Surga Palsu Mu

Surga Palsu Mu
Perjanjian


__ADS_3

Suara ringtone handphone Yodi bergetar, ada sebuah panggilan masuk, dan ternyata panggilan itu dari Devi.


"assalamualaikum" kata Yodi


"walaikumsalam... bi, udah nyampe rumah" kata Devi


"belum mi... lagi istirahat dulu" kata Yodi


"oh ya udah, kalo udah nyampe kabarin aku" kata Devi


"iya.. mi" kata Yodi


"kenapa??" kata Devi


"aku mau nanya lebih jelas, maksud kamu aku sama Shanti itu gimana??" kata Yodi


agak sedikit lama Devi diam, sejenak dia berfikir untuk menjelaskan apa keputusan dia.


"nanti ajah aku mau ketemu Shanti dulu, aku pingin ngobrol berdua sama dia" kata Devi


"tapi mi... kamu kan kalo ngomong sama dia selalu emosi. apa bakalan baik-baik ajah??" kata Yodi


"insyaallah... nanti aku jaga emosi aku" kata Devi


"ya udah... baik-baik ajah ya mi ya..." kata Yodi


"iya... kenapa sih kamu lagi di jalan juga nanya-nanya tentang Shanti??" kata Devi


"enggak... kepikiran ajah, aku kan mau ninggalin kamu jauh nih, sementara kamu sama Shanti masih satu kota. aku takut kenapa-napa lagi kaya kemarin. beda kota ajah udah fatal banget kan. ya biar pernikahan kita selalu lancar dan berkah" kata Yodi


"oh... insyaallah engga aku janji" kata Devi


"ya udah aku jalan dulu" kata Yodi


"iya hati-hati bi" kata Devi


"bye... assalamualaikum " kata Yodi


"walaikumsalam" kata Devi


Yodi langsung berdiri dan memakai jaket, Shanti langsung ngomong sesuatu kepada Yodi.


"bohong lagi... alasan lagi... kenapa ga jujur ajah kamu ga nyaman sama dia" kata Shanti


Yodi langsung melirik kepada Shanti dan berkata "Devi mau ketemu sama kamu, berbicara empat mata. aku mohon kamu jangan emosi kalo ketemu dia" kata Yodi sambil bersiap-siap untuk pergi


"di luar hujan... " kata Shanti dia sambil berdiri mengambil payung, dan Shanti bersiap mengantarkan Yodi ke depan gang

__ADS_1


"mau kemana kamu??" kata Yodi sambil hujan-hujanan


tak banyak kata dari Shanti, dia langsung memberikan payung kepada Yodi dan Shanti mengantarnya sampai mobil.


"badan kamu lebih tinggi, kamu yang pegang" kata Shanti


hati Yodi sungguh tersayat ketika sikap Shanti tak ada yang berubah kepada dia. Yodi menyadari sikap Shanti ternyata benar-benar tulus. tak ada sebuah pencitraan darinya. dia berkorban dari hatinya sendiri.


Yodi sangat bertanya-tanya pada dirinya sendiri, kenapa baru kali ini dan harus seperti ini dulu Yodi menyadari ketulusan hati dari Shanti.


Sesampainya di mobil Yodi berkata "Shan... maafin aku, terimakasih atas segalanya"


Mata Shanti berkaca-kaca menahan air matanya keluar, dia melihat Yodi menutup pintu mobil. Shanti masih berdiri saat Yodi menyalakan mobilnya. dia berdiri di bawah derasnya hujan sambil memegang payung. Shanti melihat kepergian Yodi. saat itu Shanti mengedip dan ari matanya jatuh kembali ke pipinya. Shanti masih berdiri di tempat itu, walaupun mobil Yodi sudah berangkat. Shanti menangisi kepergian Yodi. ada hal yang mengetuk hati Shanti, perkataan maaf dari Yodi. kalimat itu belum pernah dia dengar selama berpacaran dengan Yodi.


