
"Assalamualaikum" ucapku pelan sembari melangkah masuk kedalam rumah.
Hampir satu tahun rumah ini Aku tinggalkan.
Rumah yang memberi sejuta kenangan indah sekaligus menyedihkan.
Kulihat foto berukuran besar terpampang di ruang tamu tepat di depan pintu masuk uang sekarang ini Aku berdiri.
Randy berdiri menggendong Ainara yang masih berumur dua tahun waktu itu, dan Aku berdiri disamping Randy sambil memeluk lengan sebelah Kanan Randy.
Wajah kami terlihat sangat bahagia di foto itu.
Wajah mungil Ainara begitu cantik dan menggemaskan.
"Ya ALLAH... Aku begitu merindukan mereka!" lirihku pelan agar tak terdengar oleh buk Rahmi.
"Aina, Ibuk tinggal sebentar ya. Mau pergi jemput Tony pulang sekolah dulu!" ucap Buk Nita memecah lamunanku.
"Oh.. iya Buk.. gak papa. Hati-hati di jalan ya buk!" ucapku pada Buk Nita.
Kututup pelan pintu rumah setwlah Buk Nita pergi.
Rumah mungil ini menjadi terasa sangat sepi dan hampa.
Setiap sudutnya memiliki banysk kenangan Ainara dan Randy.
Sangat menyakitkan rasanya mengingat semua nya.
Aku masuk kedalam kamarku.
Kembali kulihat foto kami bertiga terpajang disudut meja rias.
__ADS_1
Hatiku semakin terasa pilu.
Aku duduk di tepi tempat tidur memeluk bingkai foto sambil menangis tersedu-sedu.
Ingin rasanya Aku menjerit sekuat-kuatnya melepaskan kerinduan yang begitu menyiksa diriku.
"Astagfirullah... Ya ALLAH... Astagfirullah!!" Aku kembali beristigfar dan terus beristigfar menahan tangisku.
Lama Aku menangis sambil terus memeluk foto kami bertiga.
"Aina... Kamu baik-baik aja?" tanya Buk Nita yangsudah pulang dari menjemput anaknya pulang sekolah.
"Astagfirullah.." ucapku lirih.
Aku benar-benar tidak menyadari kedatangan Buk Nita. Aku terlalu larut dalam tangisku.
"Maaf Buk.. Aku gak tau kalau ibu udah pulang dari jemput Tony" jawabku sambil menyeka air mataku.
Aku kembali menangis dalam pelukan Buk Nita.
"Memang tidak mudah Aina. Tapi Inshaa ALLAH Aina adalah wanita terpilih yang dipilih ALLAH dengan memberi cobaan yang berat. Inshaa ALLAH Aina wanita yang kuat dan tabah" ujar Buk Nita memberi semangat padaku.
"Aamiin.." ucapku sambil menyeka airmata.
***
Mulai hari ini Aku kembali bekerja di toko bersama Buk Nita dan Susi, karyawan kami.
Hari-hariku sibuk dengan berbahai kegiatan.
Selain di toko kue, Aku juga mulai mengajar di pesantren sebagai guru ganti bahasa inggris sementara, karena guru pamong nya sedang cuti melahirkan.
__ADS_1
Selain itu, Aku juga mulai aktif mengikuti nerbagai macamkajian islami yang di adakan di mesjid Agung bersama tante Rahmi.
Dan tidak jarang pula, bahkan nyaris tiao dua minggu sekali Aku berkunjung ke Panti Asuhan, menghbiskan waktu seharian sebagai sukarelawan membantu para pengurus panti merawat anak-anak.
Hidupku mulai kembali bersemangat.
Aku mulai merasa seperti kembali menjadi seorang gadis.
Tidak terikat dan melakukan semua pekerjaan yang Aku inginkan sesuka hati.
Aku juga sering pergi berbelanja ataupun nongkrong sendiri menghilangkan jenuh.
Semua kegiatan masa gadisku dulu nuaris kembali Aku lakukan.
Bahkan Aku pernah pergi berkunjung ke Siak tempat tinggal Mira dengan mengendarai sepeda motorku sendirian.
Aku menginap disana selama 2 hari.
Aku mulai merasa bebas dan menikmati hidupku yang baru.
Jika bosan tidur di pesantren, Aku kadang menginap di toko bersama Susi.
mengajaknya nonton drama korea sambil menikmati kue buatan kami.
Dan di pesantrenpun Aku sering mengajak anak santri luluran atau maskeran bersama.
Menghabiskan malam sambil bercerita dengan tante Rahmi dan Nenek Aji mertuanya.
Semua sudah mulai kembali normal.
Terimakasih ya ALLAH.
__ADS_1