
Siang ini matahari sangat terik panas. di sebuah taman bermain Shanti menangis. menangisi atas segala kebodohan dirinya. Shanti ga sanggup lagi menahan rasa kecewanya terhadap Yodi. Dia hanya bisa duduk sambil menangis di atas kursi panjang di bawah pohon yang sangat rindang.
Shanti membuka pesan grup sekolahnya yang belum sempat di baca, sudah ada 708 pesan yang belum di baca oleh Shanti. dia menggeser layarnya ke atas. dan menemukan chat dari Devi kemarin saat tanggal 1 Januari. hatinya makin sakit setelah membaca pesan tersebut. dan saat jam bersamaan 3 buah panggilan tak terjawab dari Ria.
Entah apa yang ada di hatinya Shanti walaupun dalam kondisi seperti itu dia masih berusaha untuk merangkai kembali hubungannya dengan Yodi. tak tanggung setelah tau nomor telepon Devi, Shanti mengajak ketemu.
Handphone Devi berdering... melihat nomor tak di kenal. tapi foto profilnya Yodi dan cewek lain. Devi belum menyadari itu nomor Shanti. sangat sedikit bingung Devi sangat penasaran dengan nomor tersebut, Devi lalu mengangkat teleponnya.
"assalamualaikum" kata Devi
"walaikumsalam... Vi, ini gw Shanti" kata Shanti
"oh... iya, em... hai Shan apa kabar?? aku kangen banget sama kamu" kata Devi
"aku pingin ketemu kamu" kata Shanti
"boleh... rumah kamu masih yang dulu kan?? aku ke rumah ya??" kata Devi
"ketemu di cafe deket sekolah dulu, aku tunggu sekarang" kata Shanti
"eh... bentar, aku lagi" kata Devi
belum sempat Devi menjelaskan Shanti sudah menutup teleponnya. Devi kebingungan kenapa nadanya jutek banget sih Shanti. tapi ya udah Devi berangkat ke Cafe, Shanti pun berangkat ke Cafe.
Karena suasana liburan sekolah, Cafe itu terlihat sepi, biasanya banyak anak sekolah yang pada nongkrong di Cafe itu. Shanti datang duluan, dan penjaganya masih ingat kepada Shanti.
"Shanti ya..." kata ibu pemilik Cafe tersebut
"ah ibu masih ingat ajah" kata Shanti
"minum apa??" kata ibu Cafe
__ADS_1
"biasa ya pesen 2 sama yang satunya lagi" kata Shanti
Ibu itu sudah faham lagi, langsung membuatkan 2 minuman favorit Shanti dan Devi. Shanti menunggu Devi di meja. kepalanya hanya bisa tertunduk untuk menutupi kesedihan dari orang sekitar. di meja sudah siap minuman yang di kala dulu sering seperti itu. tak lama Devi datang. dia liat kanan kiri mencari Shanti. ada sebuah meja favorit mereka, Devi melihat meja tersebut, ternyata ada 1 orang cewek, berkulit putih dan rambutnya merah. Devi yakin bahwa itu Shanti.
"Shanti...!!!" tanya Devi
Shanti yang sedang tertunduk, wajahnya langsung menatap Devi. Devi melihat wajah Shanti begitu galak dan terlihat habis menangis.
"Shan... kamu abis nangis" kata Devi
Shanti kembali menunduk, dan Devi ikut duduk dan melihat minuman jus alpukat kesukaannya.
"waw... kamu masih ingat juga ya jus kesukaan aku"
Shanti hanya diam saja, Devi bingung kenapa ya Shanti?? sungguh berbeda dengan dahulu yang begitu cerewet. Devi pun duduk dengan santai sambil meminum jus alpukat yang di hadapannya..
"hey Shan... wih, ada apa kok mendadak gini sih ketemu nya??" kata Devi
Devi diam sejenak, lalu berkata "mak... maksud kamu??" kata Devi
"aku sudah jalan sama dia selama 5 tahun, saat kita keluar sekolah" kata Shanti
Devi sangat kaget dan baru tau kalo Yodi itu tunangan nya Shanti.
"maksud kamu, aku harus nge jauh dari Yodi??" kata Devi
setelah Devi mengerti, Shanti berdiri dan akan pergi dari cafe. Devi menarik tangannya untuk duduk kembali. dan Shanti pun duduk kembali
"Shanti... aku menunggu dia selama 8 tahun" kata Devi
"kamu bisa lihat bagaimana dia sekarang?? aku berjuang mati-matian untuk selalu bisa berkompetisi dengan orang lain" kata Shanti
__ADS_1
"itu karena dia ingin bertemu dengan aku, dan melamar di perusahaan aku, makanya dia hebat hari ini" kata Devi
"keperawanan aku sudah di ambil sama dia. aku tinggal bareng di sebuah kostan lalu kita seperti suami istri" kata Shanti
"oke... kalo itu mau kamu. aku ga akan melepaskan dia. kita bersaing dengan sehat. pilihannya di tentukan oleh dia" kata Shanti
Mendengar hal itu Shanti berdiri dan menyiram badan Devi oleh jus strawberry. dan Shanti pergi begitu saja. tak ada perlawanan dari Devi. dia sangat menerima kenyataan ini. Devi tak mau menyerahkan Yodi begitu saja, walaupun Shanti dan Yodi sudah lama berhubungan. karena buat Devi adalah keselamatan bagi dirinya, berjanji atas dirinya jika dia sudah mendapatkan Yodi, Devi akan bersungguh-sungguh taat, kepada pengatur segala alam.
Devi sangat sedih dengan kondisi Shanti, sangat perihatin juga. Devi hanya menangis di cafe tersebut. Devi sangat ga menyangka Devi sudah merebut kekasih orang. Dan Yodi sudah tega melakukan seperti ini. Devi sangat bingung dengan kondisi seperti ini. dia ingin baikan bersama Shanti
Yodi sudah berada di luar Cafe untuk menjemput Devi. Devi langsung keluar menemui Yodi. Yodi kaget kenapa bajunya basah dan kotor.
"sayang... kamu kenapa?? baju kamu basah kaya gini" kata Yodi
"nanti aku ceritain di mobil, aku pingin istirahat sebentar, kamu bawa mobil aku ya..." kata Devi
"ya udah... tunggu ya sayang" kata Yodi
kunci mobilnya di berikan kepada Yodi agar Yodi yang memegang kendali. dia mengambil mobil lalu kembali menjemput Devi. Yodi membukakan pintu mobil. saat devi masuk ke dalam mobil Devi langsung memeluk Yodi sambil berkata "aku ketemu Shanti dia menceritakan semuanya".
"jadi kamu udah tau semuanya??" kata Yodi
"iya... aku percaya kamu bakal pilih aku" kata Devi
"makasih sayang kamu udah memilih aku" kata Yodi sambil mencium kening Devi
"ya udah kita jalan... aku ingin istirahat dulu sebentar, sebelum kembali ke Jakarta" kata Devi
"ya udah... sayang, aku janji hari Sabtu aku akan datang sama orang tua kamu. aku mau di panggil abi sama kamu" kata Yodi
"abi atau hubby??" kata Devi sambil tersenyum
__ADS_1
"hahaha kamu ini... abi dong, kita ke kostan aku ajah ya. istirahat di sana" kata Yodi