Surga Palsu Mu

Surga Palsu Mu
Otw


__ADS_3

Pagi ini Yodi sudah siap untuk pergi ke pantai, Yodi menunggu di lobby hotel, tak menunggu lama Devi turun ke lobby. Devi langsung menemui Yodi yang sedang duduk di lobby, lalu memberikan barang bawaannya.


Sambil menunggu Devi check out, Yodi membawa mobil dari parkiran ke lobby hotel, barang bawaan Devi di bawa oleh bell boy (petugas hotel bagian depan). suasana hotel masih sepi belum ada pengunjung yang check in atau yang check out. karena Devi lebih dulu check out di jam yang di tentukan hotel. jadi tak perlu menunggu lama untuk check out.


Setelah itu Devi langsung menuju mobil, dia duduk di depan bareng Yodi. lalu mereka berangkat menuju pantai. jalanan agak lenggang, hanya macet beberapa titik sajah. itupun tak mereka rasakan karena mereka enjoy dengan obrolannya. mereka saling bercanda hingga tertawa-tawa di dalam mobil. yang mereka ceritakan kebanyakan cerita saat sekolah dulu, ketika Yodi mulai suka sama Devi, sedangkan Devi yang ngeceng Yodi dari kelas 2 SMA. tapi berbeda situasi ketika Yodi bertanya kapan Devi hijrah.


"honey... kamu kapan sih mulai hijrah??" kata Yodi


di situ Devi terdiam, pandangan Devi yang asalnya melihat kepada wajah Yodi jadi melihat ke arah kaca samping sambil melihat pemandangan. Yodi juga terdiam, sesekali dia melirik ke arah Devi, sambil fokus menyetir mobil. Yodi menunggu jawaban dari Devi. setelah beberapa menit mereka diam, akhirnya Devi menceritakan saat hijrah.


"aku belum hijrah" kata Devi


"maksud kamu??" kata Yodi


"orang memandang hijrah itu ketika dia memakai pakaian yang terbuka lalu dia berhijab, sebetulnya itu bukan hijrah, aku hanya mengganti baju ku dari yang dulu dengan yang sekarang" kata Devi


"lalu bagaimana tentang hijrah yang sebenarnya??" kata Yodi

__ADS_1


"hijrah berarti berpindah, dari tempat A ke tempat B. tapi hijrah secara makna mengganti aturan, yang awalnya aturan hawa nafsu menjadi aturan Al-Qur'an, dan itu buat aku masih berat. dan diri kita sepenuhnya di berikan untuk Allah sajalah, menyerahkan diri kita siap menjalani Al-Qur'an dan itulah arti sesungguhnya Islam. seseorang ketika berserah diri dengan siap di atur oleh Al-Qur'an itulah orang mukmin atau muslim" kata Devi


"loh.. apa yang buat kamu berat sayang??" kata Yodi


"kamu" kata Devi sambil meneteskan air mata


"hah... please sayang, kamu jelasin sejelas-jelasnya aku ga mau aku jadi penghalang niat ibadah kamu" kata Yodi


"aku tau kamu mungkin tak seperti aku sekarang, bahkan kamu belum tau ilmu yang aku dapet" kata Devi


"iya... aku berandai-andai ketika bertemu dengan kamu, jika aku memutuskan hijrah dulu. aku ga akan di sini sekarang. mungkin saja aku bisa menolak pertemuan kita. tapi aku masih berharap bisa ketemu kamu lagi, alasannya cuman buat dapetin kamu. bisa pacaran sama kamu. karena aku merasa kamu belum merasakan posisi aku. makanya aku menolak dulu untuk hijrah" kata Devi


"sayang... padahal kamu hijrah dulu, jikalau itu persyaratan nya aku mau hijrah juga. dan kita menjalankan bersama-sama" kata Yodi


"ga semudah itu sayang... aku bakal ta'aruf, kamu ngerti kan ta'aruf??" kata Devi


"iya.... yang ada di film itu kan" kata Yodi

__ADS_1


"hampir mirip lah... tapi film kan di lebih-lebih kan dan pembuat film nya juga dia ga ngalamin ta'aruf. jadi balik lagi jika aku sampai ta'aruf, kesempatan dengan kamu bisa di bilang 0%, karena kamu belum berada circle orang yang berserah diri. kamu bisa lihat nanti adik aku, bagaimana dia sangat berprinsip memilih lelaki" kata Devi


"terus sekarang??" kata Yodi


"aku harap kamu mau hijrah lilahitaala, bukan karena kita pacaran... aku akan hijrah pulang di sini" kata Devi


"aku mau... aku mau belajar, sebenarnya aku jenuh dengan kehidupan aku. aku ga tau caranya bersyukur, aku ingin mensyukuri apa yang Allah berikan sama aku sekarang" kata Yodi


"bener?? kamu siap??" kata Devi


"andai saja ilmu ini aku dapat dari orang lain, aku sudah siap... walaupun aku tidak menikah dengan mu juga aku siap, murni dari hati aku" kata Yodi


"Alhamdulillah... subhanallah, semoga kita di pertemukan sampai mahligai pernikahan" kata Devi


"amin... makasih ya sayang, saat ini kamu bimbing aku. insyaallah jikalau kita berjodoh aku janji kamu yang aku bimbing" kata Yodi


Devi sangat terharu mendengar Yodi seperti itu, hati Devi sangat terombang ambing dengan perasaan cinta kepada Yodi, dan ingin menguatkan pengabdian dirinya kepada Allah. air mata terus mengalir di pipi Devi. semangatnya Yodi motivasi terbaik buat Devi.

__ADS_1


__ADS_2