Syahadat Cinta Sang Janda

Syahadat Cinta Sang Janda
Bab 46. Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Aku dan Gege berjalan di salah satu Mall yang cukup besar di Pekanbaru.


Kami ingin mengambil cincin yang sudah di Pesan sejak dua minggu lalu di toko jewelry yang ada di dalam Mall.


"Alhamdulillah pesanan cincin kita selesai tepat waktu" ujar Gege terlihat senang.


"Alhamdulillah... " jawabku pula.


Kami duduk sambil menikmati pizza setelah selesai membeli cincin dan beberapa alat make up untuk perlengkapan hantaran.


"Setelah menikah kita tinggal dimana? Di lingkungan pondok Darussalam ya? " kataku memberanikan diri bertanya pada nya.


Dia menggeleng dan tersenyum.


"Tidak.. Inshaa ALLAH kita akan tinggal dirumah kita. Rumah warisan orangtuaku. Maaf ya Aku belum pernah cerita tentang keluargaku padamu" ucapnya sambil tersenyum tipis.


Aku membalasnya dengan senyuman pula.


"Orang tuaku sudah meninggal dunia. Umi meninggal ketika Aku baru selesai tamat SMA. Almarhumah meninggal karena mengidap penyakit kanker payudara. Sedangkan Abi meninggal ketika Aku masih kuliah di Turki. Dia meninggal Karena Kecelakaan. Sejak Itu Kyai Ma'aruf mengangkatku sebagai anak angkat nya. Abi dan Kyai berteman sejak mereka masih duduk di Bangku SMP, Waktu Itu mereka sama-sama mondok di Gontor. Lalu akhirnya Abi dan Kyai sepakat membangun Pondok Darussalam bersama. Abi sebagai donatur dan Kyai sebagai orang yang menjalankan pesantren. Inshaa ALLAH setelah kita menikah nanti Aku ingin mengajakmu ziarah ke makam Umi dan Abi. Juga Ke makam almarhum Randy dan Ainara ya..!! " ucapnya lagi.


"Inshaa ALLAH.. " jawabku tersenyum.


"Oh iya... Kamu mau mahar apa? " tanya nya padaku.


"Terserah... yang tidak memberatkan mu" jawabku lagi.


"Trimakasih calon Bini.. " ucapnya sambil tersenyum tipis.


Aku tak kuasa menahan tawa mendengar ucapan nya.


"Trimakasih juga calon suami.. " Balasku malu-malu.


Kamipun tertawa bersama.


****

__ADS_1


Aku terlalu capek setelah seharian bekeliling Mall dengan Gege.


Persiapan pernikahan ketiga ku sudah selesai 90%.


Aku gugup menanti bulan depan.


Setelah shalat isya, Aku keluar kamar menuju dapur.


Tante Rahmi sedang menyiapkan makan Malam.


Aku kemudian membantu nya.


Setelah makan malam, Aku duduk di sofa bersama Tante Rahmi dan Nenek Aji.


"Tidak lama lagi Kamu akan meninggalkan kami dan mulai hidup yang baru bersama suamimu. Nenek pasti akan merindukan pijitan mu! " Ucap nenek membuatku terharu.


"Nenek...!! " kataku lagi memeluknya erat.


"Tiap malam kamis Aina kan ngajarin anak-anak santri. Nanti setelah mengajar Aina pijit Nenek sampai Nenek tertidur baru Aina pulang! gimana? Setuju? " tanyaku pada nya.


"Boleh... boleh.. boleh.. " Ucap nenek menirukan logat upin-ipin.


Aku kemudian memeluk tante Rahmi.


"Trimakasih tak terhingga untuk semua nya Nte.. Tante tersayangku.... Cuma ALLAH yang bisa membalas kebaikan tante dan Om juga nenek padaku. Trimakasih yaaa!! " kataku sambil terisak.


Dan tiba-tiba suasana jadi sangat haru.


Aku, Tante Rahmi dan Nenek sama-sama meneteskan air mata.


"Kalian kenapa? " tanya Om Indra ketika melihat kami menangis bersama.


Kami lalu tertawa bersama menyadari semua nya.


"Tidak.. Itu film nya sedih! " Ucap nenek asal.

__ADS_1


"Dasar wanita... " Ucap Om Indra pula.


Kami kembali tertawa bersama.


***


Aku berjalan disebuah taman yang indah dan sangat luas.


"Aku dimana ini? " bisikku dalam hati.


Tiba-tiba dari kejauhan kulihat Randy sedang Bermain bersama Ainara.


"Randy... Ainara.. ?? Itu Kalian? " tanyaku lagi dalam hati.


"Ainara....!!! " teriakku memanggil nama Anakku.


Mereka melihat ke arahku.


Tersenyum dan melambaikan tangan padaku.


Mereka terlihat begitu bahagia.


"Ainara..!! " teriakku lagi.


Aku terbangun dari tidurku.


"Astagfirullah... Aku Mimpi Ainara dan Randy" bisikku dalam hati.


"Ya ALLAH... Nara.. Mama Rindu sekali nak..! " ucapku lagi sambil menangis.


"Astagfirullah ya ALLAH..!! " Aku segera beristigfar.


Aku bangun mengerjakan shalat tahajud.


Kulirik jam di dinding sudah pukul 03.13 wib.

__ADS_1


Ku buka HP ku. kupandangi wajah Nara dan Randy di gallery Hp.


"Kalian terlihat begitu bahagia disana. Doakan Mama juga bahagia disni ya.. Kalian akan selalu mama rindukan. Nara.. Mama Rindu sekali nak..!! " ucapku sambil menangis dalam sepi nya malam.


__ADS_2