
"sayang udah bangun" sebuah chat dari Yodi kepada Shanti, dan chat yang sama pula dari Devi kepada Yodi. sekitar 07:00 Yodi langsung membalas chat dari Devi. "udah... kenapa mi??"
"besok jadi ketemu keluarga kamu sama keluarga aku??" kata Devi
"insyaallah jadi... cuman ade aku kayanya kerja ga tau deh ikut apa engganya" kata Yodi
"besok kalo bisa di aga pagi udah di sini, siangnya mau ada tes menu. jadi sekalian berangkat kesana sekalian ngomongin tanggal pernikahan kita" kata Devi
"sayang... ga kebalik ya, ga nentuin dulu baru tes menu" kata Yodi
"ya udah lah gimana lagi emang jadwalnya kaya gitu, aku sekarang mau nyari rumah lagi" kata Devi
"kamu jangan kecapean dong... nyari rumah bisa ntar lagi ajah" kata Yodi
"iya... biar enak ajah nanti kita udah nikahnya" kata Devi
"ya udah deh... yang penting kamu jangan maksain juga kalo cape, biar wedding organizer yang datangin kamu" kata Yodi
"iya aku tau kok... kamu juga jaga kesehatan" kata Yodi
tapi sampai kali ini Shanti belum menjawab pesan dari Yodi, Yodi mencoba menghubungi Shanti. tapi masih tetap ga di angkat. sampai jam 09:00 barulah Shanti membalas pesan dari Yodi.
"by... maaf aku baru bangun" kata Shanti
"waduh... nyenyak banget ya tidurnya " kata Yodi
"iya by... badan aku terasa pegel" kata Shanti
"em... badannya minta jalan-jalan nih" kata Yodi
"tau ajah...hihihi" kata Shanti
"ya udah kamu siap-siap ya nanti aku jemput" kata Yodi
sehabis mereka berbicara di telepon, Dewi mengetuk kamar Shanti "de... kamu udah bangun??"
"iya ka... buka ajah" kata Shanti
"de... kaka mau pulang dulu, kasian anak-anak di rumah udah lama banget loh ga ketemu ibunya. papa hari ini pulang. kamu bisa bikin nasi kan?? kamu bikin nasi, kalo mau makan kaka udah masakin. kamu punya uang ga??" kata Dewi
"engga ka.. uang aku abis" kata Shanti
"ya udah nih... kalo kurang kamu minta sama Gani" kata Shanti
"ka Gani mah pelit, ya udah semoga cukup ajah segini... eh ka, kaka ada kamera ga??" kata Shanti
"kamera buat apa?? ya di rumah" kata Dewi
__ADS_1
"ya aku mau pinjem ka... nanti aku ke rumah ya" kata Shanti
"ya udah kaka pergi dulu, kalo ada apa-apa hubungi kaka" kata Dewi
setelah itu Shanti bersiap-siap dan menunggu Yodi datang. belum sempat sarapan Yodi sudah datang.
"assalamualaikum" kata Yodi
terlintas Shanti teringat ketika ada ibunya, kalo Yodi yang datang pasti mamah yang bukain. Shanti berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu, dengan raut wajah yang sedih dan menjawab salam Yodi "walaikumsalam"
"sayang... kamu kenapa kaya yang sedih gitu??" kata Yodi
"engga... aku cuman inget sama mamah ajah, biasanya kalo kamu datang mamah yang bukain pintu. ya udah masuk yu" kata Shanti
"iya sih... kita doain ajah ya mamah kamu" kata Yodi
"by... kamu udah sarapan belum?? aku makan dulu ya" kata Shanti
"engga.. aku di sini ajah sambil ngerokok" kata Yodi
"ya udah aku makannya di situ ajah bareng kamu" kata Shanti
"sini aku suap pin" kata Yodi
Shanti di suapi oleh Yodi begitu romantis mereka berdua, tapi sesekali Yodi iseng. asap rokoknya di hembuskan ke wajah Shanti.
"hahaha" Yodi menertawakan Shanti
mereka merasakan kebahagiaan yang luar biasa, di balik sebuah kesulitan masing-masing Shanti lah menjadi obat buat Yodi, sama halnya dengan Shanti Yodi bisa mengobati kesedihan Shanti pada saat ini. dan hal itu tidak lepas dari pengorbanan Devi sejauh ini.
