
Aku sudah membuat beberapa rencana dengan Kak Mila, kakak iparku.
Aku dan Randy berjalan menuju rumah makan khas melayu yang cukup terkenal di pekanbaru ini.
"Lhaa.. Kok pada kumpul disini? " tanya Randy ketika melihat keluarga nya sudah duduk menanti kedatangan kami.
"Ada Acara apa?" tanya nya lagi bingung.
"Ya Acara Ulang tahun kamu lah..! " jawab Kak Mila santai.
"Kamu Itu harus traktir kami semua makan siang hari ini!! " Ujar Bang Umar pula.
Semua mengangguk serentak dan tertawa.
"Tapi yang ngundang siapa? Randy kan gakda rencana mau rayaan Ultah?! " Kata Randy lagi sambil nyengir.
"Rencana kakak dan Istrimu! " kata Kak Mila lagi menjawab.
Aku mengangguk tertawa Kecil.
"Assalamualaikum!! " Terdengar ucapan salam dari belakangku dan Randy.
Ternyata berasal dari Tante Rahmi sekeluarga.
Ada Ayah dan Ibu juga yg baru kemarin malam tiba dari kampung
Aku langsung memeluk mereka.
"Rinduu...!! " kataku pada Ibu.
Ibu mencium pipiku.
Randy pun menyalami kedua orangtua ku.
Lalu kami memilih tempat duduk dan siap untuk memesan makanan.
Ketika sedang menanti makanan, dua orang pramusaji datang ke arah kami.
__ADS_1
Dia meletakkan kue dan sebuah kado berukuran kecil di depan Randy.
Randy tertawa bahagia.
"Ini beneran sayang?? " tanya nya padaku.
Aku mengangguk.
"Buka kado nya dulu aja Ran! " Ujar Kakak Mila.
"Oke! " Kata Randy menyetujui saran kakak nya.
Pelan di bukanya kotak Kecil berbungkus kertas kado berwarna biru.
"Randy yang buka kado, Aku yang merasa tegang!! " kataku dalam hati.
Randy tediam ketika melihat isi didalam kadonya.
Dia menatap kearahku lama.
Aku mengangguk cepat.
"Masyaallah... beneran?? " tanya nya lagi.
Aku kembali mengangguk.
"Emang kado nya apa Rand? " Tanya Mama mertuaku penasaran.
"Hasilny tespeck Aina Ma. Alhamdulillah, Aina Positif Hamil!! " Kata Randy dengan wajah sumeringah dan berkaca-kaca.
"Alhamdulillah.. " semua menjawab hampir serentak.
Randy memelukku dan menciumku berkali-kali.
Dia begitu bahagia.
"Trimakasih Kado yang sangat luar biasa sayang.. Mulai saat ini kamu mesti jaga kesehatan ya! " ujarnya sambil mengelus pipiku.
__ADS_1
Aku mengangguk
"Happy birth day husband..!! sehat slalu, makin sukses, makin cinta sama Aku dan selamat udah jadi calon ayah!! " kataku sambil tersenyum dan mencium Pipinya.
"Makasih sayang!! " jawabnya Bahagia.
Keluarga pun bergantian memberikan ucapan Selamat ulang tahun padaku Randy dan mendoakan untuk kelancaran kehamilanku.
Randy kemudian memotong kue Tart nya dan memberi suapan pertamanya padaku.
Kami lalu menikmati makanan yang telah di pesan bersama-sama sambil Sesekali bercanda Bahagia.
****
Ayah dan Ibu malam ini menginap dirumah kami.
Aku menikmati rendang udang buatan Ibu yang dia bawa dari kampung sesuai permintaanku.
"Makasih ya Buk udah bawain rendang nya. dari kemarin pengen banget! " ujarku pada Ibu sambil terus menikmati makan malam.
Ayah dan Ibu sebenarnya memang telah tau tentang kehamilanku.
Aku juga yang meminta mereka datang ke Pekanbaru karena Aku Rindu sekali pada mereka. Terutama pada masakan Ibu.
"Sepertinya Aina ngidam Masakan Ibu. Ayah dan Ibu ke Pekanbaru ya! please! " kataku lewat sambungan telepon beberapa hari yang lalu.
"Kemarin sempat gak yakin kalau Positif hamil, soalnya Aina gak merasakan tanda-tanda kehamila seperti perempuan-perempuan pada umumnya. Aina tidak pernah mengalami morning sickness atau gak nafsu makan. Malah sebaliknya!" ceritaku pada Ibu, Ayah dan Randy.
"Mungkin Itu turunan. Ibu juga gitu soalnya. tidak pernah sekalipun mengalami mual dan muntah-muntah saat hamil Muda. bawaannya malah lapar terus! " jawab ibu padaku.
"Syukurlah kalau begitu ya Buk! gak ganggu Kerjaan dan aktifitas Aina! " ujarku lagi.
"Tapi tetap harus jaga kesehatan dan jangan terlalu capek ya! " Ujar Ayah pada padaku.
"Siap Pak Haji !!" Ujarku sambil berdiri memeluk Ayah.
Lalu kami tertawa bersama.
__ADS_1