
Tiga tahun sudah Ku lalui hidupku sebagai seorang janda.
Besok umurku kembali bertambah.
Tidak ada yang spesial.
Tidak pernah lagi ada, semenjak mereka pergi ke pangkuan ilahi.
Aku lebih suka menyibukkan diriku dalam berbagai kegiatan dan berusaha tidak menerima ucapan selamat ulang tahun dari siapapun.
Entahlah, sepertinya kepedihan kembali terasa disetiap hari ulang tahunku.
Masih teringat jelas beberapa tahun lalu, ketika Randy memberikan surprise pada ulangtahunku.
Sebuah rumah mungil dan satu set perhiasan sebagai kado ulang tahunku.
Atau sekedar mentraktirku dan Ainara makan diluar sambil membeli kue Tart Kecil untuk kami rayakan bertiga.
Hatiku begitu bahagia waktu itu.
Malam ini, Kuputuskan untuk menginap sendiri di rumahku.
Kembali mengenang masa-masa bahagia bersama keluarga kecilku tercinta.
"Kalian apa kabar disana? Mama Rindu Nara..!!!! Nara lagi apa sama Papa? Hari ini Mama Ultah loh..Nara dan Papa lupa ya?? Semestinya hari ini kita pergi makan-makan kan?? Papa yang traktir!!" ucapku sambil memeluk foto mereka.
Aku menangis sesungukan sambil berbaring di atas tempat tidur.
"Rand... Aku hari ini ultah.. Umurku makin tua. Semestinya Aku dapat Kado dari kamu. Kamu masih utang satu janji padaku! Kamu ingat pernah janji mau bawa Aku dan Nara liburan keliling Jawa?? Tapi semua tinggal janji... Aku Rindu... Rindu pelukan hangat kamu. Semua sekarang terasa hampa tanpa kalian.!!" ucapku lagi sambil menangis.
Aku mencium berulang kali wajah mereka didalam foto.
"Besok Mama jenguk Nara dan Papa ya!!" ucapku yang berniat pergi ziarah kekubur mereka besok pagi.
Aku akhir nya tertidur dalam tangis sambil memeluk foto mereka.
__ADS_1
***
Pulang dari berziarah kemakam Randy dan Ainara, Aku segera membersihkan tubuh lalu berangkat menuju masjid Agung An-nur.
Tante Rahmi sudah menungguku di dalam masjid.
Dia duduk tepat di samping Umi Nafizah, Ustazah yang akan memberikan kajian hari ini tentang Ikhlas dan sabar sesuai dengan tema yang menjadi pembahasan hari ini.
Aku menyimak nasehat demi nasehat yang di ungkapkan oleh Umi Nafizah.
Hatiku bergetar seketika.
Entahlah, Mendadak Aku merasa sedih sekali.
Dada ku sesak dan air mata tak terbendung lagi olehku.
Aku Larut dalam tangisku
"Aina kamu kenapa? " tanya tante Rahmi mengagetkan ku.
"Tidak kenapa-kenapa Kok nte. Aina ke toilet dulu ya! " jawabku sambil bergegas ketoilet.
Aku menangis terisak didalam toilet.
Kenangan bersama Randy dan Ainara Bermain diatas pelupuk mataku.
"Astagfirullah... Apakah Aku belum Ikhlas atas kepergian mereka? Apakah Aku menyalahkan diriku atas semua yang telah terjadi? atau malah lebih parah?! Aku menyalahkan ALLAH atas takdir yang tidak adil menurutku ini?? Astagfirullah... ampunkan Aku ya ALLAH!! " bisikku dalam hati.
Aku segera mencuci wajahku dan bergegas kembali kedalam masjid lalu kembali duduk disamping tante Rahmi.
Ketika kajian selesai.
Umi Nafizah berbincang pelan bersama tante Rahmi.
Dia kemudian mengungkapkan apa yag dia lihat tentangku yang menangis tadi diwaktu kajian sedang berlangsung.
__ADS_1
Akupun akhirnya bercerita dan mengeluarkan semua keluh kesahku pada nya.
Dia menasehatiku dengan penuh kasih.
Nasehat yang sangat meneduhkan.
Nasehat yang memberi semangat baru padaku.
Hatiku jadi kembali terasa nyaman.
Kami kemudian berjalan keluar masjid menuju parkiran.
Tepat di depan masjid sudah menunggu Kyai Ma'aruf suami Umi Nafizah.
Dia sedang berbincang hangat dengan seorang pemuda.
"Seperti nya Itu Gege yang lagi berbicara dengan Kyai! " Ucap tante Rahmi padaku.
"Sepertinya begitu nte" jawabku.
"Tazah Rahmi dan Ainara kenal sama Gege?" tanya Umi Nafizah.
"Kenal Umi. Dia alumni thafiz di pondok kami dulu! masih sering juga main ke pondok" jawab tante Rahmi.
"Owh.. Dia adalah salah Satu guru pengajar di pondok kami Darussalam. Dan menjadi anak angkat kami di pondok. Kyai sangat sayang pada nya. Dia Pemuda yang luar biasa. " jawab Umi pada kami.
Aku dan Tante Rahmi mengangguk.
"Dia memang Pemuda yang luar biasa" jawab tante Rahmi pula
"Yasudah kalau gitu kami pamit duluan Umi, kami mau ke parkiran motor. titip salam sama pak Kyai dan Gege. Assalamualaikum" Ucap Tante Rahmi lagi.
"Waalaikumsalam.." jawab Umi Nafizah pula pada kami.
Aku melihat sekilas ke arah Gege, Dia tersenyum kearahku.
__ADS_1
Aku membalasnya dengan senyuman tipis Dan anggukan pelan.