Surga Palsu Mu

Surga Palsu Mu
Memulai Karir


__ADS_3

"kamu ga akan masuk dulu??" kata Shanti


"ah... lain kali ajah, sayang yang sabar ya mungkin semingguan kita ga ketemu" kata Yodi


"iya udah hati-hati pulangnya, salam sama keluarga" kata Shanti


"iya dah..." kata Yodi sambil pergi pamit pulang


Shanti langsung membuka pintu yang sudah di tunggu oleh ayahnya.


"kamu pergi sama cowok itu lagi??" kata ayahnya Shanti


"iya pah... kenapa??" kata Shanti


"bukannya dia udah punya cewek?? ngapain kamu jalan sama dia??" kata ayahnya Shanti


"pah... aku seneng kok jalan sama dia" kata Shanti

__ADS_1


"iya kan dia udah punya cewek, mau nikah lagi" kata ayahnya Shanti


"ya terus kenapa pah?? papah mau larang aku?? pah... mamah sama aku selalu nge bolehin apa ajah yang penting aku seneng. papah ga mau liat anaknya seneng??" kata Shanti


"nah gini kalo anak selalu di manja sama ibunya, berani ngelawan sama orang tua" kata ayahnya Shanti


"pah... aku itu udah dewasa, ga usah ngatur aku lagi. aku tau mana yang baik buat aku" kata Shanti


"diam kamu... ngelawan terus kalo di bilangin. ga tau terimakasih sama orang tua. papah mau tanya sama kamu, pernah dia ngasih makan kamu, sekolahin kamu?? yang ada dia udah ngerusak kamu. kenapa kamu ga kuliah??" kata ayahnya Shanti dengan nada yang sangat


"papah... ga pernah ngerti perasaan aku" kata Shanti sambil pergi ke kamarnya dan di kamarnya Shanti menangis kembali


"apa ka??" kata Shanti


"de... kamu balikan lagi sama Yodi??" kata Dewi


"udah lah ka... kaka ga usah ikut campur" kata Shanti

__ADS_1


"de... mau gimana pun aku ini kaka kamu, kaka berhak jagain kamu. Yodi itu bakal jadi suami orang, udah lah kaya ga ada cowok lagi" kata Dewi


"ngomong itu gampang ka... kaka ga ngerasain apa yang aku rasain kali ini" kata Shanti


"de.. kaka ngerti, kaka tau emang kamu itu udah lama sama Yodi. tapi kamu harus terima segala kenyataan. kamu harus ikhlas. kamu harus bangkit, kamu bisa de" kata Dewi


"kaka tau apa tentang ikhlas... udah lah" kata Shanti sambil menutup teleponnya


Beberapa jam kemudian saat malam hari lewat magrib tukang ojek online datang mengantar kamera milik kakaknya untuk Shanti. Shanti langsung menggunakan kamera itu untuk live streaming. karena Shanti merasa gabut sering kali waktunya di habiskan untuk bermain game. dia iseng-iseng main game sambil live streaming di Facebook.


Malam ini Shanti berdandan siap-siap untuk live streaming, mensetting peralatan untuk live nya sedikit-sedikit dia belajar di dunia streamer. di bantu oleh Ria lewat video call. di hari pertama Shanti mengundang seluruh kontak yang ada di handphonenya untuk menontonnya. dari mulai teman SD, SMP, SMA sampai kuliah lumayan hari pertama dapet 100 penonton. dan sampai 500 followers. di tambah lagi dia langsung berduet dengan Ria otomatis penonton Ria pun ikut menonton penampilan Shanti. rata-rata penontonnya laki-laki dan banyak sekali pujian karena kecantikan Shanti. Shanti bermain selama 2jam.


Saat Shanti live streaming, dia merasakan seperti ada yang menemani dalam hidupnya. dia teriak-teriak berkata kotor dan tidak tau malu. kepalanya yang di penuhi masalah, live streaming menjadi sebuah pelampiasan sagala apa yang ada di dalam perasaanya.


Ketika beres live nya, saat itu pula Shanti menangis. mengingat kembali kepada masalahnya. dan hal itu membuat sebuah masalah kembali. kakaknya yang tidak suka dengan cara dia live langsung melabrak Shanti yang sedang berada di kamarnya. tapi saat kakaknya masuk kamar Shanti terlihat sedang menangis sangat keras. dan hati kakaknya menjadi lemas ketika adiknya tidak berdaya dalam menjalani kehidupan.


Dewi memeluk Shanti, sambil mencoba berbicara kepada Shanti.

__ADS_1


"de... yang sabar ya, kamu bisa ko ngelewatin semua ini, tapi kaka mohon sama kamu. kamu lebih menjaga lagi sikap kamu apalagi di lihat banyak orang" kata Dewi


Shanti melepaskan pelukan kakaknya, dia lompat ke tempat tidur. di sana dia menangis sampai tertidur.


__ADS_2