Syahadat Cinta Sang Janda

Syahadat Cinta Sang Janda
Bab 29. Mandiri


__ADS_3

Pagi ini, Aku duduk di teras depan rumah bersama Buk Nita tetanggaku.


"Sampai sekarang Aku belum dapat kerjaan Buk. Di kampus Bapak Ada lowongan gak ya Buk? " tanyaku pada Buk Nita.


"Nanti tak coba tanyain ya Mbak! apa gak niat buka usaha sendiri aja mbak? Bikin usaha toko kue gitu mbak, mbak kan lumayan jago buat kue nya!" Kata nya memberi saran padaku.


"Kalau buat usaha sendiri Ainara kan gak perlu jauh dari mama nya! " ucapnya sambil memperhatikan Ainara bermain bersama Tony anaknya.


Saran Buk Nita sepertinya patut untuk Aku pertimbangkan.


Sore hari nya ba'da ashar, Aku berkunjung ke pesantren rumah tante Rahmi bersama Ainara tentunya.


Dan kali ini kami tidak lagi menggunakan Mobil, Aku mengendarai sepeda motor beat ku bersama Ainara yang duduk di bagian depan dengan kursi boncengan motor khusus anak yang kemarin Aku beli secara online.


"Nte.. Aina berencana mau buka usaha bakery, kira-kira bakal laku gak ya nte? " tanyaku pada tante Rahmi sambil menikmati teh buatannya.


"Kalau bukan usaha sendiri, Ainara tetap bisa dekat dengan Aina. Kalau kerja di kantor seperti dulu kasihan Ainara, Dia kan gak Pernah pisah dari Aina Nte. Gak tega rasanya kalau harus di titip ke penitipan anak. Kalau d titipin kerumah mertuanya juga segan rasanya. menurut tante gimana? " tanyaku lagi.


"Bagus. Yang namanya usaha di coba dulu biar tau gimana hasilnya. Kamu kan memang suka buat kue. secara ototidak sudah cukuplah di jadikan modal. Cuma mungkin lebih baik ikut kursus lagi biar lebih mantap!" Ucap Tante Rahmi.


"Nanti inshaa ALLAH tante bantu carikan langganan ya. Bantu promosikan bakery kamu. Paling tidak kalo setiap ada acara di pesantren, kue nya tinggal pesan sama kamu!! " kata tante lagi.


"Waahh.. Aina jadi semangat sekali ni nte!!" ucapku penuh semangat.


"Pokoknya tante mendukung kamu ya sayang!! " katanya lagi sambil mengelus punggungku.


Aku memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Makasih tante! " ucapku padanya.


Dia mengangguk.


Pulang dari rumah tante Rahmi Aku langsung menuju rumah mertuaku yang tidak terlalu jauh dari rumah tante Rahmi.


Kami akan menginap disini Malam ini.


"Eyang rindu sekali sama Ainara cantik!! " Ucap mama mertuaku pada Ainara.


Ainara langsung memeluk Eyang nya dengan erat.


Lalu berlari kearah kamar kak Mila mencari Amy saudara sepupunya.


Setelah makan malam, sambil duduk santai di depan TV Aku menceritakan niatku yang ingin membuka usaha bakery.


"Bagus Itu.. nanti Bang Umar bantu promosikan di kantor dan teman-teman ya!! " ucap bang Umar padaku.


"Makasih Bang! " kataku.


Papa, Mama dan Kak Mila juga setuju dengan ideku. Semua berjanji akan akan bantu menpromosikan kue buatanku.


"Tapi rencana nya Aina mau ikut kursus dulu, biar makin makin jago buat kue nya. Dan Kalau boleh selama kursus Ainara di titip disini dulu ya Ma! " kataku pada mama mertua.


"Tentu sayang. Mama malah senang dapat teman dirumah!" kata mama menimpali ucapanku.


"Makasih mama..! " kataku padanya.

__ADS_1


Aku merasa begitu bersyukur.


Meskipun Aku kehilangan Randy, tapi masih banyak orang-orang yang menyayangiku dan sangat peduli padaku.


"Terimakasih yaa ALLAH! " bisikku dalam hati.


***


Dua Minggu Lamanya Aku mengikuti kursus membuat berbagi macam kue.


Dari kue Tart sampai dengan berbagi macam kue tradisional.


Akhirnya Aku menyewa sebuah Ruko yang terletak cukup strategis dan tidak jauh dari pusat kota.


"Ainara bakery" nama yang Aku sematkan pada Toko kue ku.


Tiap hari Aku di bantu Buk Nita membuat berbagi macam kue dan roti untuk di jual di Toko kami.


Hampir Setiap hari Aku mendapatkan pesanan kue yang cukup banyak.


Semua tidak terlepas dari dukungan Keluarganga dan teman-teman.


Pak syaiful Misalnya, Dia selalu memesan kue di Toko ku setiap akan melakukan acara seminar di kampusnya.


Tante Rahmi juga begitu, Toko kue ku menjadi langganan Setiap ada acara di pesantren.


Bang umarpun demikian.

__ADS_1


Bahkan Aku menjadi salah satu pemasok kue di rumah kediaman Gubernur Riau.


Aku Sungguh merasa begitu bersyukur.


__ADS_2