Surga Palsu Mu

Surga Palsu Mu
Balikan Lagi


__ADS_3

Pagi ini Yodi sedang santai, dia sedang merokok sambil ngopi. ketika ada tukang roti lewat dia membeli roti tersebut. adiknya Yodi berpamitan untuk pergi berangkat kerja.


"a pergi dulu ya... ga kerja a??" kata Windi sambil mencium tangan Yodi


"engga" kata Yodi


"a kalo libur mah anterin dong... biar ga usah naik ojek" kata Windi


"udah sana-sana lagi sibuk" kata Yodi


Yodi kembali ke aktifitasnya, dia hanya melihat-lihat media sosial dan bermain game. hal yang ga biasa di lakukan Yodi hari ini. ibunya datang duduk di sebelah Yodi sambil membawa pakaian yang akan di setrika. saat ibunya mau mulai menyetrika baju dia bertanya kepada Yodi "kamu ga kerja Yod..??"


Yodi menjawab "engga Bu... aku di keluarkan"


"loh kok bisa?? kenapa ada masalah??" kata ibunya Yodi


"jadi gini Bu... pacar Yodi ngajakin nikah. nah kebetulan dia kan jauh dari Jakarta rumahnya nah aku izin buat kesana terus ngelamar ketemu keluarganya" kata Yodi


"terus hubungan sama kerjaan kamu apa??" kata ibunya Yodi


"iya aku jadi ga banyak masuk katanya" kata Yodi


"kamu izin berapa hari??" kata ibunya Yodi


"izinnya 2 hari Bu... cuman aku dari tahun baru ga masuk" kata Yodi


"bentar... emang Shanti pindah rumahnya ke Jakarta??" kata ibunya Yodi


"bukan si Shanti bu... itu loh yang adiknya ngejelasin warisan itu, kakaknya Devi itu pacar aku" kata Yodi


"terus kamu sama Shanti gimana?? bukannya kalian udah lama pacaran" kata ibunya Yodi


"ya kita putus Bu" kata Yodi


"kalian itu putus kenapa sampai kamu punya lagi orang jauh gitu, Devi itu yang jutek itukan??" kata ibunya Yodi


"bukan jutek Bu... tapi emang dia pendiem ajah" kata Yodi


"kamu waktu tahun baru kan pergi sama dia, terus ke Jakarta baru kemarin. nah sisanya kamu ga masuk kenapa??" kata ibunya Yodi


"kan mamahnya Shanti meninggal, aku jadi kesana" kata Yodi


"meninggal?? kamu ga ngasih tau ibu. meninggal kenapa??" kata ibunya Yodi


"sakit Bu.. aku lupa ngasih tau ibu. saking ya aku juga kaget tiba-tiba dapet kabar udah di rumah sakit" kata Yodi


"jadi kamu mau nikah nih?? kapan??" kata ibunya Yodi


"semingguan lagi Bu" kata Yodi


"seminggu?? yang bener ajah Yod.. sekarang ajah kamu ga kerja. biaya dari mana buat nanti nikah??" kata ibunya Yodi


"Bu... Devi ini orang kaya, semuanya di tanggung sama dia. aku tinggal berangkat ajah udah katanya jangan di pikirin lagi" kata Yodi


"engga gitu juga Yodi... kamu itu cowok harus ada buat kontribusi ke sananya" kata ibunya Yodi


"iya Yodi tau Bu... Yodi juga udah ngomong sama Devi. tapi ya udah dia pinginnya gitu. ibu bisa kan besok atau lusa ke rumah Devi??" kata Yodi


"iya ibu bisa ajah.. asal kamu yakin dia pilihan kamu. yang terbaik buat kamu. kamu sekarang mau nyari kerja kemana lagi??" kata ibunya Yodi


"abis nikah aku kerja di kantornya Devi Bu... jadi udah ada kerjaan" kata Yodi


"ya syukurlah... " kata ibunya Yodi


Sementara itu Shanti pagi ini kembali lagi ke rumahnya, tak tahan menahan kesedihannya saat dia membuka pagar. sejenak dia menangis sambil menutup pintu pagar dan mengusap air matanya yang jatuh ke pipinya. bayangan ibunya masih terlintas dalam pikirannya. biasanya ketika membuka pagar. ibunya Shanti membukakan pintu rumah. tapi kali ini dia harus mengetuk atau membukanya sendiri. Shanti mulai mengetuk pintu rumah sambil mengucapkan salam "assalamualaikum"


kakaknya yang bernama Dewi menjawab salam Shanti dari dalam rumah "walaikumsalam"


Saat Dewi membukakan pintu rumah, seketika Shanti merangkul kakaknya sambil berkata "ade... kamu dari mana ajah de... kakak khawatir sama kamu"


suasana kian haru ketika Shanti menangis sangat kencang. Dewi mencoba menenangkan adiknya itu dengan mengelus kepala dan punggungnya.


