Surga Palsu Mu

Surga Palsu Mu
Hamil..??


__ADS_3

Setelah pertemuan dengan Shanti, sampailah Devi di rumah ibunya Yodi.


"assalamualaikum" kata Devi


"walaikumsalam... pas banget umi datang, tuh makannya udah di siapin sama si ibu" kata Yodi


"ayo Dev makan dulu, dari tadi kalian sibuk udah mau sore baru makan" kata ibunya Devi


"iya bu kebetulan Devi udah laper, makasih ya bu..." kata Devi


"tuh kan... udah pasti hujan-hujan gini pasti perut cepet laper" kata ibunya Yodi


"ibu ga ikut makan??" kata Devi


"udah sebelum kalian ibu duluan ajah ah... ga kuat" kata ibunya Yodi


"ya udah Devi makan ya bu..." kata Devi


"ibu tinggal dulu ya, sayang si Vanessa" kata ibunya Yodi


"apaan bu Vanessa??" kata Devi


"itu... sinetron yang lagi hits itu loh, sinetron spanyol gitu" kata Yodi


"telenovela kali ah..." kata Devi


"iya itulah pokoknya... umi tadi gimana??" kata Yodi


"hah... gitulah dia, selalu bikin emosi" kata Devi


"emosi gimana?? tapi udah uangnya di kembalikan??" kata Yodi


"udah... ya intinya sih, dia masih marah sama aku. entahlah dia lebih seneng poligami. ya aku bilang mening aku jauh dari kamu daripada cinta kamu terbagi dua" kata Devi


"jadi kamu ga berhasil buat baikan lagi sama kamu??" kata Yodi


"ya... seperti itu" kata Devi


"iya Shanti mau temenan lagi sama kamu, asalkan dia juga mendapat cinta dari aku" kata Yodi


"iya bener gitu, jadi maksud dia kalo kita temenan. terus kamu sama Shanti berdua, dan aku cemburu lagi bakal ga akan baikan lagi. dia siap goda kamu katanya" kata Devi


"jadi gimana sekarang??" kata Yodi


"udah deh... lupain ajah, kita fokus sama rumah tangga kita. eh, iya aku udah janji sama diri aku sendiri aku mau hijrah kalo nikah" kata Devi


"iya tuh... yuk kita mulai belajar, sama Tia ajah??" kata Yodi


"gampang nanti ajah kalo pulang tinggal ngomong" kata Devi

__ADS_1


"oke... aku ngerokok dulu ya... mi, boleh bikinin aku kopi ga??" kata Yodi


"iya... kopinya ada engga??" kata Devi


"kalo ga salah, abis kayanya. soalnya ga ada yang ngopi lagi" kata Yodi


"ya udah.. abi tolong beli'in ya, sekalian sama buat keperluan ibu. kaya beras, mie apa ajah yang kurang. maaf uangnya di dompet aku. aku mau sekalian cuci piringnya dulu" kata Devi


"oke...!!" kata Yodi


Pada akhirnya mereka sudah tidak memikirkan Shanti lagi, begitu juga Shanti sudah siap konsekuensi segalanya. hari demi hari banyak yang terlewati kehidupan Shanti begitu berbeda, uang hasil streaming dia gunakan untuk mempercantik dirinya. sampai motor dan mobil pun dia membelinya.


Semakin banyak orang yang mengenal Shanti. teman-temannya banyak yang memuji keberhasilan dia. sampai saat ini Devi yang berjanji akan hijrah masih belum juga hijrah. lupa akan kesibukan dan ke harmonisan mereka. apalagi Yodi sejak menikah dengan Devi dan menjabat sebagai direktur Cafe, perekonomiannya sangat tertolong. dan Devi berhasil membereskan kuliah kedokterannya. sehingga dia sudah memulai karirnya jadi dokter.


Satu bulan telah berlalu, di sebuah grup WhatsApp, teman-teman Devi mengadakan acara reuni. sebelum ke acara inti reuni mereka mengadakan rapat untuk membahas reuni yang akan datang. momen ini juga yang di tunggu oleh Devi. dia ingin sekali bertemu dengan teman lamanya, sebelum Devi hamil. sudah satu bulan pernikahan Devi masih belum ada tanda-tanda kehamilan di dalam dirinya. tapi mereka berdua masih santai saja, walaupun Devi ingin cepat-cepat mempunyai keturunan.


Rapat reuni yang sudah di sepakati bersama siang hari ini, diantaranya Shanti menjadi anggota panitia. karena dia dulu selalu aktif. sedangkan Devi karena dia di kenal wanita yang pendiam. dia tak terpilih menjadi anggota panitia, hanya saja jika non anggota ingin ikut di perbolehkan juga.


Devi sebenernya ingin datang ke rapat reuni, tapi dia sedang tak enak badan, dan Yodi tak mengizinkan Devi untuk ikut. Yodi yang memang pekerjaannya santai dia terpilih menjadi anggota walaupun anggota yang lainnya tidak banyak mengenal Yodi, mungkin hanya Ria, Rangga, Ajeng dan yang jelas Shanti. yang lainnya hanya sepintas.


