
Tibalah Yodi di rumah Devi, Yodi di persilahkan masuk sama pembantunya. di dalam rumah Devi sudah siap menunggunya.
"sayang... kok, lama banget nyampe nya??" kata Devi
tak lama setelah Devi bertanya seperti itu ke dua orang tua Devi datang. Yodi pun berkenalan bersama mereka. ke 4 adiknya pun ikut di kenalkan oleh Devi termasuk adiknya yang kembar masih usia balita kecuali Tia. dia tidak ikut gabung dengan mereka, Tia masih marah dengan kakaknya itu. dan dia tidak setuju kalo Yodi dan kakaknya itu menikah. Tia lebih condong kepada Shanti. Tia hanya berdiam diri di kamarnya. setelah itu tanpa panjang lebar orang tuanya menanyakan. maksud dan tujuan Yodi datang bertemu mereka.
"Yod langsung ajah, bapa dengar dari Devi katanya kamu ada maksud datang ke sini. ada apa ya??" tanya bapaknya Devi
"oh iya pa... sama ibu... saya kesini mau minta restu dari bapa sama ibu. mungkin dari usia sama kecukupan saya, saya bermaksud mau menikah Devi" kata Yodi
"oh... itu toh maksudnya, iya bapak sih seneng kamu masih muda udah ada niat untuk menikah, apa bener kamu udah mantap dengan anak saya Devi??" kata bapaknya Devi
"insyaallah pak...!! saya siap segalanya" kata Yodi
"emang seberapa siap kamu buat nikah??" kata bapaknya Devi
"memang untuk sekarang masih dalam proses, beberapa waktu ke depan insya Allah kesiapan itu bisa bertambah" kata Yodi
"iya bapak ngerti, kapan nih rencananya kamu mau nikah nya??" kata bapaknya Devi
__ADS_1
"secepatnya pak kalo bisa dan saya usaha kan" kata Yodi
"kapan tuh secepatnya?? besok?? minggu depan?? atau bulan depan??" kata ibunya Devi
pertanyaan dari ibunya sangat gugup, Devi kesal dan memang tidak memuaskan untuk dirinya. Yodi agak kebingungan untuk menjawab hal itu. karena lamaran ini bukan niatan dari Yodi sendiri. terlebih hal itu desakan dari Devi yang takut kehilangan Yodi. sesekali Yodi melihat ke arah Devi. Yodi sadar pacarnya itu bete mendengar jawaban dia.
dengan sangat gegabah Yodi menjawab ulang "oh iya bu... rencananya sih mungkin bulan depan insya Allah Bu" kata Yodi
dengan cepat Devi mengklarifikasi jawaban Yodi "iya pah... mah... kita sepakat antara minggu depan sama bulan depan. tadinya kan kita rencananya mau bulan depan, soalnya kita mau ambil rumah dulu mah... pah... cuman pas aku tadi kontek sales nya ternyata prosesnya cukup gampang juga. ada kemungkinan ya semingguan lagi mah... pah..." kata Devi
"ini Yodi loh yang di tanya, bukan kamu. dia itu calon imam kamu. ya dalam hal ini kamu bisa lah latihan buat menghargai dia" kata ibunya Devi
"oh... iya pak bu, insya Allah minggu depan" kata Yodi
"loh... Yod, kenapa bisa cepat berubah gitu. udah-udah mungkin Yodi laper yuk sekarang kita makan dulu. bapa tunggu di halaman belakang" kata bapaknya Devi
"oh iya pak" kata Yodi
"mari Yod " kata ibunya Devi
__ADS_1
"iya bu makasih" kata Yodi
Devi sangat marah sikap Yodi yang tidak sesuai apa yang Devi arahkan ketika di pantai.
"kamu kenapa sih?? kan kita komitmen 2 minggu ajah" kata Devi
"sayang... kita kan perlu persiapan, sewa ini itu. dan lain lain" kata Yodi
"aku udah bilang, kamu itu cuman bilang sama orang tua bawa kesini ya udah pastikan tanggalnya. masalah ini itu biar aku yang ngurus" kata Devi
"iya aku lupa sayang... maaf ya" kata Yodi
Yodi baru sadar kok gini ya pacaran sama Devi, seakan-akan Yodi selalu salah. padahal dia sudah memikirkan dengan matang. Yodi harus ikut dalam permainannya. tapi perasaan itu terbalaskan karena impiannya.
"selalu lupa... kedepannya kamu jangan terus di ingetin aku terus dong. aku kan yang mau mempersiapkan nikahan kita nih. aku pasti banyak kerjaan" kata Devi
perkataan itu yang benar-benar menyayat hati Yodi, selama ini Yodi pacaran dengan Shanti, Shanti selalu mengerti kondisi Yodi. dan Shanti begitu perhatian, selalu mengingatkan selalu mengerti ketika salah.
"iya sayang... aku janji aku ga akan lupa lagi" kata Yodi
__ADS_1