"ka... maafin aku" kata Shanti

__ADS_1


"udah... udah... iya kaka maafin" kata Dewi


"aku yang bikin mamah meninggal ka" kata Shanti


"udah jangan bilang gitu, semuanya kehendak Tuhan" kata Dewi


"engga ka... aku yang salah, aku yang bodoh" kata Shanti


"de... iya kakak tau kamu sedih, mamah pergi begitu cepat tapi kamu jangan gitu. udah sekarang kamu masuk istirahat ceritanya nanti" kata Dewi


Shanti masuk ke rumah... dan dia langsung naik ke atas menuju kamarnya. saat masuk dia kembali menangis ingat kenangan bersama mamahnya, sampai terakhir ibunya itu jatuh. Shanti kembali menangis, dia duduk bersandar ke pintu. kakinya seakan-akan lemas tak mampu berjalan ketika mengingat kenangan ibunya.


Tangisan Shanti terdengar ke luar kamar, dan terdengar oleh Dewi. Dewi pun ikut sedih. Dewi duduk di sofa dan memahami kenapa Shanti pergi. dia sangat terpukul atas kepergian ibunya. Dewi membiarkan Shanti di kamar dahulu.


Perlahan Shanti merangkak ke atas tempat tidur. dia memeluk guling dan merasakan rindunya kehadiran sosok mamahnya yang selalu menemani setiap dia mempunyai masalah. sesekali dia memanggil ibunya "mah... Shanti kangen sama mamah"


Beberapa menit kemudian, Shanti pergi mandi dan memakai baju yang di sukai ibunya ketika Shanti memakai baju itu saat dia kecil dulu. baju kaos putih bergambar Teddy bear dan rock biru yang sangat pendek. dengan rambut di kuncir dua. begitu sering ibunya mencium pipinya saat di dandani seperti itu dahulu. lalu Shanti memfoto dirinya lalu foto di bagikan ke akun media sosialnya. dengan di beri judul "ini


Di waktu bersamaan Devi melihat postingan Shanti. dia Sampai mengucapkan kata istighfar karena begitu menggodanya dandanan Shanti untuk kaum pria. di sisi lain Devi ikut merasakan apa yang di rasakan Shanti pada saat itu. Devi langsung menelepon Yodi


"assalamualaikum sayang" kata Yodi


"walaikumsalam... bi kamu lagi apa??" kata Devi


"lagi nyantai ajah, kamu kangen ya??" kata Yodi


"ih... kamu, kenapa ga ngabarin kemarin??" kata Devi


"hehehe... lupa lagi, aku langsung tidur kemarin. tapi aku chat kamu kan tadi pagi. kenapa ga di bales sih??" kata Yodi


"aku baru pegang handphone... Bi, Shanti resign dari tempat kerja" kata Devi


"loh... kok bisa?? dia udah tau kamu owner nya??" kata Yodi


"iya... kemarin, em..." kata Devi sambil berat untuk mengatakan kepada Yodi


"kenapa mi...?? ada masalah??" kata Yodi


"hah?? maksud kamu apa??" kata Yodi


"bi... kalo kamu masih sayang, kamu temuin Shanti sekarang juga. kamu bilang masih sayang sama dia. aku ... aku... aku rela kok kamu punya pacar lagi sama Shanti. aku rela jadi yang ke dua " kata Devi


Yodi bingung kenapa Devi mengatakan seperti itu?? apa dia tau, kalo kemarin ketemu Shanti. apa yang terjadi sama Devi


"em ... sayang, kayanya kamu kecapean deh kemarin abis pesen katring. mening kamu nyantai dulu" kata Yodi


Devi langsung memotong pembicaraan Yodi "bi.. kamu masih sayang kan sama Shanti??"