Semua anggota sudah berkumpul, mereka saling bercerita satu sama lain. mereka masih belum memulai rapat reuni, karena masih menunggu Shanti yang terjebak macet di jalan. tempat penyelenggaraan rapat di laksanakan di rumah Ajeng. sekitar 30 menit sampailah Shanti di rumah Ajeng.


temannya langsung menyambutnya "wah itu dia artis kita" Shanti datang memakai mobil yang memang sedikit mewah, tapi tidak terlalu mewah. Rangga langsung berlari ke samping pintu mobil Shanti dan dia membuka pintu mobil Shanti.


"anjir... lebay banget sih loe" kata Shanti


"gw baru datang loe udah ngajak ribut ajah" kata Shanti


"ye... gw tuh fans berat loe, liat deh anjir... kaya orang Jepang loe hahaha"


"ah... loe ga pernah sawer gw" kata Shanti


"mau bisa sawer gimana, anak dua mau sekolah juga. banyak pembiayaan hahaha" kata Ajeng


Shanti pun masuk ke rumah Ajeng, mereka bersalaman. ada hal yang menarik ketika dia bersalaman dengan Yodi. mereka begitu canggung dan terkesan Shanti tidak menginginkan melihat Yodi kembali.


"apa kabar Yod??" kata Shanti


"baik Shan...." kata Yodi


Shanti langsung pergi ke teman yang lain, dan menyibukkan diri dengan bercerita dengan yang lain. Shanti merasa kepanasan dan dia duduk di teras rumah Ajeng.


"guys... bentar ya jangan dulu di mulai, gw mau ngerokok dulu" kata Shanti


"gw temenin ya Shan... " kata Rangga


"boleh... boleh... uduts nya apa loe, gw minta" kata Shanti


"ah... loe Shan, gaji loe udah puluhan juta juga masih ajah minta" kata Rangga

__ADS_1


"Shan... loe udah nikah belum sih??" kata Ajeng


"ya belum lah... emang gw udah nyebarin undangan ke grup gitu??" kata Shanti


"terus kerjaan loe cuman streaming gitu??" kata Ajeng


"Alhamdulillah... kemarin udah ada yang nawarin jadi pengisi acara esport gitu, lumayan lah kontraknya. sama aku mau bisnis hijab juga pokoknya kalian wajib beli di toko aku" kata Shanti


"gratis dong" kata Ria


"spesial buat loe oke deh... gw kasih dari bahan sisa hahahaha" kata Shanti


Shanti terlihat ceria saat berkumpul, dia sangat cuek kepada Yodi. sedangkan Yodi hanya diam, karena dia tidak banyak orang yang mengenalnya. beberapa orang yang di teras sudah masuk ke dala rumah hanya ada Yodi dan Shanti di luar sambil menghabiskan rokok.


"Shan... rumah kamu masih di yang dulu??" kata Yodi sambil berbasa-basi


"mau apa nanya rumah?? mau main ke rumah. nanti di ceraikan sama istri mu loh" kata Shanti


"engga, kamu kan sekarang udah sukses. kali ajah beli rumah dimana" kata Yodi


"masih kaya istri loe... tenang ya" kata Shanti


"Shan... kenapa kamu ga mau temenan lagi sama Devi sih??" kata Yodi


"males gw jawabnya" kata Shanti sambil pergi ke dalam


walaupun Shanti ceria, tapi hatinya masih tersisa cinta kepada Yodi. tapi dia tetap menjaga hatinya untuk tidak dekat kembali dengan Yodi. karena jika sampai dekat dengan Yodi maka dia akan terjebak lagi seperti kemarin.


Saat rapat akan di mulai, Shanti merasa panas dingin dan pusing, nafasnya begitu sesak. perutnya terasa mual. dia ingin muntah.


"jeng... aku ikut ke air ya" kata Shanti


"kamu kenapa Shan??" kata Ajeng


"ga tau... mungkin masuk angin, aku tiba-tiba pusing sama mual gitu" kata Shanti


"ya ampun Shan... kamu cek ke dokter dulu mending, ada kok klinik di depan mungkin hari Minggu buka" kata Ajeng


"iya Shan... mending kamu periksa dulu ke dokter, atau kamu video call sama Devi ajah kaya gw kemaren" kata Ria


mendengar saran seperti itu dia langsung pergi ke klinik, untuk memeriksa dirinya. dia pun di periksa di klinik. di tambah tes urin menggunakan alat tes kehamilan dan hasilnya dari dokter


"Bu Shanti... jangan capek-capek dulu ya, ini obat buat penambah stamina, banyak minum madu atau sari kurma. sama ini penguat rahimnya, oh iya Bu... terakhir kali mens kapan??" kata dokter


"sebulan yang lalu Bu... bentar Bu penguat rahim untuk apa ya??" kata Shanti


"janin ibu udah tumbuh sebulanan, ibu hamil" kata dokter


Shanti kaget, dia tidak bisa menerima kenyataan seperti ini. hatinya sangat terpukul. masalah apalagi sih?? Shanti sangat kebingungan, dia harus bagaimana. apa harus hasil ini dia tunjukkan kepada Yodi. ini masalah besar, dia harus berhadapan dengan Devi, ayahnya dan keluarga mereka.

__ADS_1


__ADS_2