
Aku menceritakan semua pembicaraan yang baru saja terjadi tadi siang pada Tante Rahmi ketika kami duduk santai di depan televisi malam hari.
"Banyak-banyak berdoa dan minta petunjuk pada ALLAH ya!! "ucapnya menasehatiku.
Aku mengangguk.
"Tante dengar dari Om Indra kalau Gege adalah anak yatim. Ibu nya meninggal tidak lama setelah dia tamat dari Pondok thafiz kita, sementara Ayah nya meninggal Ketika Gege masih kuliah di Turki. Ayah Gege adalah teman dekat Kyai Ma'aruf. Oleh karena Itulah kemudian Pak Kyai mengangkat Gege sebagai anak angkatnya" cerita tante Rahmi padaku.
"Apa dia ada cerita masalah keluarga nya padamu? " tanya tante Rahmi padaku.
Aku menggeleng.
"Dia belum pernah cerita nte. Aku juga gak berani bertanya" jawabku.
"Yaudah gak papa. Yang penting sekarang adalah banyak-banyak berdoa sebelum mengambil keputusan. Okay! " katanya lagi padaku lalu beranjak menuju dapur.
"Ping.. " Suara WA di HPku berbunyi.
Kulihat pesan WA dari Gege yang masuk.
"Assalamualaikum.. Lagi apa? Sudah tidur? " isi pesan nya kubaca.
"Waalaikumsalam. Belum. Baru selesai berbincang dengan Tante Rahmi" jawabku dalam pesan WA pula.
"Apakah Kalian sedang membicarakan ku? heheheπ" katanya lagi dalam pesan.
"Kok tau? ππ" jawabku lagi.
"ππ smoga yang dibicarakan adalah hal baik. Aamiin. Lusa ada acara gak? Kebetulan Aku di undang untuk mengisi Acara seminar Bedah Buku di hotel Primer. Ikut Yuk.. !! Temenin Aku!? " tanya nya padaku.
"Emang boleh Aku Ikut? gak ganggu? takut nanti di jambalaya sama fans-fans nya kamu. hahha" jawabku lagi.
"Hahha.. Mana ada Fans. Aku bukan artis. Aku jemput jam 9 pagi ya.?" tanya nya lagi.
"Inshaa ALLAH!π" jawabku.
"Oke!! Selamat Malam calon Bini π " kata nya menutup Pesan WA nya.
Aku jadi senyum-senyum sendiri dibuatnya.
__ADS_1
***
Dia datang menjemputku tepat waktu.
Dia memberi salam dan berbincang hangat dengan Om Indra sebentar, sebelum pamit dan meminta izin untuk mengajakku keluar.
Dia menjalankan mobilnya pelan ke arah Jalan Sudirman tempat di adakannya acara Bedah Buku.
"Kenapa? " tanya nya melihatku yang salah tingkah.
"Aku gugup sekali. Kamu yakin Aku boleh ikutan dalam acara itu? Aku kan gak terdaftar dan gak punya tiket masuknya? " kataku lagi.
"Tenang aja Oke?!!" Kata nya lagi meyakinkan ku.
Dari parkiran, kami langsung berjalan masuk kedalam loby hotel menuju lift.
Di depan lift seorang panitia acara segera menyambut dan menyalami Gege.
Aku cuma berdiri di belakang nya dengan kikuk.
Dia kemudian mundur ke belakang dan berdiri tepat disampingku.
Aku kaget dan makin salah tingkah.
Kurasakan pipiku memerah menahan malu.
"Assalamualaikum" kataku sambil mengangguk.
"Waalaikum salam tazah" jawabnya.
"Panggil Kakak aja" ucapku lagi.
"Baik kak!" jawabnya
Kami langsung menuju ke ruangan Acara.
Disana sudah ramai orang menanti kedatangan Gege.
Satu persatu para ikhwan menyalaminya.
__ADS_1
Dan para akhwat pun tak luput memperhatikan nya dengan tatapan kagum.
Seorang panitia perempuan menyapaku dan mengajakku masuk ke dalam ruangan menyusul Gege.
Aku duduk di kursi peserta seminar di bagian depan paling pojok. Sesuai arahan dari wanita yang menyapaku tadi.
Seminar Bedah Buku berjalan lancar. Terlihat jelas Betapa semangat nya para peserta mengikuti semua susunan acara dengan penuh semangat.
Acara selesai tepat jam 11.30 Wib.
Aku tetap duduk di kursiku sambil mengobrol dengan perempuan yang duduk di sampingku.
Nama nya Musdalifah, seorang dokter. Teman satu angkatan Gege ketika SMA.
Gege kemudian mendekat ke arahku.
"Kalian saling kenal? " tanya Musdalifah ketika melihat Gege tersenyum padaku.
"Tentu saja.. Dia adalah calon istri saya..!!" Ucap Gege pada Musdalifah.
Musdalifah terlihat kaget dengan ucapan Gege.
Lalu melirik ke arahku.
Aku membalas tatapannya dengan senyuman.
Kami pun kemudian berpamitan pada nya.
Gege kemudian mengenalkan ku lagi pada beberapa teman nya yang lain, sebelum kami pergi meninggalkan ruang seminar.
Kami kemudian menikmati makan siang di restoran hotel.
"Trimakasih sudah mau menemaniku hari ini" ucapnya padaku sambil menikmati secangkir jus jambu.
"Trimakasih juga sudah mengajakku dan memperkenalkan ku pada teman-teman mu" Ujar ku pula.
"Mulai saat ini Kamu harus selalu Ada menemaniku dalam setiap seminarku. Dan Aku akan memperkenalkan mu pada semua teman-temanku yang lain. Oke!?" katanya lagi padaku.
Aku mengangguk malu.
__ADS_1
Sejujurnya Hari ini Aku merasa bahagia sekali ketika Dia memperkenalkanku sebagai calon istrinya.