
Makan malam bersama di mulai, orang tuanya Devi banyak bercerita tentang kehidupan keluarganya. hal ini bermaksud bertujuan untuk memberi tau kepada Yodi tentang keluarga Devi. kehidupan mereka tidak sepadan dengan kehidupan Yodi. dimana Yodi yang lahir dari keluarga yang sederhana sementara Devi dari keluarga yang memang sangat berada. hal itu membuat mental Yodi menjadi goyah, tapi Yodi terus berusaha menguatkan hatinya demi menikahi Devi.
Yodi memberanikan diri untuk bercerita kepada keluarga Devi, dan dia blak-blakan bercerita tentang dirinya. termasuk kondisi keluarganya, tapi memang keluarga Devi sangat terbuka dan baik hati semuanya mereka terima apa adanya. buat mereka tidak penting harta dan kedudukan, yang terpenting bertanggung jawab atas segala keputusan mereka berdua. dan mereka jujur mengatakan kepada Yodi bahwa masih ragu ketika Yodi memutuskan kapan nikahnya. dalam pandangan keluarga Devi Yodi belum yakin siap untuk menikahi Devi. artinya mereka menilai Yodi belum siap untuk menjadi pemimpin.
Dan hal itu menjadi pekerjaan rumah buat Yodi. dia harus mencari tau dan belajar kepada siapa dia harus belajar tentang menjadi seorang pemimpin rumah tangga. dia merasa sedetail itu penilaian dari keluarga Devi.
Setelah selsai jamuan makan malam, Yodi berbicara sebentar dengan Devi.
"sayang... keluarga kamu detail banget ya" kata Yodi
"maksudnya, detail gimana??" kata Devi
__ADS_1
"emang harus ya, aku belajar menjadi pemimpin mulai hari ini??" kata Yodi
tiba-tiba Tia berbicara di belakang
"harus... seorang pemimpin mempunyai wewenang atas segala keputusan dan kebijakan. selain visioner pemimpin juga harus bisa menimbang mana yang baik dan mana yang buruk, semuanya harus objektif. seperti di dalam Al-Qur'an surat 66 ayat ke 6. seorang pemimpin harus bisa menyelamatkan dirinya serta keluarganya kembali menuju surganya Allah. seorang pemimpin juga harus bisa tabligh artinya menjelaskan sebuah perkara dengan baik, amanah, Fathonah dan jujur. itulah karakter pemimpin yang ideal" kata Tia
"maksud kamu apa Tia?? ikut campur urusan orang" kata Devi
"tapi cara mu kurang baik, rasulullah berdakwah dengan bil hikmah" kata Devi
"hehehe... apa kaka tau seperti apa bil hikmah itu?? bil hikmah mempunyai dua metode, pertama bil hal dengan akhlak sesuai tuntunan Al-Qur'an dan as-sunah. yang ke dua bil lisan dengan ucapan, ucapan yang merujuk kepada Al-Qur'an dan as-sunah bukan ucapan sebuah keinginan nafsu semata" kata Tia
__ADS_1
"terus apa yang bisa di pelajari dengan aku??" kata Yodi
"kaka harusnya bisa literasi, ka Yodi punya mantan kan?? apa yang kaka lakukan terhadap dia?? sudahkah kaka bertanggung jawab??" kata Tia
setelah Tia berkata itu tamparan keras di terima oleh Tia dari tangannya Devi. kali ini Tia sangat marah kepada kakaknya, dia sedih melihat kakaknya yang berubah. air matanya tak bisa di tahan.
"sekali lagi kamu lancang, awas kamu" kata Devi
"ga jelas... kaka ga punya tujuan yang jelas. apa yang kaka korbankan benar-benar ga jelas sama sekali tujuannya" kata Tia
Tia pergi ke kamarnya, Tia beres-beres bajunya dan pergi dari rumah tanpa sepengetahuan orang yang ada di rumah.
__ADS_1