Syahadat Cinta Sang Janda

Syahadat Cinta Sang Janda
Bab 10. Proses Perceraian.


__ADS_3

Aku terbangun dari malam yang sangat melelahkan.


Kurasakan mataku sembab sekali.


Aku bangun menuju toilet untuk mengambil wudhu lagi.


Aku mengerjakan shalat subuh dalam tangis.


lagi..


"Aina.. bangunlah.. kita sarapan dulu. Tante sudah cerita semuanya ke Om Indra tadi Malam. Om Indra menunggu mu di Meja makan" bisik tante Rahmi pelan di telingaku.


"Astagfirullah.. Maaf nte, Aina ketiduran abis shalat subuh" ujarku padanya.


Dia mengangguk sambil tersenyum.


"Ditunggu di Meja makan ya!! " jawabnya lagi.


Aku mengangguk.


Segera kusarungkan jilbabku lalu keluar menuju meja makan.


Disana sudah Ada Om Indra dan nenek menunggu kedatanganku.


Kuceritakan pada mereka semua tentang masalah ku dan Mas Rayhan.


Kulihat Om Indra mengusap wajahnya berulang kali.

__ADS_1


Nenek kemudian memelukku dan mengusap pelan kepalaku.


"Assalamualaikum!! " terdengar suara dari luar rumah.


"Itu Mas Rayhan Om!! " kataku pada Om Indra.


"Kita suruh masuk aja. Biar Kita bicarakan baik-baik" kata Nenek pula.


Mas Rayhan masuk kedalam rumah dengan wajah yang tegang.


Dia menangis meminta Maaf padaku dan semua keluargaku.


Om Indra nyaris tidak bisa menahan amarahnya.


Untunglah Nenek dan Tante Rahmi menyabarkannya.


"Istigfar Indra.. kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah" Ujar nenek dengan bijak ketika Om Indra nyaris menapar wajah Mas Rayhan.


"Terus pernikahan Kalian gimana? Kamu mau menjadikan keponakanku sebagai kambing hitam? begitu?? " tanya Om Indra lagi dengan nada tinggi.


"Tidak Om. Saya minta Maaf. Saya janji akan melepaskan Aina baik-baik. Tapi Saya mohon jangan beri tau siapapun penyakit Saya. Saya sedang barusaha untuk sembuh Om! " Ujarnya lagi.


"Kamu sadar gak Kalau kamu Itu sudah menghancurkan hidup Aina?? Aina pasti akan menanggung malu Karena ulah busuk kamu? Kamu Itu memang baji**an!! " kata Om Indra lagi Penuh emosi.


"Segera urus perceraianmu dengan Aina. Dan tidak Perlu datang kemari lagi. Carilah Alasan yang tepat untuk kedua orangtua dan keluargamu. Tapi ingat!! jangan sampai menyudutkan Aina.! ucap Nenek pada Mas Rayhan.


Mas Rayhan mengangguk dan meminta Maaf lagi.

__ADS_1


Aku tidak mengeluarkan satu katapun pada nya.


Aku cuma bisa menangis dan terus menangis.


Siang hari nya, kudengar dari Tante Rahmi kalau Om Indra sedang berbicara dengan Ayah mertuaku di ruang tamu.


Aku tidak tau pasti apa yang mereka bicarakan.


Tapi yang jelas mereka membahas masalah perceraian ku dengan Mas Rayhan.


Aku cuma bisa berharap yang terbaik untukku saat ini.


Ayah dan Ibuku juga Akan datang besok dari kampung.


Om Indra berjanji akan akan bertanggung jawab menyelesaikan masalahku dengan Mas Rayhan.


Aku cuma bisa pasrah menghadapi semua ini.


Bercerai memang jadi Pilihan final untuk ku dan keluargaku.


Pernikahan yang awalnya kuharapkan akan membawaku pada kebahagiaan terrnyata malah sebaliknya.


Pernikahan yang sangat singkat namun Penuh dengan kepedihan.


Ibu mertuaku yang tidak terima dengan semua ini, kemarin memakiku melalui sambungan telepon.


"Dasar perempuan tidak tau diri. Apa kamu tau berapa besar baya pernikahan yang telah kami keluarlah untuk mu? Baru Tiga bulan menikah Kalian sudah ingin pisah? Bukan nya kasih cucu, malah kasih Aib pada keluarga kami. Dasar perempuan kampung tidak tau Terimakasih!! " Ujar Ibu mertuaku Dari sambungan telepon.

__ADS_1


Aku cuma bisa menangis dan beristigfar atas semua tuduhan nya padaku.


"Kuatkan Aku ya ALLAH" kataku dalam hati.


__ADS_2