Semuanya sudah siap, mereka pun berangkat ke wilayah pegunungan. cuacanya sangat dingin dan di tambah dengan gerimis. di sana mereka saling menghibur bercanda, lari-lari atau sesekali fokus ngobrol.
"sayang... mungkin beberapa hari ke depan aku bakalan sibuk, dan kemungkinan kita ga akan ketemu" kata Yodi
"emang kamu mau kemana??" kata Shanti
"aku besok mau mempersiapkan nikahan aku" kata Yodi
"ya udah ga apa-apa, aku seneng banget kamu sekarang bisa jujur. aku doain kalian lancar penikahannya" kata Shanti berbicara sekuat hatinya, padahal hati yang sebenarnya sedih banget harus menjalani percintaan seperti ini. belum lagi Shanti merasa cemburu ketika dia sedang ngobrol dengan Shanti tiba-tiba Yodi membalas chat dari Devi.
"sayang... kita ga bisa kaya dulu lagi, ketemu setiap hari" kata Yodi
"iya ga apa-apa aku ikhlas" kata Shanti
Yodi membelai rambutnya, dan Shanti tidur di bahunya Yodi.
"by... ketika kamu mutusin aku, kamu tau ga perasaan aku kaya giman??" kata Shanti
__ADS_1
"waktu itu aku ga ke pikiran, maafin aku ya sayang. aku harusnya ga gitu sama kamu" kata Yodi
"kalo kamu tau, hidup aku rusak banget. ga ada lagi tujuan hidup aku. entah lah aku harus ngapain?? aku cuman bisa duduk, tidur dan menangis. ga pernah kepikiran sama aku bakalan seperti itu" kata Shanti
"iya... banyak sekali kesalahan aku, aku terlalu egois. sampai aku ga sadar segala kebaikan dan ketulusan kamu sama aku" kata Yodi
"apa kamu mau mengulangi hal itu lagi sama aku??" kata Shanti
"engga sayang... aku ga akan pernah mengulangi hal itu lagi, aku bakalan mengingat semua cerita kita. aku sayang kamu" kata Yodi sambil memandang tajam wajah Shanti.
perlahan Yodi bibirnya Yodi mendekat kepada bibirnya Shanti. tangan Shanti memeluk erat kepada pinggang Yodi. kepala Shanti masih bersandar di bahu dan di pindah ke tangan Yodi sebelah kiri. dan tangan Yodi sebelah kanan mengelus keningnya Shanti. mata mereka saling menatap. Shanti merasakan Yodi kali ini sangat romantis. sehingga Shanti rela untuk di cium Yodi. bibirnya Yodi semakin mendekat, Shanti mulai pasrah. dan saat itu handphone Shanti berdering, tangan Shanti akan mengambilnya. tetapi di tahan oleh tangan Yodi. Yodi menjatuhkan seluruh badan Shanti ke rumput. sampai dering telepon Shanti sejenak mati. beberapa saat kemudian telepon Shanti menyala berdering kembali. kali ini Shanti melawan dan mengangkat teleponnya. dan ternyata itu panggilan dari ayahnya Shanti.
"halo" kata Shanti
"halo... de kunci rumah kamu taro di mana??" kata ayahnya Shanti
dan ternyata Shanti lupa menyimpan kuncinya, dia malah membawa kuncinya. "aku lupa pah... ini aku bawa" kata Shanti
"kamu lagi di mana sekarang??" kata ayahnya Shanti
"aku lagi main pah...!! papa tunggu di rumah ka dewi ajah. nanti aku pulangnya ke rumah ka dewi dulu kok" kata Shanti
"ah... kamu ini, nyuruh-nyuruh sama papa. udah papa ga mau tau kamu pulang sekarang." kata ayahnya Shanti
"ya papah.. ya udah aku pulang" kata Shanti
panggilannya sudah beres. dan Shanti mengajak pulang Yodi
"by... pulang yuk, papa aku di rumah. ga bisa masuk" kata Shanti
"em... baru ajah kita mulai. udah ngajak pulang lagi" kata Yodi
"ya by... maaf ya. nanti deh aku janji kita terusin lagi" kata Shanti
"ya udah lah... yuk" kata Yodi
"kamu ga marah kan by..??" kata Shanti
"engga ayo" kata Yodi
"by..." kata Shanti
"apalagi sih sayang, ayo kita pulang. papah kamu nunggu" kata Yodi
"by... kamu baik banget. i love you" kata Shanti
dan pada akhirnya mereka pulang.
__ADS_1