Surga Palsu Mu

Surga Palsu Mu
Tangisan


__ADS_3

Tia sampai duluan di hotel, karena belum tau kamarnya jadi dia menunggu di hotel. Shanti langsung pulang ke kostan. ternyata selama di perjalanan Yodi belum sampai juga di kostan.


selang berapa lama Yodi dan Devi sampai di hotel, dan mereka langsung bertemu Tia.


"kaka" kata Tia


Tia kecewa ketika melihat Devi pegangan tangan dengan Yodi, tapi Tia tidak mengungkapkan nya langsung atau menanyakan berbuat langsung, karena dia tau adab. dan siapa yang di hadapinya.


"kamu udah nyampe neng...!!" kata Devi


"baru ajah ka" kata Tia


"ini kenalin temen kaka" kata Devi


"halo...." kata Yodi


"hai ka..." kata Tia


Yodi kaget, pas mau salaman. Tia tidak menyentuh sedikitpun tangan Yodi. baru kali ini Yodi bertemu wanita yang salaman pun ga bisa. walaupun Yodi hal itu tau sejak kecil kalo bersalaman kepada lawan jenis khususnya muslim tidak kena, karena untuk menjaga atau mendekati perbuatan zina. tapi karena terbiasa di lingkungan hal ini menjadi tabu.


"yank... kamu mau ke atas dulu" kata Devi


"ah engga aku langsung ajah" kata Yodi


"ya udah aku duluan ke atas" kata Devi


"iya... hati-hati, jangan lupa kunci pintunya" kata Yodi


"oke... aku ke atas dulu, assalamualaikum" kata Devi sambil mencium tangan Yodi


"walaikumsalam" kata Yodi


Devi pun pergi ke kamarnya dan Yodi pulang ke kostan. Saat nyampe kostan baru juga sampai pintu Shanti langsung menyambut dan memeluk Yodi sambil mencium bibir Yodi.


"hubby... aku kangen tau, kamu lama banget pulang nya" kata Shanti


"awas... ah aku gerah banget tau" kata Yodi


"ih... hubby jelek, awas loh kalo minta" kata Shanti


"iya... aku mau mandi" kata Yodi


Yodi langsung pergi ke kamar mandi, seperti menghindari Shanti.


"by... kamu udah makan belum" kata Shanti


"udah" teriakan Yodi di kamar mandi


"yah... aku belum" kata Shanti


sekitar 10 menit Yodi keluar dari kamar mandi, lalu Shanti memeluk lagi.

__ADS_1


"by... wangi kamu by..." kata Shanti


"udah kamu makan dulu sana" kata Yodi


Shanti akhirnya kesal karena Yodi ga biasanya seperti itu, semakin ke sini semakin terasa Yodi ingin menjauh dari Shanti. Shanti melepaskan pelukannya dan duduk di meja makan. lalu memesan makanan lewat ojek online. setelah itu Shanti hanya diam, tapi Yodi malah cuek kepada Shanti. karena tak bisa menahan perasaan Shanti coba mengajak bicara Yodi.


"by... aku tuh kangen sama kamu, apa kamu ga kangen sama aku??" kata Shanti


"terus" kata Yodi sambil memakai baju


"taun baru jadikan kita main ke pantai??" kaya Shanti


"engga" kata Yodi


"loh... kenapa kamu kan udah janji sama aku??" kata Shanti


"si boss ga ngasih izin sama aku" kata Yodi sambil duduk di kursi meja makan sambil menyalakan TV


"yah... kamu ga bisa maksa gitu sama si boss" kata Shanti


"kamu mau menghapus semua karir aku gitu" sambil nge bentak Shanti


Shanti kaget tiba-tiba Yodi nge bentak


"padahal aku nanya baik-baik by..." kata Shanti sambil menangis


akhirnya Shanti pergi ke kasur menangis sambil meluk guling, tiba-tiba Devi menelepon Yodi. Yodi mengangkatnya sambil berjalan ke luar kost


jawaban itu terdengar oleh Shanti, ga biasa banget dia mengangkat telepon dengan kalimat salam. tapi Shanti masih kesal dia memilih diam dan menangis di kasur.


"walaikumsalam... sayang kamu lagi apa??" kata Devi


"baru beres mandi, kamu lagi apa di sana??" kata Yodi


"sama baru mandi, udah sholat belum??" kata Devi


"oh... iya belum, emh... pantesan aku angkat telepon wangi apa gitu" kata Yodi


"wangi apa emang??" kata Devi


"wangi kamu abis mandi" kata Yodi


"yee... dasar, sayang kenapa ya aku malem ini kangen banget sama kamu??" kata Devi


"sama aku juga udah kangen lagi, padahal baru ajah ketemu. jadi pingin cepet-cepet besok loh" kata Yodi


"ya udah kamu sholat dulu" kata Devi


"ya udah... kamu istirahat ya, siap-siap besok. aku jemput kamu jam 8 pagi" kata Yodi


"iya kamu juga jangan lupa istirahat... bye" kata Devi

__ADS_1


"bye..." kata Devi


sementara itu Tia yang terus memperhatikan kakaknya, Tia sadar kalo teman kaka nya itu dia sudah punya calon istri. Tia akan memberi tau kakaknya itu. Tia menunggu Devi menutup teleponnya, tapi setelah Devi menutup teleponnya tiba-tiba Devi menangis. Tia kaget takut kenapa-napa kakaknya itu.