Malam ini sebenarnya di dalam hati Shanti terasa terhibur dengan kedatangan Yodi. hanya saja kondisinya yang sangat berbeda. kerinduan Shanti kepada Yodi bisa terobati semenjak sore tadi. sebenarnya keinginan Shanti ketika dia datang ingin sekali memeluknya dan bersandar di bahunya. Shanti berharap dia mengajak kembali berpacaran. tapi sampai saat ini kalimat itu belum terucap. walaupun seperti itu semangat Shanti bertambah tetapi di sisi lain malam ini juga seperti malam terakhir kalinya bersama dia.


Shanti kembali lagi ke kostan sambil menundukkan kepalanya. tak tahan dengan menjalani proses kehidupan ini. saat sesampainya di kostan Shanti berpikir bagaimana dia selalu melihat Yodi, tetapi dia berpikir kembali dia harus melupakannya. tapi di pikir lagi dia mengingat apa yang Yodi katakan "kamu sudah tidak perawan lagi, apa ada yang mau sama kamu" hal itu yang membuat sedih dan sulit bangkit. Shanti mencoba memejamkan mata untuk tidur lari dari pikirannya itu. sangat sulit kali ini dia memejamkan mata. lama-lama mata Shanti mulai ngantuk dan tertidur.


Keesokan harinya, Shanti bersiap-siap untuk bekerja. wajahnya sangat terlihat lebih ceria. dia hari ini lebih siap menjalankan kehidupan yang barunya itu. terlalu lelah Shanti memikirkan itu semua. seperti biasa dia berjalan ke tempat kerja. dan di tempat kerja bertemu rekannya.


Hari ini sangat berbeda, perintah kerjanya sangat tidak biasa seperti hari kemarin. tapi tidak menjadi masalah buat Shanti. dia di suruh membersihkan ruangan direksi lebih awal ketimbang cafenya yang akan mulai di buka.


Icha sebagai teman kerja Shanti menyiapkan hidangan ke tempat direksi. dan Icha pun berkata "Shan... kali ini loe terlihat ceria banget, ada apa nih??" kata Icha


"mungkin abis libur ajah kali Cha... jadi agak segeran" kata Shanti


"liburan kemana emang loe??" kata Icha


"oh iya juga ya.. se simpel itu ya hidup loe" kata Icha


"ya kalo di bawa simpel, eh Cha ada apa sih ini?? kok loe naro makanan di ruang direksi??" kata Shanti


"tau... katanya Bu direktur mau datang kesini" kata Icha


"oh... gitu?? baik ga sih direktur kita??" kata Shanti


"baek banget Shan... perhatian sama karyawan, makanya gw betah di sini" kata Icha


"oh ya... penasaran gw" kata Shanti


"loe liat ajah nanti" kata Icha


Icha dan Shanti kembali ke pantry, seluruh karyawan berada di area depan. mereka sibuk bekerja dengan baik sesuai pekerjaannya. di dalam kesibukan mereka Devi datang dari koridor belakang tempat masuk karyawan. Shanti sedang berada di pintu depan. Devi masuk dan bertemu karyawan lain. saat karyawan akan mengucapkan salam telunjuk Devi di tempelkan ke bibirnya. menandakan jangan berisik. dan Devi masuk ke ruangannya untuk bekerja.


Shanti sudah beres mengerjakan area depan. dan dia akan membersihkan pintu toilet. saat masuk ke toilet ternyata pintunya masih di kunci. kuncinya di bawa sama Shanti tapi ternyata dia tidak menemukan di sakunya. Shanti kebingungan dimana dia menyimpan kuncinya?? mungkin terjatuh di ruangan direksi Shanti cepat-cepat kesana sebelum ibu direktur datang. Shanti tidak mengetahui bahwa direkturnya sudah datang. dan Shanti juga belum tau bahwa direkturnya itu adalah Devi yang akan berpindah tangan kepada Yodi.


Shanti berlari ke ruangan direksi, dan dia membuka pintunya dengan kasar. saat membuka pintunya ternyata direkturnya sudah ada di dalam dan kuncinya berada tepat di depan laptop Devi. Devi yang sedang memasukan kabel charger laptop di bawah meja kaget mendengar pintu terbuka. Shanti langsung permisi dengan cepat mengambil kuncinya "maaf bu saya mau ambil kunci" kata Shanti. pada saat bersamaan Shanti mengambil kunci dan Devi menaikan kepalanya ke atas meja akan menjawab "ya".

