
Tidak tau arah lagi Shanti harus pergi kemana?? berjalan terus berjalan dengan keuangan yang mungkin untuk menutupi sebulan pun tidak cukup. tak ada yang bisa dia lakukan untuk melamar kerja ataupun usaha, kuliah pun belum beres.
Ketika angin mengarah ke sebelah barat, Shanti memutuskan untuk mengikuti arah angin. mungkin saja ada solusi di sana. teringat kepada Ria yang rumahnya ke arah barat. Shanti langsung menuju ke rumah Ria dengan berjalan kaki.
Di malam hari Shanti baru sampai di rumah Ria, dia mengetuk pintunya.
"assalamualaikum" kata Shanti
"walaikumsalam" teriakan Ria
"Ria aku boleh tidur di sini ga??" kata Shanti
"ya boleh Shan... cuman aku besok ada kerjaan di Jakarta sama cowok aku" kata Ria
"oh... ya udah, aku pergi lagi. maaf ganggu" kata Shanti
"Shan... bukan gitu maksud aku, yuk masuk dulu" kata Ria
Shanti di ajak masuk ke rumah Ria, Shanti langsung di bawa ke kamar Ria. mereka saling bercerita.
"Ria... berapa lama kamu ke Jakarta??" kata Shanti
"rencananya seminggu sih..." kata Ria
"aku ikut kerja boleh ga??" kata Shanti
"Shan... bukannya aku ga mau, ini sih kerjaannya bukan kerjaan yang biasa banyak orang. beberapa video aku di YouTube viral jadi aku lagi banyak undangan di podcast gitu" kata Ria
"kamu dapet duit ga?? kalo kaya gitu" kata Shanti
"sebenarnya aku di tawarin sih di bayar cuman gengsi kan... aku streamer pemula ya paling dapet duit dari YouTube ajah" kata Ria
"gimana sih kalo mau dapet duit dari YouTube??" kata Shanti
"ya cuman gini ajah sih... kita bikin video, terus upload nunggu yang nonton. nah ini persyaratannya. kamu mau jadi streamer juga Shan??" kata Ria
"ga tau belum kepikiran mau bikin video apa* kata Shanti sambil tidur dan memeluk guling
__ADS_1
"Shan... kamu tuh cantik bagus deh kalo kamu jadi streamer ya kaya masak-masak, main game atau apa ke main musik gitu. pasti laku" kata Ria
"ya udah aku ikut kamu dulu ajah ke Jakarta, nanti aku bisa nge lamar kerja di sana. siapa tau ada lowongan kerja" kata Shanti
"ya udah... eh Shan kamu kenapa sih?? muka kamu biru-biru gitu, kamu lusuh banget akhir-akhir ini" kata Ria
"semuanya gara-gara Yodi" kata Shanti
"mantan kamu?? dia kenapa??" kata Ria
"eh... bukan gara-gara pelacur berjilbab itu, dia merebut cowok aku yang aku sayangi" kata Ria
"siapa?? Devi?? hem... kisah si Devi ini udah terkenal banget waktu SMA. ya aku sih angkat tangan. ga bisa jawab apa-apa. cuman kamu sampai segini nya, Kenapa kamu ga pulang ke rumah cerita sama ibu kamu. lanjut kuliah seperti biasa" kata Ria
Shanti menangis... tangisannya bisa di rasakan oleh Ria, kondisinya seperti terpukul banget. tapi Ria belum mengerti apa yang di rasakan Shanti. karena selama ini Shanti tak pernah cerita kepada Ria. semakin lama semakin kencang tangisan Shanti. Ria mencoba memeluk Shanti dan menenangkan.
"Shan... aku siap denger cerita kamu, coba kamu cerita sama aku" kata Ria
"ibu aku masuk rumah sakit, dia belum sadar sampai sekarang" kata Shanti sambil menangis
"ya ampun sakit apa Shan ibu kamu??" kata Ria
Ria ingat sama almarhum ayahnya, meninggalnya seperti itu. Ria khawatir kalo ibunya Shanti harus meninggalkan Shanti secepat ini. yang dia tau mamahnya ini segalanya buat Shanti. Shanti memang di spesial kan oleh ibunya. apa yang akan di lakukan Shanti kalo ibunya harus meninggalkan Shanti sekarang ini. Ria menjadi terbawa dalam kesedihan Shanti.
"Shan... kamu yang kuat ya, ibu kamu pasti sembuh kok. kamunya yang kuat. sekarang kamu istirahat dulu. tidur dulu" kata Ria
"amin... makasih doanya" kata Shanti
"ya udah kamu tunggu dulu di sini aku mau ambil makanan dulu" kata Ria
Shanti menunggu di kamar sambil tiduran, dia terus mendoakan ibunya agar sehat kembali. Ria pergi ke dapur membawa makanan untuk makan bersama.
"ada teman kamu??" kata ibunya Ria
"iya mah... mau ikut ke Jakarta" kata Ria
"teman kamu yang itu??" kata ibunya Ria
__ADS_1
ibunya Ria tidak suka sama Shanti, karena di khawatirkan Ria terbawa-bawa pergaulannya seperti Shanti. Saat Shanti menginap bersama Ria, Shanti mendengar percakapan Ria dan ibunya. dan ibunya sangat menjelekan Shanti. maka dari itu Shanti segera pergi dari rumah Ria dan memaksakan kembali ke kostan.
kembali ke obrolan Ria dan ibunya.
"tenang ajah mah... Ria ga akan seperti itu" kata Ria
tiba-tiba Shanti datang
"Bu... maaf aku ngerepotin, maaf sebelumnya aku emang ga pantes gaul sama Ria. tapi aku mohon malam ini ajah aku numpang tidur di sini" kata Shanti sambil menangis lagi
Ria langsung membawa Shanti ke kamar, Shanti langsung duduk di tempat tidur.
"anjing... hidup gw udah kaya sampah" kata Shanti
"Shan... kamu jangan ngomong gitu" kata Ria
"emang iya kan... ??" kata Shanti
"Shan... aku tau kamu, kamu cewek baik. cuman ya.." kata Ria
"cuman apa?? cuman gw kaya cewek jalanan yang kerjanya mabuk-mabuk kan sambil nge jual badan gw kan" kata Shanti
"engga Shan... kamu ga kaya gitu, kamu sahabat aku. Shan... aku ada ide, kalo aku lagi galau aku suka main game ini. kamu main juga ga??" kata Ria
"engga" kata Shanti masih sambil menangis
"yuk... coba kamu download dulu, kita main bareng sama aku. enak deh kita bisa teriak-teriak" kata Ria
Ria download sebuah game moba di hp Shanti. dengan keadaan sedih dia memainkan game itu. Shanti memang ga bisa main gamenya. cuman karena dengan full emosi kata-kata Shanti sudah tak terbendung. ketika Shanti main game
"anjing... mati lu, wah bangsat lah... " kata Shanti
suara Shanti sangat kencang, di tambah dia ingin memalingkan kesedihannya. terdengar kata-kata kasar dan jorok ke teling ibunya Ria. melihat situasi yang tidak baik di pandangan Ria, dia langsung menghentikan game nya. lalu Ria mengajak Shanti untuk istirahat dan tidur.
"Shan... aku udah ngantuk, tidur yuk " kata Ria
"ya udah..." kata Shanti
__ADS_1
Ria tertidur sementara Shanti ga bisa tidur masih sedih memikirkan ibunya. tak henti-hentinya Shanti menangis. sampai tengah malam dia tertidur kelelahan karena menangis.