
Yodi sudah sampai di Bandung, setelah ganti baju dan makan Yodi langsung pergi menemui Shanti yang berada di rumahnya.
"assalamualaikum.... sayang" kata Yodi sambil mengetuk pintu rumah Shanti
"walaikumsalam" jawab Shanti sambil berlari untuk membukakan pintu
ketika membukakan pintu rumah Shanti langsung memeluk Yodi dan berkata "hubby... lama banget sih nyampenya"
"engga lah... cuman 4jam, aku tadi kan mandi dulu, makan dulu" kata Yodi
"ih... curang udah makan duluan, temenin aku makan dulu yuk...!!" kata Shanti
"aku mau makan lagi" kata Yodi
"eh... bapak-bapak ga boleh banyak makan, nanti perutnya gendut, aku masakin buah ajah ya" kata Shanti
"engga becanda... kopi ajah biasa, belum ngopi tau dari pagi" kata Yodi
"wih... kasian banget pengantin baru ga di kasih kopi sama istrinya, bentar ya cinta ku. aku bikinin kopi yang spesial" kata Shanti
Di Jakarta Devi akan check out dan mengurus biaya pernikahannya sendiri. setelah selesai semua Tia masih berada di area hotel. dan Tia berbicara dengan Devi.
"neng... belum pulang??" kata Devi
"mau, kaka ngapain di hotel sendiri?? bukannya ka Yodi udah berangkat??" kata Tia
"Abi lagi ke Bandung dulu" kata Devi
"ngapain ka?? ga bareng kaka??" kata Tia
"ngurusin masalah sama sohib kamu" kata Devi
"maksudnya ka Shanti ?? ngapain?? udah lah ka... kasian kan ka Shanti, kaka belum cukup apa, merebut ka Yodi dari ka Shanti" kata Tia
"sini neng... sekalian kaka cerita sama kamu, kamu pesen minum sana kaka yang bayarin" kata Devi
"iya... tunggu ya" kata Tia
Tia memesan minuman ke kasir, sementara Devi menunggu di meja. setelah Tia memesan, Tia kembali ngobrol lagi sama Devi.
"ka... kaka abis berapa sih nikah??" kata Tia
__ADS_1
"semuanya 150 juta, kenapa emang??" kata Devi
"waw... gede banget, kaka ga sayang uang segitu?? ka masih banyak loh orang yang kelaparan, alangkah baiknya kaka bisa ngasih juga sama orang-orang yang membutuhkan" kata Tia
"ya udah kamu ambil semua amplop yang di kotak, kamu kasih sama mereka yang kata kamu masih perlu buat makan, lagian semuanya itu pernikahan kaka yang nanggung. Yodi ga keluar modal sama sekali. di tambah dia sekarang lagi nganggur ga punya kerjaan " kata Devi
"oh ya..?? sampai segitunya sih ka" kata Tia
"kaka cuman berusaha, seperti yang kamu bilang mempercepat pernikahan, kaka juga ga mau berlarut-larut dalam dosa. ya mungkin itu usaha kaka" kata Devi
"subhanallah, Alhamdulillah... ya kalo itu sebuah usaha semoga Allah menerima usaha kaka itu, tapi..." kata Tia
"tapi apa??" kata Devi
"oh... ya ka Yodi ngapain ketemu ka Shanti??" kata Tia
"jadi gini, sebenarnya kaka pingin banget sahabatan lagi sama Shanti kaya jaman sekolah dulu. dia itu baik, tulus dan apa adanya. kaka nyaman sama dia. kaka juga menyesal dengan tindakan kaka. ibunya jadi sakit sampai meninggal. kaka ingin sekali bertanggung jawab atas semua kesalahan kaka yang kaka lakukan. pada akhirnya Shanti menjadi karyawan kaka, walaupun pada saat itu pengeluaran cafe sangat banyak kalo nambah satu karyawan lagi. tapi ya udah yang penting Shanti bisa bekerja, dengan harapan kaka bisa baikan lagi sama Shanti. ternyata semuanya gagal. Shanti memilih resign, dan kaka membuat sebuah perjanjian dengan Shanti. dia boleh pacaran lagi sama Yodi, tapi harus membayar denda pinalti kontrak. dan Shanti menyanggupinya. dia benar-benar nekad, walaupun ya kaka tau ketika dia datang ke sini hatinya benar-benar hancur. segila itu cintanya Shanti sama Yodi. kaka pun bingung harus berbuat apa. semoga Yodi sekarang berhasil membujuk Shanti" kata Devi
"jadi ka Yodi masih pacaran sama ka Shanti sekarang??" kata Tia
"ya... tapi Yodi pingin semuanya selsai" kata Devi
"ka... dengerin baik-baik, kalo kaka ga mau rumah tangga kaka ga banyak masalah. jauhi hal-hal yang bikin kalian terjerumus sama dosa" kata Tia
"ka... gini ya, pernikahan itu ikatan suci. kaka tau suci itu seperti apa??" kata Tia
"suci ya bersih ga kotor" kata Devi
"bersih ya bersih... suci beda lagi, suci itu tidak ada. la Ilaha Illa lah. tiada ilah, tiada sesuatu. tiada yang harus di taati selain Allah. makanya dalam kalimat toyibah ada kalimat selain, karena pasti ada yang lain,. ada yang lain yang di taati yaitu rasa nafsu, akal yang tak sejalan dengan Al-Qur'an " kata Tia
"terus??" kata Devi
"sekarang kondisi ka Yodi pacaran sama ka Shanti, otomatis hal itu mengotori jiwa rumah tangga kaka" kata Tia
"terus sekarang kaka harus ngapain??" kata Devi
"mau ga mau... tinggalkan atau nikahkan" kata Tia
"engga .. engga... kaka ga mau kalo Yodi harus poligami. kaka ga mau" kata Devi
setelah mendengar sebuah tausiyah dari Tia. Devi langsung pergi menyusul Yodi yang sedang berada di Bandung. Devi menggunakan mobilnya dan melaju sangat cepat.
