Syahadat Cinta Sang Janda

Syahadat Cinta Sang Janda
Bab 37. Pesantren


__ADS_3

Aku sekarang tinggal bersama keluarga tante Rahmi di pesantren Thafiz Qur'an 30 juz.


Kurang lebih terdapat sekitar 35 Anak santriawan/santriwati yang tinggal bersama kami di pondok.


Pondok pesantren ini didirikan oleh Almarhum Ayah Om Indra, bapak mertua tante Rahmi.


Beliau semasa hidupnya merupakan seorang kyai dan guru besar di salah satu pondok pesantren yang berada di jawa.


Setelah menikah, beliau pindah ke Pekanbaru dan kemudian membuka pesantren Thafiz qu'ran ini.


Pondok pesantren ini hanya menampung para santri yang siap di didik menjadi hafiz dan hafizah penghafal 30 juzz Al-qur'an.


Mereka semua di sediakan tempat tinggal dan makan secara gratis di pondok ini.


Rata-rata santri yang menjadi thafiz di pondok adalah para mahasiswa/i yang kuliah di universitas islam.


Ada juga beberapa yang masih sekolah di MAN atau pin MTsN.


Tiap pagi mereka diberi kesempatan bersekolah.


Sementara dimulai ba'da ashar sampai malam hari nya mereka wajib melaksanakan tugas mereka sebagai santri thafiz.

__ADS_1


Mulai dari kegiatan menyetor hafalan, sampai dengan belajar bahasa arab maupun bahasa inggris.


Semua kegiatan dilaksanakan setiap malam hari.


Untuk setoran hafalan sendiri dilaksanakan malam dan subuh setelah shalat subuh.


Selesai mengajar bahasa Inggris jam 21.35 wib, Aku keluar ruangan yang berada di lantai 2 yang berseberangan dengan ruangan mushalla.


Ketika melewati ruang tamu, Aku melihat sekilas Om indra dan ustad Arafah sedang berbicara dengan seorang pemuda.


Ustad Arafah adalah abang ipar nya Om Indra, Suami dari Tante Murni kakak tertua Om Indra. Ustad arafah adalah seorang dosen di salah satu universitas islam di Pekanbaru dan juga merupakan imam mesjid di mesjid agung An-nur Pekanbaru.


Ustad Arafah merupakan salah satu pemimpin yang bertanggung jawab terhadap pesantren bersama dengan Om Indra.


"Tante.. itu tamu Om Indra dan Ustad Arafah siapa ya? kok sepertinya gak asing?" tanyaku pada tante Rahmi yang sedang membaca buku Fiqih Wanita.


"Oh.. itukan Gege.. Alumni thafiz. Kamu lupa ya? Makin ganteng ya kan? Baru empat bulan di Pekanbaru. Dia sekarang menjadi guru di Pondok Pesantren Darussalam milik Kyai Ma'ruf. Alumni Turki. S1 nya baru saja selesai 3 bulan lalu. Alumni Turki. Dan inshaa ALLAH akan menjadi salah satu pembimbing anak-anak santri kita juga. Dia mau mengabdi disini kabarnya" kata Tante Rahmi menjelaskan padaku.


"Masyaa ALLAH.. Luar biasa ya anak itu. Pintar, ganteng, sholeh, thafiz qur'an pula!" ujarku pada tante Rahmi.


***

__ADS_1


Aku berbaring di tempat tidurku sambil membuka HP ku melihat medsos dengan bermalas-malasan.


"Ping.." suara HP berbunyi.


Pesan masangger terlihat di hpku.


"Assalamualaikum kakak cantik. Apa kabar?" kubaca pelan pesan yang kuliat di layar hpku. wajah Gege terlihat disana.


Aku kaget dan tidak menyangka dapat pesan dari nya.


Sudah lama sekali kami tidak pernah berkomunikasi.


Terakhir yang ku ingat, Aku melihatnya ketika dia datang kepernikahan pertamaku dengan mantan suami ku yang pertama.


"Waalaikumsalam.. Baik Ge.. Ge sehat? Maaf soal tadi ya.. Kakak beneran gak nyangka kalau itu tadi yang bertamu Gege. Maka nya gak disapa. Udah lama soalnya gak ketemu, Agak pangling tadi. Makin ganteng aja. hehe" godaku membalas pesan nya.


" Alhamdulillah.. jadi bahagia kena puji sama kakak cantik. hehe. Tadi Gege juga mau menyapa Kakak. Tapi segan sama ustad. hehe" kata nya lagi membalas pesanku.


"Hahha... Selamat datang kembai ke Indonesia ya Ge. Smoga ilmu yang didapat disana bermanfaat buat banyak orang" ucapku agi.


"Aamiin.. Makasih kak. Inshaa ALLAH kita bakal jadi partner kerja Kak. Mohon bimbingan nya ya. Kakak kan lebih pengalaman jadi guru di pesantren." ucapnya.

__ADS_1


"Inshaa ALLAH.." ucapku menutup pembicaraan.


__ADS_2