapa tau penting" kata Devi


"oh... ya mana mi" kata Yodi


Yodi langsung mengangkat teleponnya, sambil kebingungan siapa yang menelepon??


"halo..." kata Yodi


"halo Yod... ini Dewi, kakaknya Shanti" kata Dewi


"oh iya kak... Kenapa??" kata Yodi


"kamu lagi di mana sekarang??" kata Dewi


"lagi di Bandung kak... di rumah mamah" kata Yodi


"kamu bisa ke rumah kakak??" kata Dewi


"bisa kak...!!! tapi aku ga tau rumah kakak" kata Yodi


"iya maksudnya rumah Shanti" kata Dewi


"oh iya ka... kalo boleh tau, ada apa ya kak??" kata Yodi


"nanti kakak jelasin di sini" kata Dewi


"iya kakak tunggu, jangan lupa sama istri kamu juga" kata Dewi


"oke ka" kata Yodi


panggilan mereka berakhir.


"ada apa bi?? siapa emang yang menelepon??" kata Devi


"kakaknya Shanti, dia nyuruh kita kesana" kata Yodi


"em... emang mau ngapain??" kata Devi


"ga tau, ya udah kita abisin dulu baksonya, nanti kita langsung ke rumah Shanti" kata Yodi


Sejenak mereka menghabiskan baksonya untuk mengobati rasa lapar, karena lelah perjalanan dari Jakarta ke Bandung. masih tanda tanya besar untuk mereka apa keperluan kakak Shanti memanggil mereka. tidak seperti biasanya kakak Shanti menghubungi mereka.


Tak lama setelah beres makan bakso, mereka langsung menuju ke rumah Shanti. cukup sekitar 30 menit saja mereka sudah sampai di rumah Shanti.


"assalamualaikum" kata Yodi


"walaikumsalam... silahkan masuk" jawaban dari Dewi


Saat Yodi dan Devi masuk ke dalam rumah, di dalam sangat sepi. mereka melihat di sekitar ruangan tampak tidak ada siapa-siapa lagi di rumah, hanya Dewi seorang. Yodi melihat ke kamar Shanti yang pintunya terbuka, itu tandanya Shanti sedang berada di luar kamar. atau emang Shanti ga ada di rumah. yang Yodi tau biasanya jika di dalamnya ada Shanti. pintu kamarnya selalu tertutup. penciuman Devi lebih tajam, dia mencium bau bayi.


"silahkan duduk Yod... bentar kaka ambilkan dulu minum" kata Dewi

__ADS_1


saat Dewi ke dapur, Devi berbisik kepada Yodi "bi... aku mencium bau bayi ya??"


"anaknya ka Dewi kali" kata Yodi


"oh... sepi amat ya rumahnya, ga kaya waktu masih ada ibunya Shanti" kata Devi


"iya... beda banget" kata Yodi


Dewi pun datang dengan membawa minuman dan makanan ringan "silahkan di sambil" kata Dewi


"oh iya ka... makasih" kata Yodi


"dari kapan kamu di Bandung Yod?? bukannya di Jakarta ya sekarang??" kata Dewi


" baru tadi kak... ya sekitar jam 12an kita sampai di rumah mamah" kata Yodi


"oh... baru dateng banget ya, maaf ya Yod kakak udah ganggu waktu keluarga kamu" kata Dewi


"ga apa-apa kak... oh iya memangnya ada apa ya kak??" kata Yodi


"kalian ketemu Shanti terakhir kali kapan sih??" kata Dewi


"kita sih pas reuni ajah ka... sekitar 7 bulan yang lalu mungkin" kata Devi


"iya ka pas reuni... cuman kalo liat di YouTube baru malem kemarin sih, aku liat di channel seseorang dia lagi podcast. dan udah berhijab ya. beda banget" kata Yodi


tiba-tiba wajah Dewi terlihat wajah yang sedih, matanya berkaca-kaca.


"iya... dia berhijab saat keluar rumah, karena untuk menutupi kehamilannya yang semakin ke sini semakin besar" kata Dewi


"em... ka, bukannya kakak juga kehilangan kontak ya sama Shanti, kenapa kakak bisa tau??" kata Yodi


"maaf Yod... kakak harus nge bohong sama kamu, sebenarnya Shanti pindah ke sebuah tempat. iya dia lakukan untuk menyembunyikan perutnya yang semakin membesar" kata Dewi


"ya ampun ka... kenapa kakak ga kabarin aku sih?? dimana Shanti sekarang kak?? aku mau ketemu dia" kata Yodi


dan Dewi menangis...!! Devi dan Yodi semakin bingung, sambil menangis Dewi berkata "kemarin Shanti melahirkan, anaknya perempuan sangat cantik dan lucu. mirip banget sama ibunya. Shanti bilang tolong titipkan anak ini sama ayahnya. agar bisa di besarkan bersama ayah dan ibu tirinya. aku udah ga kuat. setelah itu Shanti sudah tidak ada lagi di sini" kata Dewi


"maksud ka Dewi??" kata Devi dengan nada yang sangat kaget


"ya... kalian ga akan pernah ketemu Shanti lagi. maaf atas segala kesalahannya pada kalian" kata Dewi


Devi menangis dengan histeris, sedangkan Yodi matanya hanya berkaca-kaca tetapi di hatinya sangat sedih.


"aku ga percaya bi... Shanti masih ada kan bi..." kata Devi


"mi... yang sabar ya, kita doakan yang terbaik buat Shanti" kata Yodi


Lalu Dewi pergi ke lantai dua, masuk ke kamarnya Shanti. dia membawa bayi itu dan menunjukan kepada Devi dan Yodi.


"ini namanya salsa, Shanti memberi namanya Salsa. yang berarti air mata surga. kakak harap kalian bisa merawat dia dengan baik" kata Dewi


Devi menggendong bayi itu "lucu sekali... aku janji ka, aku mau merawat salsa dengan baik" kata Devi


"kak... sebenarnya kita sedang di guncang sama masalah ekonomi, tapi adanya Salsa. aku janji dengan sepenuh hati aku akan merawatnya, membesarkan dan mendidiknya" kata Yodi


"terimakasih... kalian udah nerima Salsa dengan baik" kata Dewi sambil mencium bayi yang di gendong Devi


"ya udah kak... kita pamit dulu, semoga kaka sehat selalu. salam sama keluarga yang lain" kata Devi

__ADS_1


"iya sama-sama, oh iya ini perlengkapan salsa" kata Dewi


Dan akhirnya mereka tau informasi tentang Shanti untuk terakhir kalinya, dan membawa anak yang di lahir kan Shanti. sungguh hebat perlengkapan yang di sediakan Shanti untuk bayinya sangat lengkap dan Shanti menunjukkan dengan perkembangan keuangannya melewati perlengkapan anaknya bahwa dia menjadi seorang yang kaya raya.


__ADS_2