__ADS_1


Mereka berdua terdiam, dan Shanti kaget ternyata dia sedang bekerja di perusahaan Devi. salah satu karyawan di sana berlari niatnya mau mencegah Shanti masuk ke ruangan direksi. tapi sudah terlambat Shanti sudah terlanjur bertemu dengan Devi.


"pembunuh" kata Shanti


Shanti akan berlari ke luar ruangan, dan Devi menahan tangannya. "tunggu Shan" kata Devi


Shanti melepaskan tangannya dengan keras... "aku tak sudi mempunyai atasan seorang pembunuh" kata Shanti


"Shan... aku bisa jelaskan ini semua" kata Devi


"jelaskan apa lagi?? semuanya sudah jelas" kata Shanti


ucapan Shanti sangat terdengar ke luar ruangan, dan di tambah lagi atasan Shanti berada di depan pintu ruangan yang tadinya ingin mencegah Shanti.


Devi menutup pintu ruangan "please Shan... aku mau ngomong sama kamu. kamu boleh duduk di sini" kata Devi


Shanti pun duduk sambil menangis


"Shan... denger dulu, aku minta maaf. aku bener-bener waktu itu sangat emosi. aku ga tau kejadiannya bakalan kaya gini. sumpah aku ga tau. maafin aku Shan" kata Devi memohon mohon sambil menangis dan menyesali perbuatannya


Shanti bingung mau ngomong apa, perasaan dia masih marah kepada Devi. Shanti hanya bisa menangis "kenapa sih kamu ngambil cowok aku??" kata Shanti


"Shan... aku ga tau, aku ga tau kalo Yodi pacaran sama kamu. aku ketemu di hotel, dan dia ga bilang sama aku kalo dia pacaran sama kamu. bahkan aku nyari kamu, aku nanyain kamu sama dia tapi dia bilang ga tau" kata Devi


"brengsek... kalian semua brengsek... waktu kamu tau kenapa kamu ga putusin dia?? dia segalanya buat aku tau ga??" kata Shanti


"Shan... aku udah terlanjur cinta sama dia, kamu taukan aku udah suka dari dulu" kata Devi


"tapi kamu kan yang nyuruh aku jadian sama dia, kamu pura-pura lupa kan??" kata Shanti


Devi tak bisa berkata-kata lagi dia sangat merasa bersalah. "oke... aku akuin aku emang salah, tapi please maafin aku. kamu boleh melakukan apa saja dari aku. bahkan posisi ini silahkan kamu duduk di sini kalo kamu mau" kata Devi


"aku ga perlu jabatan aku, aku mau cinta aku kembali. putuskan Yodi aku baru mau maafin kamu" kata Shanti


"Shan... please, ini maaf aku yang paling tulus. tapi aku minta jangan itu" kata Devi


"oke... aku resign dari sini, dan ingat aku ga akan pernah bisa maafin kamu. dasar pembunuh " kata Shanti


"oke... kamu boleh miliki dia, tapi aku ga akan putusin dia. aku siap di madu, tapi dengan syarat kalo kamu kembali lagi sama Yodi. kamu boleh berhubungan di Bandung saja tapi di sini dia bersama aku" kata Devi


setitik harapan buat Shanti, walaupun seperti itu dia siap "oke... deal" kata Shanti sambil memberikan tangannya untuk berjabat tangan dengan Devi.


Devi pun sama, mereka berjabat tangan.


"satu permintaan lagi, aku resign dari sini dan aku akan pulang ke Bandung. aku minta kamu suruh Yodi buat nembak aku" kata Shanti


"oke... tapi ingat kamu harus bayar kontrak kerja kamu, sisa kerja kamu di sini" kata Devi

__ADS_1


"oke... akan aku bayar, bye" kata Shanti


Shanti pun langsung pergi meninggalkan restoran itu, dengan sisa uang yang ada dia membayar kontrakan dan pergi kembali ke Bandung.


__ADS_2