"mi... kamu tega sih nuduh aku kaya gitu. aku dari dulu kan cuman buat kamu" kata Yodi


"bi... cepetan jawab sayang ga sama Shanti " kata Devi dengan nada emosi


"Devi ku sayang... yang paling cantik, nge gemesin aku ga pernah punya perasaan kaya gitu sayang. kalo sebatas prihatin iya oke... tapi kalo sampai pacaran, aduh mending kita nikah hari ini deh" kata Yodi


"kamu tembak dia, kamu bilang kamu masih sayang sama dia" kata Devi


"eh.. eh... bentar... bentar maksudnya apa mi??" kata Devi


"pokoknya kamu hari ini, kamu bilang kamu masih cinta sama dia kaya waktu kamu jadian sama dia dahulu" kata Devi


"hah... sayang kamu bikin lelucon apa sih?? kamu lagi bikin konten ya sayang... dulu aku ga nembak dia loh, cuman jawab ajah, aku mau jadi pacar kamu. itu juga terpaksa karena kamunya ga ada" kata Yodi


"kalo kamu emang serius sama aku, kalo kamu pingin nikah sama aku cepet lakukan hal itu" kata Devi sambil menutup teleponnya


Yodi kebingungan... apa yang terjadi?? dalam hati Yodi memang dia kali ini sayang banget sama Shanti, tapi dia juga bingung harus pacaran sama siapa?? Yodi juga mencintai Devi. keinginan menikahi Devi sebentar lagi akan terwujud. tapi pembicaraan tadi Yodi berasa mimpi di siang bolong. akhirnya Yodi menelepon Shanti.


"halo" kata Shanti


"halo... Shan, apa kabar??" baik


di tanya seperti itu Shanti sangat bahagia


"baik .. kamu??" kata Shanti

__ADS_1


"Alhamdulillah... Shan kamu di mana sekarang??" kata Yodi


"aku di rumah, aku udah pulang lagi. kenapa??" kata Shanti


"oh .. kamu lagi di Bandung lagi sekarang, boleh aku main ke rumah??" kata Yodi


"boleh" kata Shanti


Tidak lama Yodi langsung pergi ke rumah Shanti dan saat sesampainya di sana Shanti sudah menunggu kedatangan Yodi.


"hai .." kata Yodi


Yodi sangat terpesona, dan tergoda dengan penampilan Shanti kali ini.


"kita duduk di sini ajah ya" kata Shanti sambil menunjuk ke kursi teras rumah


"boleh" kata Yodi


"mau kopi??" kata Shanti


"hehehe iya" kata Yodi


Shanti pergi ke dalam rumah untuk membuat kopi. Yodi menunggu di luar. pikiran Yodi seakan-akan lupa sama Devi.


Shanti datang memberikan kopi kepada Yodi, Yodi langsung meminumnya.


"kamu kaya anak SMA hehehe" kata Yodi


"hah .. emang kenapa??" kata Shanti


"cantik... hehehehe " kata Yodi


"makasih" kata Shanti


"kamu kenapa resign" kata Yodi


"pingin pulang ajah" kata Shanti


"oh... kirain ga betah, kapan kamu balik kesini??" kata Yodi


"tadi pagi" kata Shanti sambil menguap, matanya sudah berat menahan ngantuk akibat tadi nangis


"kamu ngantuk, aduh... maaf ya aku ganggu" kata Yodi


"iya ga apa-apa" kata Shanti


"aku tau biar bikin kamu ga ngantuk lagi" kata Yodi


"apa?? ngopi??" kata Shanti


"salah...." kata Yodi


"terus apaan??" kata Shanti


Yodi mendekati Shanti dan memegang tangannya, lalu Yodi mengatakan "Shan... sebenernya aku masih sayang sama kamu?? kamu mau jadi pacar aku" kata Yodi


Saat itu juga Shanti meneteskan air matanya dia sangat merasa bahagia. "aku mau jadi pacar kamu, tapi kamu janji kamu ga akan ninggalin aku lagi. please buat aku yakin sama kamu" kata Shanti


"Shan... kata-kata ini tulus dari hati aku, aku emang banyak bohongnya sama kamu tapi aku sekarang jujur sama kamu dengan kondisi aku sekarang. aku bingung pilih yang mana, aku sayang sama kamu tapi aku juga sayang sama Devi. aku sampai sekarang ga akan nge batalin pernikahan aku tapi aku ga mau kehilangan kamu. maafin aku, kalo aku berhubungan dengan ke dua orang sekaligus. kamu mau nerima aku seperti ini??" kata Yodi


"andai saja... kamu ngomong seperti ini, kamu terbuka sama aku. aku nerima kamu apa adanya, aku siap di duakan sama kamu" kata Shanti


Shanti langsung memeluk Yodi dengan sangat erat


"sayang... kamu tidur dulu, kamu istirahat nanti besok kita jalan-jalan yuk" kata Yodi


"engga aku pingin sama kamu" kata Shanti


"sayang... nanti kamu kurang istirahat, aku ga mau kamu sakit. dah kamu sekarang tidur dulu" kata Yodi sambil mengecup keningnya


"ya udah kamu hati-hati ya di jalan" kata Shanti


Yodi akhirnya kembali ke rumahnya dan Shanti beristirahat sejenak dengan hati yang sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2