
"Waktuku untuk mendekatkan diri dan meyakinkan kamu sangat singkat, cuma dua bulan. Jadi harus Aku manfaatkan dengan baik. Aku tidak ingin sampai gagal" katanya sambil melirik kearahku lalu menyeruput minumannya.
Aku tersenyum melihat tingkah nya.
Selesai makan kami mulai berbicara serius tentang hubungan kami.
"Kenapa kamu memilih Aku? Apa kamu tau statusku? masa lalu ku? Jarak umur kita juga jauh sekali Ge.." ucapku padanya.
"Tidak.. Bukan Aku yang memilihmu. Tapi ALLAH!! " jawabnya.
Aku diam.
"Kamu harus tau, tidak pernah sedikitpun terfikir olehku sebelumnya. Aku memimpikan mu beberapa kali sebelum Aku akhirnya bertekad meminta Kyai Ma'aruf untuk mengkhitbamu" ucapnya lagi.
"Maksud kamu? " tanyaku penasaran.
__ADS_1
"Aku pernah memimpikanmu, sehari setelah pertemua tak sengaja kita ketika Aku bertamu di pesantren beberapa tahun lalu. Waktu Itu Aku baru tiba di Indonesia beberapa bulan. ingat?" Tanya nya padaku.
Aku mengangguk mengingatnya.
"Aku fikir Itu cuma bunga tidur. mungkin Efek dari pertemuan sekilas Itu. Lalu beberapa bulan kemudian Aku kembali bermimpi tentang kamu ketika Aku selesai shalat istikharah minta petunjuk ALLAH agar segera diberikan calon pendamping. Dalam mimpiku terlihat samar wajah kamu sedang tersenyum kearahku. Dan Aku masih berfikir Itu hanya sebuah mimpi saja. Hingga kemudian Aku kembali bermimpi melihat seorang wanita sedang duduk di tepi jurang, Lalu Aku menggapai tangan nya. Dan ketika kulihat wanita di dalam mimpiku itu adalah Kamu lagi. Lalu Aku mulai merasa mimpi Itu adalah petunjuk ALLAH padaku. Dan ketika kusadari pada esok harinya kita bertemu lagi tanpa sengaja di masjid Agung An-nur, saat itu Aku mengantarkan Kyai Ma'aruf dan Umi Nafizah untuk memberikan kajian disana. Kamu tersenyum kearahku. Sama persis seperti dalam mimpiku. Namun Aku belum punya keberanian saat Itu." Katanya bercerita sambil tersenyum kearahku.
Aku terus menyimak sambil menikmati jus mangga yang manis.
"Tapi mulai saat itu Aku mencari tau tentang kamu pada ustad Arfah. Aku menceritakan mimpiku padanya. Dia menceritakan semua yang dia ketahui tentang kamu. Itulah kemudian yang akhirnya membulatkan tekadku. Lalu Aku meminta Kyai untuk mengkhitbamu. Kyai kemudian setuju dan melaksanakan niatku dua hari setelah pertemuan kita lagi di Toko Kue ku, ketika Aku menjemput kue pesanan Umi Nafizah" ucapnya padaku.
"Jadi kamu sudah tau masa lalu Ku? " tanyaku lagi.
"Aku juga sudah bicara empat mata dengan Ustad Indra ketika Aku berkunjung ke sana beberapa hari yang lalu. Dan Dia menceritakan semua tentang kamupadaku lalu menanyakan keseriusanku meminangmu" jawabnya lagi.
"Masyaallah.. tidak kusangka sudah sejauh itu keseriusan nya padaku" bisikku dalam hati.
__ADS_1
"Tapi Ge.. Umur kita terlalu jauh. Bahkan Aku merasa lebih pantas di panggil tantemu dari pada calon istrimu.. " ucapku lagi.
Dia tersenyum dan menggeleng.
"Bukankan Nabi Muhammad dan istrinya Khadijah memiliki perbedaan umur yang sangat jauh? Khadijah 15 tahun lebih tua dari Nabi. Sementara kamu hanya 8 tahun lebih tua dariku. Lalu kenapa harus dipermasalahkan? " tanya nya padaku.
"Tapi Aku bukanlah Khadijah Dan Kamu Bukanlah Muhammad! "jawabku lagi.
"Tapi mereka adalah suri tauladan yang patut kita contoh. Aku Akan barusaha meneladani sikap Muhammad terhadap Khadijah jika Kamu mau memberikan kepercayaan padaku. Aku ingin menikah dengan tujuan untuk menyempurnakan ibadahku, bukan sekedar menuruti hawa nafsu saja. Dan Aku yakin Kamulah jawaban dari doa-doa dalam istikharah ku...!! Okay? " tanya nya padaku dengan tatapan sejuta makna.
Aku begitu terharu mendengar ucapanya.
Tanpa terasa Air mataku menetes.
Aku segera menyeka nya lalu mengangguk pelan.
__ADS_1
"Alhamdulillah" ujarnya tersenyum.
Aku balas tersenyum.