__ADS_1
Dan kondisi di Bandung hujan, Shanti mengajak Yodi untuk mengantarkan Shanti belanja pakaian hijab.
"by... anter aku ya, aku mau beli baju-baju yang khusus hijab gitu. aku kan udah janji sama kamu, setelah kamu menikah aku mau berhijab" kata Shanti
"kamu punya duitnya?? mahal loh baju-baju hijab kaya gitu" kata Yodi
"kebetulan aku udah dapet uang hasil live kemarin, ya lumayan ada buat belanjanya" kata Shanti
"ya udah kalo gitu yuk kita berangkat" kata Yodi
"ayo...!!" kata Shanti
Shanti dan Yodi berangkat ke sebuah mall untuk membeli pakaian buat Shanti. mereka berpegangan tangan, bahkan Shanti sampai memeluknya. Rasa rindu tak bertemu membuat Shanti memanfaatkan situasi ini. ketika Shanti sedang memilih baju Devi menelepon kepada Yodi.
"ya mi..." kata Yodi
"bi... kamu lagi di mana??" kata Devi sambil menjalankan mobil sangat cepat
"lagi di mall mi..." kata Yodi
"oke aku sekarang ke sana" kata Devi
"maksudnya mi??" kata Yodi
teleponnya keburu di tutup oleh Devi, lalu Yodi berjalan santai dengan Shanti. karena cuaca yang dingin dan mereka berdua sangat kelelahan, mereka pergi ke sebuah tempat makan yang berada di sebrang mall.
Pada saat mereka berjalan, tiba-tiba Devi datang dari belakang menjambak rambut Shanti dan menamparnya. tidak cukup menampar. Devi menendang dengan sangat keras ke bagian perut Shanti. sampai Shanti terjatuh. sudah terjatuh Shanti di pukul oleh tasnya. permukaan tas yang kerasnya tepat mengenai bagian pelipis Shanti sehingga mengeluarkan darah. Devi yang emosinya tidak terkontrol berani melakukan hal itu di tempat umum.
Setelah menghajar Shanti, Devi membawa pulang Yodi dan meninggalkan Shanti yang tergeletak.
"umi... kamu apa-apaan sih?? itu bahaya loh buat Shanti. kasian kan" kata Yodi
"ga ada rasa kasian buat dia, aku yang makan hati merelakan suami aku jalan sana wanita lain"
Yodi ga bisa ngomong apa-apa, sedangkan Shanti sangat trauma dengan kondisinya sekarang ini. dia juga terasa sakit di bagian perut sehingga tidak bisa bangun sendiri. Shanti yang masih tergeletak di bantu oleh seorang ibu-ibu. Shanti hanya bisa diam dan duduk di pinggiran jalan sambil berdiam diri, sambil merengek kesakitan. orang di sekitar memberikan minum untuk Shanti.
Shanti langsung memesan taksi, dan Shanti pulang menggunakan taksi. Shanti duduk dan menyandar. sambil memegang perut yang terkena tendangan dari Devi.
Sesampainya di rumah Shanti langsung masuk ke kamar dan dia hanya diam di kamar. lalu Shanti chat dengan Devi
"berapa yang harus aku bayar??" kata Shanti
__ADS_1
"12x2., 5 juta" kata Devi
'oke nanti aku bayar" kata Shanti