
Hari ini Randy mengajakku makan siang bersama orangtua nya.
Aku gugup sekali.
"Bismillah..! " ucapku dalam hati ketika sampai di depan rumah orangtua Randy.
"Ayo masuk..!! " Ajak Randy padaku.
"Aku takut.. " jawabku jujur.
"Udah gak papa. Tenang aja! yang mau kamu temui Itu orangtua Aku, bukan Singa! " katanya sambil tertawa.
Aku mendengus kesal dengan olokkan nya.
"Assalamualaikum! " ucap Randy sambil membuka pintu Rumahnya.
"Waalaikumsalam" jawab Papa Randy yang sedang duduk menonton berita di ruang keluarga.
"Assalamualaikum Om! " Sapaku pelan sambil mencium tangan Papanya Randy.
"Waalaikumsalam! " jawabnya dengan senyuman.
Senyuman nya membuat ku merasa hangat dan melunturkan rasa tegang di hatiku.
"Hallo.. Apa kabar Aina? Kenalin, Kak Mila!! " Ujar kakak Randy memperkenalkan dirinya padaku sambil mengajakku ke arah dapur menemui Mama Randy yang sedang mempersiapkan makan siang.
"Assalamualaikum tante! "sapaku menyalami Mama Randy.
__ADS_1
"Waalaikumsalam! " Jawab Mama nya sambil mengelus kepalaku.
Kak Mila kemudian keluar memanggil Randy Dan Papanya untuk makan siang.
Dia juga masuk kedalam kamar memanggil Bang Umar suaminya yang sedang tidur bersama anaknya yang masih kecil berumur 2 tahun.
Kami menikmati makan siang bersama dengan suasana yang hangat.
"Randy sudah cerita tentang masa lalu Aina pada kami sekeluarga. Jujur awalnya Mama merasa cukup berat untuk menerima status Aina. Tapi karena Randy sudah teguh dengan pendirian dan pilihannya maka kami sekeluarga menyetujui keinginan Randy untuk menikahi Nak Aina. Bagi kami kebahagiaan Randy adalah yang terpenting." Ujar Mama Randy padaku.
"Trimakasih Tante" jawabku padanya.
Dia mengangguk pelan dan tersenyum.
"Sekarang kita semua tau kenapa Randy begitu terpesona pada Aina. Sebab Aina cantik dan sangat santun" kata Kak Mila memujiku.
Aku tersipu malu.
"Banyak faktor Kak. Yang pasti mantan suami ternyata tidak bisa terima Aina sebagai istrinya, Dia masih cinta dengan mantan pacarnya!!" jawabku padanya Kak Mila.
Kulihat Randy tersenyum kearahku.
***
Dua Minggu Setelah perkenalanku dengan keluarga Randy, kami mengadakan lamaran di kampung halamanku.
Pernikahanku dan Randy akan dilaksanakan dua bulan lagi.
__ADS_1
Kami sepakati untuk melaksanakan semua rentetan acara pernikahan di Pekanbaru saja.
Dari mulai Akad nikah hingga Pesta pernikahan.
Semua nya akan dilaksanakan di Aula masjid Agung An Nur yang menjadi masjid terbesar di Pekanbaru.
Karena kebetulan Bang Umar, Abang ipar Randy punya teman yang menjadi salah satu pengelola masjid.
Keluargaku sangat bahagia.
Akupun begitu.
Tante Rahmi menyarankan ku untuk kembali tinggal di pesantren dulu sebelum Aku dan Randy menikah.
Kufikir juga baiknya begitu, Karena bulan depan Mira akan menikah dengan tunangannya dan tidak akan lagi tinggal denganku di kontrakan.
Orang tua ku pun menyetujuinya, Itu adalah yang terbaik untukku. Dari pada tinggal sendirian di kontrakan. sangat berbahaya.
***
Aku dan Mira membereskan barang masing-masing sebelum pindah dari kontrakan.
Mira masuk kedalam kamarku lalu
memelukku erat-erat.
"Aku pasti akan rindu suasana kontrakan ini. Rindu makan masakan kamu. Rindu curhat dengan kamu. Rindu luluran bareng, Maskeran bareng, pencet jerawat. Aaaahhh... Aku pasti akan rindu semuanya!! "ujarnya sambil menangis dan tetap memelukku.
__ADS_1
"Makasih ya Mir. Kamu adalah sahabat terbaik Aku. Kalau gakda kamu, Entahlah bagaimana Aku Jalani hidup. Kamu adalah malaikat penyelamatku. Jangan sungkan curhat kalau Ada masalah ya!! " kataku Masih memelukknya.
Lalu kami kembali saling berpelukan dan menangis.