
Malam pertama Yodi dan Devi begitu membara, ke harmonisan mereka makin bergairah seiring halalnya hubungan mereka. ke duanya tidak canggung lagi untuk melakukan sesuatu. di atas tempat tidur dan tanpa sehelai busana, hanya di tutupi selimut. Yodi memeluk Devi dengan hangat. Devi terasa nyaman dalam pelukan Yodi.
"bi... kok bisa ya tadi Shanti salah masuk kamar??" kata Devi
"ya untung ajah Shanti, kalo pegawai hotel liat aurat kamu gimana??" kata Yodi
"iya juga ya... perasaan aku menutup pintu udah rapat, kenapa masih ke buka" kata Devi
"mi... aku ga denger suara klik gitu pas kamu masuk" kata Yodi
"hehehehe... iya tadi aku buru-buru masuk kamarnya" kata Devi
"kok buru-buru emangnya mau kemana??" kata Yodi
"aku udah gemes tau sama kamu, dari dulu juga cuman ya gitu kemarin-kemarin kan kita belum halal. makanya aku buru-buru" kata Devi
__ADS_1
"masa sih... ih umi gini-gini hyper ya hahahaha* kata Yodi
"yee... abi ya hyper, aku cemburu ajah. masa kamu sama Shanti udah pernah sama aku belum pernah" kata Devi
"ih... kata siapa??" kata Yodi
"pake bilang kata siapa?? Shanti yang kirim videonya. dia juga yang ngomong sama aku udah pernah" kata Devi
"mi... aku heran sama kamu, kenapa kalo kamu cemburu aku di suruh pacaran lagi sama Shanti, gimana kalo aku gituan lagi" kata Yodi
"jangan kaya gitu dong... inget dosa loh kalo main sama Shanti. bi... sebenarnya aku bolehin kamu itu cuman sekedar perjanjian ajah" kata Devi
"jadi gini bi... waktu Shanti mau keluar dari kantor aku, aku sempat tahan dia. tapi dia tetep dia mau keluar. aku bikin takut dia dengan bayar sisa kontrak. tapi dia menyanggupi siap untuk membayar dengan catatan kamu balikan lagi sama Shanti dan boleh pacaran di Bandung ajah. kalo di luar Bandung kamu milik aku* kata Devi
"mi... aku ga terima, aku di buat gitu...." kata Yodi
__ADS_1
ucapan Yodi di potong dengan cara Devi mencium Yodi. dan melakukannya lagi dengan posisi Devi di atas.
Pada waktu bersamaan, sekitar pukul 02 00 malam, Shanti baru sampai di rumah. Shanti sangat kedinginan, karena tidak memakai jaket. di tambah suasana Jakarta yang panas langsung ke Bandung dengan kondisi sehabis hujan di tambah malam hari, begitu menggigil.
Shanti langsung masuk ke rumah, dan berdiam diri di kamar sambil selimutan. dengan hati yang sangat pilu. Shanti harus ikhlas seiklasnya Yodi menjadi suami orang. terlebih terakhir yang dia lihat, Yodi sedang melakukan malam pertamanya. seperti karma dimana Shanti mengirimkan video kepada Devi saat dia sedang bermain dengan Yodi. kali ini Devi seperti mempertontonkan hal itu kepada Shanti. sakitnya luar biasa.
Hari semakin pagi Shanti masih belum bisa tidur. tidak ada rasa ngantuk, tapi rasa yang sangat rindu pelukan ibunya dan kehadiran Yodi saat dia akan tidur. sepertinya hal ini tak mungkin terwujud kembali. Shanti hanya bisa berdoa semoga dia mampu dan tahan menjalani kehidupan seperti ini.
Pagi sudah datang, waktunya Yodi dan Devi sarapan. mereka turun ke bawah menuju restoran untuk melakukan sarapan. di sana sudah ada keluarga Devi dan Yodi sedang sarapan juga. namun berbeda meja duduk. terlihat ada Windi dan Tia duduk bersama. Yodi dan Devi bergabung di meja Windi dan Tia. saat Yodi beres menyimpan makanan di meja makan Shanti menelepon Yodi.
"halo..." kata Yodi
"by... maaf ganggu, aku cuman bilang mau kasih selamat ajah buat kamu, semoga pernikahan kalian selalu dalam lindungan Allah SWT" kata Shanti sambil nada yang sedih dan menangis
"makasih... kamu Kenapa sayang??" kata Yodi
__ADS_1
"engga... aku ga kenapa-napa, cuman rindu sama mamah, rindu di peluk kamu. aku sayang banget sama kamu by, tapi ya inilah sayang aku sana kamu yang tak seberapa di banding istri kamu* kata Shanti
Yodi tidak berkata-kata lagi, tapi Yodi merasakan kesedihan Shanti. jika saja waktu ini momen pas buat meluk kamu, Yodi akan meluk Shanti sampai puas.