Surga Palsu Mu

Surga Palsu Mu
Curhatan Yang Nyaman


__ADS_3

Di pagi harinya Shanti bangun agak siang, sekitar jam 8:00 itu juga karena mendengar suara ringtone handphonenya yang berdering. Shanti melihat handphonenya ternyata Tia yang menelepon.


"assalamualaikum" kata Shanti


"walaikumsalam... ka, ini ada info buat lowongan kerja. kebetulan temen aku lagi butuh penjaga ya... kaya perpustakaan gitu, gimana ka mau engga??" kata Tia


"oh... ya, boleh aku coba" kata Shanti


"tapi mungkin bayarannya ga terlalu gede sih..." kata Tia


"iya ga apa-apa buat sekarang yang penting ada dulu ajah" kata Shanti


"ya udah... aku jemput kaka sekarang ya, di send lock ajah ka kostan kakaknya" kata Tia


"iya nanti aku kirim. di tunggu ya Tia" kata Shanti


"oke... assalamualaikum" kata Tia


"walaikumsalam" kata Shanti

__ADS_1


Mendengar kabar itu harapan Shanti mulai kembali bersinar. Shanti tak sabar menunggu kedatangan Tia. Shanti ingin cepat-cepat bekerja. tapi badannya masih lemas dan sedih. Shanti berharap dengan kerjaannya dia bisa melupakan segalanya yang telah berlalu.


Beberapa jam kemudian Tia datang ke kostan Shanti.


"assalamualaikum" kata Tia sambil mengetuk pintu


"walaikumsalam... Tia masuk ajah" kata Shanti yang berada di dalam


saat Tia membuka pintu, Tia melihat Shanti sedang termenung seperti tatapannya kosong. matanya merah dan kantung matanya sedikit bengkak. Tia kaget karena wajah Shanti sedikit berbeda dengan ketika dulu dia bertemu. wajah Shanti benar-benar kusam.


"ka Shanti" kata Tia


"kaka kenapa, sakit??" kata Tia


"enggak... kenapa gitu??" kata Shanti


"em... maaf, kaka keliatannya ga kaya waktu itu. cantik berseri" kata Tia


"aku lagi banyak masalah ajah" kata Shanti

__ADS_1


"boleh Tia tau masalahnya??" kata Tia


"aku di tinggalin tunangan ku, dia putusin aku gara-gara cewek lain. mungkin kamu kira cowok itu banyak bisa cari lagi. ga semudah itu, aku tinggal bersama selama 2 tahun di sebuah kostan. kita udah kaya suami istri. itu gara-gara aku ngasih ke perawanan aku sama dia saat awal banget pacaran. jadi hal itu udah sangat biasa buat aku ketika tinggal bersama. dia janji mau nikah sama aku tapi dia malah pergi sama cewek pembunuh itu" kata Shanti


"pembunuh?? maksud kaka??" kata Tia


Tia tau yang di katakan Shanti cewek itu adalah kakaknya, dan Tia sudah membaca kondisi seperti ini pasti ada yang di sakiti. tapi ketika Shanti menyebutkan cewek pembunuh Tia kaget, maksudnya gimana??


"dia udah nge bunuh mamah aku" kata Shanti


"membunuh?? jadi ibu ka Shanti meninggal?? alasan di bunuh kenapa?? duh maaf ka aku cerewet" kata Tia


"ya ga apa-apa... kamu masih muda tapi entah kenapa kamu enak banget di ajak curhat" kata Shanti


"hehehe... mungkin aku cerewet kali" kata Tia sambil bergurau


"mamah terbunuh setelah di datangi cewek itu, entah apa yang di bicarakan sama mamah. mamah tiba-tiba masuk ke kamar marah-marah dan dia memukuli aku tiba-tiba darah tingginya kumat, sekitar 8 jam di rumah sakit dokter ngabarin mamah meninggal. mamah yang selalu support aku, mamah yang selalu bantu saat aku susah. dengerin curhatan aku. dia segalanya buat aku. kata-kata nya dia masih aku ingat "kamu harus mandiri, jangan tergantung sama mamah" itu kata-kata terakhir dari mamah. aku ga tau mamah ngomong gitu ternyata itu hari terakhirnya dia" kata Shanti sambil menangis


Tia terbawa suasana, dan dia pun ikut merasakan apa yang Shanti rasakan dan yang terlibat di situ adalah kakaknya sendiri, Tia langsung memeluk Shanti. suasana semakin sedih ketika Tia ikut menangis.

__ADS_1


__ADS_2