Syahadat Cinta Sang Janda

Syahadat Cinta Sang Janda
Bab 39. Kabar Itu


__ADS_3

Aku, Buk Nita dan Susi sibuk menyelesaikan pesanan kue dari Umi Nafizah.


Aku dan Susi terpaksa menginap di toko karena pesanan yang cukup banyak.


Sementara Buk Nita tetap pulang kerumah nya jam 10 malam setelah pak Syaiful datang menjemputnya.


Sebanyak 1500 kotak paket kue yang dipesan.


Kue di pesan untuk acara haul besar pondok pesantren Dabussalam yang akan dilaksanakan besok jam 9 pagi.


Jam 7.15 wib, HP ku berdering.


Ada telepon masuk dari nomor yang tidak ku kenal.


"Assalmualaikum Kak.. Ini Gege mau jemput kue pesanan Pondok! " ucapnya dari seberang telepon.


"Waalaikumsalam.. Gege udah dimana? " tanyaku padanya.


"Didepan Ainara Bakery Kak! ".ucapnya berseloroh.


"Ya ALLAH.. Bentar ya, Kak Aina buka Toko dulu" ucapku sambil segera menggunakan jilbab dan membuka Toko.

__ADS_1


Aku, Susi, Gege dan di bantu dua orang santri mengangkat kue kedalam Mobil pick up untuk di bawa Ke Pondok.


"Makasih ya Ge. Titip salam sama Umi Nafizah! " ujarku pada nya.


"Waalaikumsalam. Inshaa ALLAH nanti di sampaikan. Pamit dulu ya Kak. Takut telat. Assalamulaikum" ucapnya dengan sopan


"Waalaikumsalam " jawabku sambil menyambut senyumnya dengan anggukan dan senyuman tipis.


Seminggu setelah pertemuan tak sengaja di toko kue Ku.


Tante Rahmi menelepon memintaku untuk Lekas pulang.


"Ada yang ingin Om Indra bicarakan. Kamu di tunggu ba'da isya dirumah ya! " Ujar tante Rahmi di seberang telepon.


Ba'da Isya Aku duduk diruang tamu menunggu Om Indra keluar dari kamarnya.


"Aina... Ada hal penting yang Om ingin bicarakan..!" ucapnya sambil duduk di kursi tepat di depanku.


Tante Rahmi kemudian datang membawakan nya segelas kopi hitam lalu duduk disampingku sambil tersenyum.


"Ada apa Om? " tanyaku Sopan.

__ADS_1


Dia menyeruput kopi panasnya.


"Sudah cukup lama Aina menjanda semenjak kehilangan Randy dan Ainara. Om tau, bahkan sampai saat ini Aina masih belum bisa melupakan kepedihan Aina atas kehilangan mereka. Tentu saja hal Itu wajar. Apalagi untuk melupakan mereka adalah hal yang mustahil dan tidak mungkin bisa terjadi. Mereka akan selalu ada dalam kenangan Ainara selama nya. Tapi untuk kembali membangun sebuah hubungan adalah hal yang mungkin terjadi jika Aina mau mencoba untuk membuka hati kembali.." Ucap Om Indra padaku.


"Maksud Om Indra Apa? " tanyaku tidak mengerti.


Dia kembali menyeruput kopinya.


"Kemarin malam, Kyai Ma'aruf datang bersama istrinya bertamu kepondok pesantren ini. Mereka datang dengan Maksud ingin mengkhitbah Aina atas permintaan George Abraham Ahmad alias Gege" ucapnya dengan jelas padaku.


Aku kaget sekali mendengar ucapan Om Indra.


"Apa yang Om Indra ucapkan sungguhan? Apa Kyai Ma'aruf tidak salah orang? mana tau bukan Aina saya Om. Mungkin Ainatul Zahira anak santri yang kuliah di Islamic Universitas? " tanyaku tidak percaya.


"Tidak Aina. Tidak ada yang salah. Kyai Ma'aruf mengkhitbah Mutiara Aina Keponakan Om Indra, atas permintaan Gege. Jadi Aina fikirkan dengan baik. Bawa shalat istikharah untuk minta petunjuk dari ALLAH. Karna seperti yang kita semua tau, Gege adalah anak sholeh, thafiz qu'an dan sangat santun. Kalau kami tentu saja langsung setuju. Tapi semua kembali pada Aina!!" Ucapnya padaku yang tak bergeming karna masih terkejut mendengar ucapan Om Indra.


"Om pergi dulu. Ada janji sama ustad Arafah. Pergi dulu Umi!! Assalamualaikum! " ucapnya sambil keluar menuju pintu.


"Aina.. Bawa istikharah.. minta petunjuk ALLAH... Tante akan mendukung semua keputusan Aina..!! Menikah adalah sebuah ibadah. Jadi jika Aina mau mencoba membuka kembali hati Aina, jadikan pernikahan sebagai tujuan untuk menyempurnakN ibadah Aina terhadap ALLAH SWT" Ucapnya sambil memelukku.


Tiba-tiba air mataku menetes.

__ADS_1


"Apa yang harus Aku lakukan ya ALLAH?? " tanyaku dalam hati.


__ADS_2