"ka..." kata Tia


"iya kamu diam, kaka sadar" kata Devi


Tia hanya menuruti kakaknya, dia bertanya-tanya apakah mungkin udah tau?? tapi jika di perhatikan ga ada nge bahas soal itu di telepon. terus maksudnya apa, Tia hanya membiarkan Devi menangis. Devi duduk di bawah kasur hotel sambil memegang kakinya, dan kepalanya tertunduk kepada lututnya. Tia hanya duduk di atas kasur sambil memperhatikan Devi


Ternyata Devi sadar bahwa yang di lakukan itu adalah tindakan yang berdosa. Devi menangis sambil mengingat ketika dulu dia mau hijrah. tenyata perkataan Tia memang benar


"kaka bener, mau hijrah?? kalo bisa usahain jangan setengah-setengah" kata Tia


"maksud kamu??" kata Devi


"Kaka harus menjauhkan semua apa yang di larang sama Allah, terus taat semua yang di perintahkan oleh Allah, kaka mau berjanji??" kata Tia


"kaka usahain" kata Devi


"kak... menjalankan Al-Qur'an itu berat godaannya, seperti kita memegang bara api. ketika kita memegangnya terasa sangat panas, tapi ketika di lepas maka celaka... kaka sanggup??" kata Tia


"kalo ga di coba, kaka ga akan ngerasain seperti apa yang kamu omongin" kata Devi


"ya udah kaka sambil belajar, kuat kan tekad kaka dulu. insyaallah ka... balasannya betul-betul nikmat, selain ridho Allah, kaka juga akan mendapatkan surga ketika waktunya tiba. kaka bayangin nikmatnya hidup di surga, nikmat dunia ajah udah kaya gini. ini baru 1% nya loh ka... sisanya yang 90% nya nanti insyaallah kaka akan merasakan jika kaka siap Istiqomah" kata Tia


"wah... motivasi kamu keren, memang adik kaka pada pinter ya" kata Devi


"siapa dulu kakaknya" kata Tia


"kaka jadi semangat loh" kata Devi


begitu ketika Devi saat akan mengawali hijrah, tapi di dalam hatinya masih ada keraguan atas takut tidak sanggup menjalani nya. hingga sampai lah saat ini Devi masih mau jalan berdua sama Yodi.


Semakin mengingat hal itu Devi semakin kencang tangisannya, dalam diri Devi kenapa dia tak mampu melawan hawa nafsunya. Tia yang khawatir dia langsung bertanya


"ka... " kata Tia sambil merangkul Devi


tapi Devi hanya menepisnya, dia beranggapan Tia akan menasihatinya, tapi Devi tak ingin lepas dari Yodi yang selama ini mengidam-idamkan nya. Devi langsung loncat ke kasur. lama-lama suara tangisan itu semakin reda dan berhenti. ternyata Devi ketiduran.


kembali lagi ke kostan, Yodi yang habis di telepon Devi dia langsung ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. setelah itu Yodi menggelar sajadahnya dan memulai sholat dengan di awali takbir "Allahuakbar"


Shanti yang berada di sampingnya, yang sedang menangis dan menghadap ke tembok. langsung nangisnya berhenti ketika mendengar Yodi takbir. Shanti langsung berbalik, dia melihat Yodi sedang sholat.


sudah lama sekali Shanti tidak melihat Yodi sholat, ternyata Shanti menilai dirinya salah. Yodi ternyata benar ingin bertaubat. dengan segera Shanti mengambil wudhu, lalu Shanti pun ikut shalat di samping Yodi. Shanti menepuk pundak Yodi, menandakan akan sholat berjamaah. Shanti pun mengikuti gerakan Yodi sebagai imamnya, saat sholat dia merasakan ke damai. dia menangis bahagia bercampur sedih.


setelah mereka beres sholat dan berdoa, Shanti meminta maaf atas kesalahan dirinya


"by... maafin aku ya, aku ga tau kalo kamu beneran pingin taubat, aku sekarang mengerti. aku janji sekarang aku mau jaga sikap aku sama kamu. terus kamu sekarang mau apa by...?? kata Shanti


"aku mau tidur" kata Yodi sambil loncat ke kasur

__ADS_1


lagi-lagi Yodi menghindari pembicaraan dengan Shanti, Yodi sepertinya sudah tidak mau berbicara dengan Shanti lagi. dia ingin mengakhiri hubungannya. Shanti yang sudah memahami kekasihnya itu, karena Yodi sudah tertidur di kasur Shanti mengerti dia tidak lagi tidur satu kasur, Shanti memilih tidur di atas sajadah.


__ADS_2