Syahadat Cinta Sang Janda

Syahadat Cinta Sang Janda
Bab 23. Anugerah ALLAH


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat.


Tanpa terasa kandunganku tinggal menunggu hari.


Mulai kemarin Ibu datang dari kampung untuk siaga menjagaku.


Tadi siang adalah hari terakhirku bekerja.


Karna mulai besok Aku akan mengambil cuti.


Langkahku ku sudah semakin berat rasanya.


Punggung Ku juga sering terasa nyeri.


Betisku juga sudah mulai membengkak.


Kata Ibu Itu adalah tanda kalau tidak lama lagi Aku Akan segera melahirkan.


Aku duduk bersandar di tepi ranjang menikmati pijitan Randy pada bagian betisku.


Aku sangat beruntung karena memiliki suami yang begitu pengertian.


Dia tidak pernah mengeluh terhadap emosiku yang gampang sekali berubah semenjak hamil.


Dia bahkann selalu menuruti ngidamku.


Dia juga rela bangun tengah malam memijit pinggangku atau sekedar mengipaskanku ketika Aku tidak bisa tidur.


Aku begitu beruntung memilikinya.


"Sayang.. Makasih ya..! " ucapku sembari menarik kedua kakiku lalu memperbaiki posisinya tidurku.


Dia Kemudian mengelus lembut perut buncitku.


"Sayang mama papa.. Selamat malam.. Selamat tidur ya nak! " ucapanya sambil mengecup perutku.


"Baby nya bergerak Sayang... !!" katanya sambil terus mengelus perutnya dengan rasa takjub.


Aku tersenyum melihatnya.


***

__ADS_1


Aku terbangun karena merasa ingin buang air besar.


Kulihat jam di dinding menunjukkan Waktu 04.05 wib.


"Perutku sakit sekali" kataku pelan sambil mengelus-elus perutku.


Tiba-tiba kurasakan Air mengalir cukup deras d bagian selangkanganku.


Ketubaku pecan.


Aku kaget.


Segera kubangunkan Randy.


Randy bangun dan panik.


Dia segera memanggil Ibu.


Ibu masuk menenangkanku.


Kami berangkat kerumah sakit menggunakan Mobil Pak Syaiful tetangga sebelah rumah kami.


Kami sangat bersyukur karena memiliki tetangga yang begitu baik dan sudah menganggap kami seperti keluarganya Sendiri.


Akhirnya putri kami lahir dengan selamat secara normal.


Randy membisikkan iqamah ditelinganya dengan suara serak menahan haru.


Aku menangis Bahagia.


Keluarga Randy datang menjenguk.


Mama mertua dan Ibu bergantian memangku putri kecil kami.


Aku begitu bahagia.


Dihari ketujuh kelahiran nya, Kami langsung mengadakan tasyakuran aqiqah sebagai bentuk rasa syukur kami atas anugerah ALLAH yang begitu indah.


Ainara Permata Nasution menjadi nama pilihan kami untuknya.


Ainara berarti Aina dan Randy.

__ADS_1


Permata adalah harapan kami, Permata hati kami.


Nasution merupakan nama dari keluarga Randy.


Karena Randy Sendiri bernama Ahmad Randy Nasution.


Sebab Itulah kami memberi nama putri kecil kami "Ainara Permata Nasution"


Acara tasyakuran berjalan lancar.


Hampir semua keluargaku dari kampung juga Ikut menghadiri acara yang kamu selenggarakan.


Aku dan Randy begitu bahagia menikmati perasan kami sebagai orangtua.


Kami menikmati Indahnya proses pertumbuhan Ainara dengan bahagia.


Randy adalah sosok ayah yang begitu siaga.


Dia bahkan tidak segan untuk menggantikan popok Ainara ketika Aku sadang tertidur Karena kelelahan.


Dia juga selalu menyiapkan segelas susu hangat sebelum Aku tidur.


Menggendong Ainara ketika Ainara menangis.


Dan terkadang membantu Ibu mengangkat jemuran di belakang rumah.


Dia begitu perhatian terhadapku.


Ibu juga begitu. Selama 40hari masa Berpantangku.


Dia tidak pernah sedikitpun membiarkanku melakukan pekerjaan yang berat.


Dia senantiasa membantuku mengurus Ainara dan mengurus rumah.


Dia selalu memasak sayur yang cukup banyak untukku


"Biar ASI nya banyak! " Ucap nya menyuruhku makan banyak sayur.


Ayah ku juga Ikut berperan penting tentunya.


Aku juga harus berterimakasih padanya.

__ADS_1


Karena dia memberikan iziin pada Ibu untuk tinggal bersamaku selama masa Berpantang.


Trimakasih semua karena sudah begitu sayang padaku.


__ADS_2